
Kirin:Ada apa?! Sudah merasa lelah?! Kau pasti merasa sangat kesakitan kan? Kalau begitu, daripada menyiksamu begini, lebih baik aku langsung membunuhmu!
Asami:Tidak semudah itu!
Kirin:Uh?! Apa yang barusan? *tangan kanan putus*
Asami:Aku tidak akan kalah semudah itu!
Kirin:Aura bertarung mu boleh juga.. Aku jadi makin tertarik membunuhmu. *tatapan serius*
Asami:Uh-huh?! *menghindar*
*Ledakan
Semuanya:Uh-huh?!! *syok*
Wan:Apa yang barusan terjadi?!!
Kirin:Kenapa?! Kenapa kau terkejut begitu?! *menggila*
Wan:Kirin melempar sebuah kelereng dan kemudian meledak?!!
Asami:Aku rasa itu bukan kelereng biasa.. Itu..
Rei:Jangan-jangan.. Salah satu senjata yang dicuri?!
Ryuen:Uh? Apa maksudmu Rei?
Rei:Sebelumnya mereka mencuri senjata. Itu adalah pistol tanpa suara, setiap diluncurkan serangannya tidak akan bersuara.
Sayon:Lalu? Hubungannya dengan kelereng itu?
Rei:Senjata pistol itu bisa menghasilkan ledakan yang luar biasa, kemungkinan kelereng itu adalah peluru dari pistol yang dicuri itu. Lalu, aku rasa tangan kanannya itu juga sudah dimodifikasi dengan senjata itu.
Ryuen:Bohong kan?! Kenapa bisa begini?
Sayon:Jika dihindari pun mustahil.
Rei:Gawat.. jika saja aku bisa mencegah Hyuki membawa senjata itu pergi.
Asami:Kau benar-benar berbahaya ya.
Kirin:Akhirnya kau menyadari nya. Aku memang sangat berbahaya, sebaiknya kau menyerah saja.
Asami:Tidak..
__ADS_1
Kirin:Uh?!
Asami:Kau ingin menunjukan kemampuan mu pada semuanya kan? Kalau begitu, hadapi saja aku.
Kirin:Heh. Hahahaha! Ya ampun.. Apa para manusia memang suka bicara asal ya? Nyali mu besar juga ya. Sepertinya kau sudah siap untuk mati. *tertawa licik*
Asami:Dasar cerewet. Cepat hadapi aku.
Kirin:Terserah kau saja!
Asami:Memang benar, level 3 menurut para siluman berbeda jauh dengan menurut pada manusia. Merepotkan. *berfikir*
Kirin:Uh?
Asami:Sekarang giliranku! *menyerang*
Kirin:Aku jadi semakin tertarik denganmu! *menggila*
Asami:Tch!
Kirin:Sampai kapan kau mau melawan?! Hah?!! *menggila*
Asami:Sampai aku bisa membunuhmu!!
Kirin:Uh-huh?! *tangan kiri putus*
Kirin:Uh? *syok*
Asami:Sial. Aku tidak punya tenaga lagi
Kirin:Heh! *tersenyum licik* Kau terlambat!!
Rei:Uh-huh?!! Awas!!
Asami:Uh-huh?!! Apa?!!
*Ledakan
Manusia:Huh!! *syok berat*
Konan:Peluru itu!
Ryuen:Sejak kapan peluru itu ada disana?!
Yuno:Asami!!
__ADS_1
Asami:Tubuhku..
Kirin:Menyenangkan sekali.. bisa bertarung denganmu..
Wan:Pe.. Pemenangnya.. Kirin!!
Siluman:Rasakan itu!! Dasar manusia hina!!
*sorakan pihak siluman
Wan:Ini adalah hasil pertarungan Setsujin di arena Seishi hari pertama!
"๐๐ช๐ฉ๐ข๐ฌ ๐๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข 2๐น ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ 3๐น ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ"
"๐๐ช๐ฉ๐ข๐ฌ ๐ด๐ช๐ญ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฏ 3๐น ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ 2๐น ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ"
Wan:Pemenang di pertandingan hari pertama adalah! Pihak Siluman!!
Siluman:Rasakan itu!!
*sorakan dan ejekan
Manusia:*Hanya terdiam
Hinotama:Setelah ini kita bicarakan di ruang rapat. Bubar..
Rei:Senior.. Asami.. *menahan tangis*
Yuno:Asami.. *syok*
Ryuen:Rei.. Ayo kita pergi..
(setelahnya)
"๐๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข๐ต"
Hinotama:Rui, Asuka, Asami, mereka bertiga sudah berjuang dengan baik. Kita kalah di pertandingan pertama, jika ada yang berniat mundur aku tidak masalah.
Rei:Tidak ada.
Semuanya:Uh?
Rei:Tidak akan ada yang mau mundur. Jika salah satu diantara kita mundur, sama saja kita menyia-nyiakan pengorbanan mereka bertiga.
Yuno:Aku setuju dengan Rei, kita tidak boleh kalah.
__ADS_1
...๐ ๐ผ๐๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ.....
...๐๐๐ผ๐๐๐๐น๐น.....