
Raya:Apa kau baik-baik saja Rei?
Rei:Iya, tapi Hyuki.
Raya:Uh?! Dia disini?!
Kuro:Kebetulan sekali ya. Ada yang ingin ku tanyakan pada kalian berdua, Ryoko bersaudara. Siapa di antara kalian yang sudah membunuh saudara ku?
Semuanya:Uh?
Hyuki:Bodoh! Ah.. *kesakitan*
Rei:Hyuki!
*terkena peluru di bagian tangan lagi*
Kuro:Rasanya sakit kan? Di saat kau tersiksa, rasanya kau ingin langsung mati tapi kau tidak bisa mati. Pasti kau sangat kesakitan.
Hyuki:Tch!
Hinotama:Aku yang membunuh saudara mu!
Semuanya:Uh?
Hyuki:Uh-huh?
Raya:Ketua?
Rai:Ini ulahmu?
Hinotama:Benar. Besar juga nyalimu karena berani datang ke akademi ini, Hyuki.
Kuro:Bukan dia yang mau kemari! Aku yang mengajaknya agar kalian segera keluar! *kesal*
Hinotama:Berisik!
Semuanya:Uh-huh?!
Rei:Aura ini, menakutkan sekali..
Rai:Dia benar-benar marah *dingin*
Hyuki:Uh?
Hinotama:Aku sedang bicara dengan mantan siswa di akademi ini, bukan denganmu.
Kuro:Beraninya kau mengabaikan ku!! *marah dan kesal* Rasakan ini!! *menyerang*
Hinotama:*menghindar*
Kuro:Ah!
Hinotama:Pergilah.. Ke tempat saudara mu.. *menginjak Kuro*
*Kuro sudah mati*
__ADS_1
Hyuki:Uh-huh? Ku.. ro?
Konan:Kau diamlah.
Naka:Jika bergerak kau hanya akan terluka lebih parah.
Hidane:Kau terpaksa ikut dengan kami. Menyerah saja..
Rei:Tunggu! Uh?
Raya:Jangan ikut campur Rei, ini bukan urusanmu. Mengerti?
Rei:Tapi Hyuki..
Rai:Rei! Kau mau mendengar kan kami kan?
Rei:Maafkan aku..
Hinotama:Bawa dia, obati lukanya *dingin* *pergi*
(setelahnya)
"πππ‘ πππππ£ππ£ -- πΏπππ§ππ πΌπ ππππ’π ππππ π"
Konan:Seharusnya lukamu diperiksa. Bagaimana jika makin parah?
Hyuki:Sudah lah, tidak perlu mengkhawatirkan ku.
Konan:Ini perintah dari ketua, jangan sampai dia sendiri yang turun tangan. Lalu, besok kau akan di sidang karena perbuatan mu, setidaknya kau harus istirahat yang cukup *khawatir*
Hyuki:*terdiam*
(setelahnya)
Polisi:Kau mendapatkan tamu..
Rei:Hyuki, kau baik-baik saja?
Hyuki:Rei, maaf karna sudah membuatmu terluka.. Maafkan aku..
Rei:Tidak perlu membahas itu lagi. Ngomong-ngomong, tentang besok..
Hyuki:Aku akan disidang kan? Konan-senpai sudah memberitahu ku..
Rei:Tapi, kenapa kau setenang ini?
Hyuki:Karena ini memang salahku
Rei:Tapi.. *terpotong*
Hyuki:Rei, bukankah kau dilarang kemari?
Rei:Uh? Soal itu.. Aku pikir kau kesepian jadi..
Hyuki:Aku lebih suka sendirian..
__ADS_1
Rei:Uh?
Hyuki:Tidak ada yang menganggumu, menindas mu, atau bahkan mengejekmu.. Sendirian itu, sangat menyenangkan bukan?
Rei:Sendirian?
(Teringat masa lalu nya)
Raya:Dasar! Kenapa ponsel nya tidak bisa di hubungi?! Padahal sudah di larang masih saja melawan!
Rai:Di usia seperti itu wajar saja dia egois..
Rei:Sendiri itu tidak menyenangkan.. Manusia bukan lah mahkluk yang bisa hidup sendirian! Mengerti?!
Hyuki:Baru kali ini aku melihatmu marah begitu.. Atau cuma perasaan ku saja..
Rei:Uh? Hyuki, ambil kembali..
(memeberikan Liontin Hyuki)
Hyuki:Kenapa kau masih menganggap ku sebagai temanmu? Apa kau bodoh?
Rei:Aku memang bodoh, karena itulah aku memberikan liontin ini padamu.. Kita ini teman kan?
Hyuki:Uh? Teman?
(Membekukan ruangan)
Rei:Uh?!
Polisi:Apa-apa an ini?!
Rei:Hentikan Hyuki!
Hyuki:Uh-huh?! Apa yang aku perbuat? Kenapa aku?
Raya:Uh?! Rei?!
Rai:Uh?!
Hyuki:Aku.. Tidak bermaksud.. Kenapa kemampuan ku keluar tiba-tiba?
Rai:Urus dia, ayo kita pulang..
Rei:Tunggu, aku belum.. Uh-huh?!
(Tamparan)
Raya:Aniki?! Apa yang kau lakukan?!
Rai:Pulang.. Sekarang juga..
Rei:Maaf..
Hyuki:Jika dia tau apa yang ku lakukan, dia pasti akan marah.. Dia pasti akan memukul ku lagi..
__ADS_1
π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ..
πππΌππππΉπΉ..