
.....
Hikaru : Kami masuk. Akimitsu.
Akimitsu : Ohh.. kalian sudah datang ya.
Hinotama : Uh?
Hikaru : Mereka bertiga adalah orang yang kubilang. Ryoko Rai, Hishiro Saka, dan Hida Hinotama.
Akimitsu : Jadi begitu ya. Kalian sudah dewasa ya.
Saka : Hei kakek Akimitsu, masih ingat aku?
Akimitsu : Tentu saja, kau dulu sering datang ke kediaman ku untuk makan kan? Lalu.. kalau tidak salah dimana adikmu?
Saka : Dia bersama yang lainnya.
Akimitsu : Begitu ya.
Hikaru : Mereka ingin tau soal bocah yang selalu berada di dekat Hideyoshi.
Akimitsu : Eh? bukankah kau sendiri sudah tau?
Hikaru : Bukan begitu. Kami ingin tau siapa sebenarnya bocah itu.
Akimitsu : Hmmm.. yaa.. sebaiknya mulai darimana ya.
Rai : Langsung ke intinya saja.
Akimitsu : Saka, apa kau ingat Nao?
Saka : Tch. Aku tidak mau mendengar namanya.
Hinotama : Uh.
Rai : Uh.
Akimitsu : Aku rasa kau tidak tau ya.
Rei : Uh?! //lewat.
Saka : Uh? apa maksudmu?
Akimitsu : Bagimu posisi Nao dan Sayon dalam keluarga mu itu apa?
Saka : Tch. Dia cuma anak yang dipungut oleh ibuku. Dia merebut posisi Sayon di dalam keluarga.
Akimitsu : Sebenarnya.. bukan begitu.
Rai : Uh?!
Saka : Ha?!
Akimitsu : Bagaimana kalau kubilang posisi Sayon dan Nao tertukar?
Rei : Uh-?!
Sayon : Loh? Rei? //gumam
Saka : Tunggu dulu maksudmu apa?!
__ADS_1
Sayon : Uh?! Niisan? //bersembunyi //menguping
Akimitsu : Sejujurnya ya.. Nao itu adalah anak yang selalu bersama Hideyoshi. Dia adalah otak ari Hideyoshi sendiri.
Sayon : Uh-huh!
Akimitsu : Lalu sejujurnya juga, Nao adalah keturunan asli dari keluarga Hishiro. Dengan kata lain dia adalah keturunan keluarga Hida.
Hinotama : Eh?
Hikaru : Uh.
Rai : Dia?!
Akimitsu : Lalu adikmu saat ini bukanlah adikmu yang sebenarnya. Dia adalah orang luar.
Sayon : Huh..!
Rei : Uh!
Saka : Sayon..? maksudmu Sayon?
Hinotama : Tolong jelaskan lebih rinci. Kami tidak mengerti maksudmu jika kau menjelaskan nya setengah-setengah.
Akimitsu : Ibu dari Saka bekerja di sebuah bar, kemudian tanpa sengaja dia berhubungan dengan seorang pria di bar.
Saka : Eh? //syok
Akimitsu : Setelah ibumu tau dia mengandung anak dari orang lain, dia merasa sangat depresi. Meskipun ayahmu sudah menerima keberadaan Sayon, tapi.. tetap saja.
Saka : Jadi.. maksudmu..
Saka : Kau bohong kan?!! Tidak mungkin monster itu adikku!!
Akimitsu : Memang begitu kenyataannya.
Saka : Uh!
Akimitsu : Setelah Sayon lahir, apa kau tidak merasa ada yang aneh? Dia berbeda dengan yang lainnya. Dia bukan adik kandung mu. Saat itu kau sedang pergi karena urusan akademi. Ibumu mengandung seorang putra, tapi ya.. kau tau sendiri keluarga Hishiro itu seperti apa. Mereka jahat, menjual anak untuk dijadikan percobaan.
Saka : Jangan bila-!
Akimitsu : Ya kau benar. Saat Nao dilahirkan, ayahmu menjualnya pada seorang Profesor, lalu ingatan ibumu diubah.
Rei : Huh!! *mundur.
//suara pecahan
Semuanya : Uh-?!!
Sayon : Uh! *pergi
Rei : Uh? Sayon..? *pergi menyusul Sayon
Akimitsu : Sebaiknya kau mempertimbangkan nya kembali. Apa kau.. benar-benar ingin membunuh Nao?
Saka : Ck.
Hinotama : Kalau ingin membunuh Hideyoshi kita harus menghancurkan Nao kan.
Akimitsu : Saka, keputusan nya ada padamu. Untuk saat ini hanya Saka atau Sayon yang bisa membunuhnya. Dikarenakan mereka berdua memiliki ikatan dengan Nao, aku yakin Nao bisa mendengarkan mareka berdua.
__ADS_1
Saka : Tch.
Akimitsu : Saat ini setidaknya Nao sudah membunuh 200+ manusia, 50 diantaranya dimakan oleh Nao karena memiliki energi kemampuan yang kuat.
Saka : Aku masih tidak bisa mempercayainya. Monster itu hanya pengganggu. Dia merusak kehidupan keluarga ku.
Akimitsu : Itu adalah hal yang kau lihat.
Saka : Tch.
Akimitsu : Oh ya, aku ingin meminta bantuan kalian selama seminggu berada disini.
Hinotama : Apa itu?
Akimitsu : Ada banyak warga yang membutuhkan bantuan setelah penyerangan yang dilakukan oleh Hideyoshi. Hal itu juga menewaskan teman kalian kan?
Hinotama : I-iya..
Akimitsu : Aku ingin kalian membantu menyuruh para pengungsi dan orang-orang yang terluka akibat serangan. Ada beberapa anak-anak yang trauma akan penyerangan itu. Beberapa diantara mereka bahkan ada yang hampir sekarat, karena itulah-
Saka : Aku permisi. //pergi
Hinotama : Saka?!
Hikaru : Biarkan saja.
Hinotama : Ck.
*disisi lain..
Rei : Sayon?
Sayon : Kau juga mendengar nya kan.
Rei : Ya.
Sayon : Maaf, jadi membuatmu ikut terlibat.
Rei : Uh-huh?!
Sayon : Aku pikir Nao itu hanya anak polos yang ingin mengetahui banyak hal. Tapi tidak kusangka dia malah membakar acara waktu itu.. hal itu jelas membuatku trauma. Tapi.. setelah mendengar penjelasan tadi.. aku jadi mengerti. Kalau sebenarnya keberadaan ku yang malah mengganggu.
Rei : Sayon..
Sayon : Aku pikir dia sudah tiada, tapi ternyata dia masih hidup. Bahkan belakangan ini aku sering memikirkan nya. Dengan kata lain dia berada semakin dekat denganku.
Rei : Lalu.. apa yang akan kau lakukan?
Sayon : Tentu saja berbicara dengannya.
Rei : Uh?
Sayon : Meskipun aku tau dia tidak akan mendengarkan ku.
Rei : Maaf, aku terlalu mencampuri urusanmu.
Sayon : Tenang saja.. tidak masalah kok. //tersenyum.
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
...πππΌππππΉπΉ.....
__ADS_1