
*flashback..
β ππͺπ₯π’ ππΊπΆπ¬πͺ, 6π΅π© β
Hyuki : *memandang Yuika dengan tatapan datar
β ππΆπ³πͺ π πΆπͺπ¬π’, 7π΅π© β
Yuika : Salam kenal.
Hyuki : Salam kenal juga
Yuika : Tuan Hikaru.. aku boleh bermain dengan Hyuki?
Hyuki : Uh-huh?!
Hikaru : Terserah kau saja.
Yuika : Ayo Hyu-
Hyuki : *mundur
Yuika : Uh-huh?!
Hyuki : Aku.. tidak tertarik.
Yuika : Uh-?! *syok. Ck.
Kau selalu saja seperti itu.. saat aku menemuimu kerumah, kau selalu saja menatapku dengan tatapan datar.
Aku iri denganmu yang tinggal di keluarga berkelas. Keluarga Hida utama, kau tinggal disana. Setiap hari aku cuma bisa memandangmu dari luar. Tapi.. saat aku bertemu dengan kepala keluarga keluarga Hida, kupikir.. akhirnya aku bisa masuk ke rumah besar itu. Memang benar aku bisa masuk kesana.. tapi.. kau justru menjauh.
Yuika : Hei tuan Hikaru, apa kau punya anak seusia ku disini? aku ingin bermain dengannya.
Hikaru : Hmph. Kalau tidak salah.. dia lebih muda darimu.
Yuika : Benarkah?!
Hikaru : Disini.
Yuika : Uh-?! gudang..?
Hikaru : Oi! bangun!
Yuika : Uh-huh?!
Hikaru : Jangan pedulikan dia, dia cuma boneka ku. *menghisap rokok
Yuika : H-halo.. salam kenal. Aku Yuika, namamu..?
Hyuki : Uh? *hanya diam
Yuika : Tuan Hikaru?
Hikaru : Hyuki.
Yuika : Tuan Hikaru.. aku boleh bermain dengan Hyuki?
Hyuki : Uh-huh?!
Hikaru : Terserah kau saja.
Yuika : Ayo Hyu-
Hyuki : *mundur
Yuika : Uh-huh?!
Hyuki : Aku.. tidak tertarik.
Yuika : Uh-?!
Hikaru : Kau dengar sendiri kan?
Yuika : Kenapa..?
Hyuki : Maaf.. aku tidak mau keluar..
__ADS_1
Yuika : Aku mohon. Cuma sekali saja. *memegang tangan Hyuki
Hyuki : Uh-huh?!
Sejak dulu.. kau memang sulit menolak permintaan orang lain. Jadi aku berfikir kau itu anak yang baik, polos, dan penyayang. Tapi kenapa tuan Hikaru mengurungmu aku belum mengetahuinya.
(*beberapa hari setelahnya)
Hyuki : Uh-?
Permintaan Red Bullet yang kita mainkan saat itu.. hasilnya seri. Meskipun sebenarnya aku hampir menang. Sejak saat itu.. kau tidak pernah mau bermain denganku lagi.
Karena itulah aku membencimu. Kau tidak mau bermain lagi hanya karena kau kalah, padahal sudah jelas hasilnya seri. Setelahnya.. aku memutuskan untuk ambil ujian masuk akademi Heiki. Lalu memutuskan untuk meninggalkan mu. Aku tidak peduli denganmu lagi. Sejak saat itu aku tidak pernah kerumah itu lagi.
///////////////////////////////////////////////////////
4 tahun setelahnya, setelah kutau kalau kau masuk ke akademi Heiki, itu membuat ku semakin membencimu.
Saat pertama kali datang kau langsung dikerumuni banyak fans. Gaya bertarung mu disukai banyak orang, kemampuan mu yang disegani banyak orang. Lalu aku.. kembali diabaikan lagi.
Meskipun berbeda angkatan.. aku tetap membencimu. Hida Hyuki.
(*lanjut ke cerita)
*di meja kasino
Semuanya : HAHH..!!! *syok *histeris
Yuika : Uh-huh?!!
Haruo : Uh-?!
Rei : Uh?! Hyuki-?!
Hyuki : *menembak ke arah meja
Yuika : Uh-?! kenapa..?
Hyuki : Maaf.. aku lupa sarapan jadi tanganku agak lemah. Berarti permainannya sudah berakhir kan? Hasilnya seri kan..?
Haruo : Berdasarkan point dan-
Haruo : Ck. Iya.
Yuika : Tunggu dulu!! Apa kau sengaja mencari skor seri?!!
Haruo : Nona-
Yuika : Jangan bercanda Hida Hyuki!! Kenapa..?!! setelah ini kau pasti akan pergi kan..?!!
Hyuki : Uh-huh?!
Yuika : Dulu begitu kan..? setelah seri kau langsung pergi.
Hyuki : Uh?
Yuika : Kenapa..?!! *membentak
Hyuki : *syok
Rei : Uh!
Hyuki : *gemetar. He-hentikan.. *meneteskan air mata
Yuika : Uh?!
Hyuki : Hentikan.. *berusaha menahan tangis
Rei : Hyuki!
Yuika : Uh-?!
Hyuki : Kau tidak tau apapun.
Yuika : Uh-huh?!!
*flashback
__ADS_1
(*setelah permainan Hyuki dan Yuika selesai)
Hikaru : Kenapa kau tidak membunuhnya?
Hyuki : Uh-?
Hikaru : Jika kau membunuhnya itu lebih baik kan?
Hyuki : T-tapi..
Hikaru : *menampar
Hyuki : Huh!
Hikaru : Jangan bersikap bodoh. Kau tidak pernah mengerti. Itu sebabnya Yuki meninggalkan keluarga ini!
Hyuki : Uh-huh?!
karena aku..? ibu jadi meninggal. Aku tidak mengerti kepribadian seperti apa yang ayah inginkan. Aku hanya tidak mau melukai temanku. Aku menyukai Yuika.. aku tidak membencinya. Hanya saja..
Hikaru : Bawa dia ke gudang.
Hanya saja.. aku takut pada ayah. Aku bukannya tidak mau bermain.. aku hanya takut.
*sekarang..
Yuika : Uh-?!
Hyuki : Maaf.. kan aku..
Rei : Hyuki..?
Hyuki : *putus asa *menangis
Saat di akademi, aku mengalahkan Yuika dalam pertandingan umum. Saat itu aku berfikir.. dia pasti akan membenciku. Ternyata memang benar Yuika membenciku.
Aku tidak pernah membenci orang yang membenciku. Satu hal yang membuatku membenci Yuika, karena dia kelewatan.
Saat sudah kalah dia menyebarkan gosip tentang diriku, untungnya gosip itu tidak sampai ke telinga oniisama dan OSIS lainnya. Tapi tetap saja aku membencinya.
Hyuki : Maaf..
Yuika : Tch! Kau-!!
BOOMM!!!!
*suara ledakan
Yuika : Uh-?!
Warga : A-apa yang terjadi..?!
Warga : Ada apa disini..?!!
Hyuki : Uh!
Haruo : Nona!
Yuika : Tch! *pergi bersama bawahannya
Rei : Jangan-jangan..!!!
*disisi lain..
Sayon : Niisan! kapal nya-!
Saka : Tch! *menggunakan kemampuan nya untuk menutupi lubang. Sayon, cari bom satunya lagi.
Sayon : Uh-?! ada 2-?!
Saka : Cepatlah!
Sayon : B-baik!
Saka : Ck. Aku benci harus mengeluarkan kemampuan sebanyak ini.
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
__ADS_1
...πππΌππππΉπΉ.....