
*setelahnya..
[ Rei&Sayon
Sayon : Disini tidak begitu bagus sih, juga lumayan kotor
Rei : Iya, tapi paman Hikaru bilang kita harus berkeliling
Sayon : Syukurnya kali ini aku tidak bersama kakak
Rei : Y-ya..
Sayon : Hei.. ngomong-ngomong kita cuma keliling saja?
Rei : Kata paman tadi, kalau merasakan sesuatu yang aneh langsung hubungi dia
Sayon : Memangnya ada yang aneh?
Rei : Entahlah.. sejauh ini tidak ada.
Sayon : Oh ya Rei, apa menurutmu Hyuki belakangan ini sedikit pendiam?
Rei : Eh?
Sayon : Semenjak dari kapal pesiar itu, Hyuki terlihat pendiam.
Rei : Ya, aku juga berfikir begitu. Tapi aku rasa itu karena paman Hikaru
Sayon : Paman Hikaru? Hmmm.. iya juga ya, Hyuki itu anak yang penurut
Rei : Ngomong-ngomong Sayon, kenapa kau memotong rambutmu?
Sayon : Eh? ini? O-ohh.. ya.. *teringat adiknya
Rei : Hm?
Sayon : Sebenarnya ya.. aku begini karena depresi.
Rei : Eh? depresi? kenapa..?
Sayon : Kamu tau, kalau aku sebenarnya punya adik laki-laki
Rei : Adik laki-laki? tapi aku pikir kalian hanya..
__ADS_1
Sayon : Iya juga ya.. adikku itu.. siluman.
Rei : Uh?! Adikmu.. siluman?
Sayon : Adikku sangat tidak cocok dengan niisan, niisan juga pernah bertarung dengannya. Bisa dibilang alasan utama kenapa keluarga Hishiro hancur.. adalah karena adik laki-laki ku.
Rei : Bohong kan? kenapa adikmu bisa begitu?
Sayon : Entahlah. Belakangan ini aku kembali memimpikannya, aku merasa takut saat bersamanya. Sejak kecil aku selalu tidur dikamar niisan, itupun untuk menghindar darinya.
Rei : Adikmu itu.. orang yang seperti apa?
Sayon : Dia anak yang ceria, menurutku dia lumayan licik. Kalau niisan biasa memanggilnya dengan sebutan jahat dan kejam.
Rei : Aku baru tau senior Saka orang yang seperti itu
Sayon : Ya kan? dia itu sebenarnya sulit untuk dimengerti. Sejujurnya dia tidak semanja dan se humoris sekarang. Karena itulah aku agak heran saat dia kembali, sifatnya berubah drastis.
Rei : *tersenyum. Sayon pasti senang punya kakak seperti senior Saka ya.
Sayon : Ya. Aku sangat senang.
*disisi lain..
Saka : *senang. Ahhh.. entah kenapa rasanya sekarang aku jadi sangat bahagia.
Hikaru : Berisik jangan ngoceh
Saka : (Β΄ο½₯Οο½₯`) kau selalu saja bicara seperti itu paman. Sekarang aku mengerti kenapa kau cocok dengan Hyuki.
Hikaru : Ha?!
Saka : Habisnya Hyuki itu pendiam, jadi dia tidak banyak bicara. Kau pasti menyukai anak seperti-
Hikaru : Berisik π’
.
.
[Hinotama&Rai
Rai : Ck. Ayahmu benar-benar tidak sabaran sekali, sama seperti anaknya.
__ADS_1
Hinotama : Ha?! justru aku lebih sabar darinya.
Rai : Aku tidak percaya.
Hinotama : Terserahπ’
Rai : Tapi kalau dilihat-lihat disini cocok untuk dijadikan arena bertarung.
Hinotama : Jangan bilang kau mau menggunakannya untuk Akademi.
Rai : Jangan bodoh. Jika lalai bisa-bisa terjadi peperangan antara Jepang dan Amerika. Terlebih lagi tempat ini sudah dijadikan penjara khusus.
Hinotama : Ternyata kau cukup bijak ya.
Rai : Kau saja yang kurang bijak.
Hinotama : Sudah dipuji malah menghina π’
[Raya&Haruo
Haruo : Jadi begitu, pantas saja kau terlihat berbeda dengan kakakmu.
Raya : Aku tidak seegois dia.
Haruo : Jadi kau mengakui kalau kakakmu itu egois?
Raya : Ya.
Haruo : Begitu. Jadi, kita hanya akan diam disini saja, atau ikut berkeliling?
Raya : Biarkan saja. Tempat ini sangat kecil, lagipula yang lainnya sudah berkeliling. Ada baiknya jika kita diam saja disini, menunggu mereka.. sekaligus berjaga.
Haruo : Hmph. Terserahlah.
[Hyuki&Yuika
//tidak bicara sepatah katapun_-*
(*semuanya untuk menghindari adanya cek cok atau pertengkaran)
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
...πππΌππππΉπΉ.....
__ADS_1