
Dulu aku ingat, sebelum Nao datang kerumah.. semuanya menjadi milikku. Kasih sayang ibu, ayah, dan juga kakak yang selalu memanjakan ku. Setelah Nao datang kasih sayang itu diambil semua olehnya. Perasaan ku saat melihat Nao adalah.. dia adalah anak yang polos.
Aku tidak membencinya, meskipun dia mengambil kasih sayang ibu dan ayah, meskipun dia mengambil mainan dan kamarku, tidak ada alasan bagiku untuk membencinya. Bagiku itu semua memanglah hal yang harus ku bagi dengannya.
Kakak selalu menyayangi ku, kakak sangat tidak menyukai Nao. Itu adalah kenyataan yang diketahui ibu dan ayah. Karena itulah kamar kakak dipindahkan lebih jauh dari kamarku. Tentunya itu membuatku sangat sedih. Saat malam, hampir setiap hari.. aku mendengar Nao bergumam..
Nao : matilah.. matilah.. kenapa kau harus hidup sih..? menjengkelkan..
Aku sangat takut. Mendengar dia bicara begitu membuatku tidak bisa berkutik sedikit pun.
Sayon : N-Nao..?
Nao : Uh-huh! k-kakak!! //memeluk Sayon
Tapi.. saat Nao menangis memelukku. Aku tersadar.. Nao tetaplah anak kecil yang polos. Pada dasarnya semua orang memang menjengkelkan, tapi jika melihat dari sisi yang berbeda mereka akan berubah menjadi menyenangkan. Itu adalah pemikiran lama..
//retak //kaca pecah //rumah terbakar
Sayon : Na.. o..?
Saka : //geram
Nao : Kakak.
Sampai suatu saat.. Nao merusak semuanya. Dia membakar rumah kami.
Seingatku terakhir aku tersadar di rumah sakit. Saat itu pikiranku kacau, perasaan dimana takut sendirian dan merasa sendirian, dan disaat itu.. satu orang yang ingin kucari hanya kakak..! ya! hanya kakak seorang..!
Tetangga : E-eh..? Saka..? seingatku sih.. dia sudah pergi.
Sayon : Uh-huh..!! //syok
Ya. Kakak pergi tanpa memberitahu apapun. Dia pergi begitu saja. Perasaan ku semakin campur aduk, aku tidak tau harus berbuat apa. Aku takut ditinggal sendirian. Aku benci jika seseorang meninggalkan ku tanpa memberitahu mereka akan pergi kemana. Aku benar-benar takut..! takut..! takut..!!
.
.
.
.
//tamparan
.
__ADS_1
.
.
.
Preman : Tch! dasar tidak bisa diandalkan.
Wanita : Aku rasa dia tidak bisa melayani banyak pria dengan wajah seperti itu.
Sayon : //gemetar
Aku tersesat. Pada awalnya aku berhenti sekolah dan tidak tau harus berbuat apa. Satu-satunya cara adalah dengan bekerja. Tapi.. yang kulakukan adalah pekerjaan kotor. Aku sadar pekerjaan ku kotor, tapi.. hanya itu yang bisa kulakukan. Saat sudah terdesak apapun akan dilakukan. Ini hal yang wajar kan?
Hinotama : Kamu.. adiknya Saka kan?
Sayon : Uh-huh!! b-barusan.. anda..
Hinotama : Meskipun aku tidak mau melakukan ini. Dik, kakakmu itu.. benar-benar merepotkan ya. Dia meninggalkan tugasnya sebagai ketua OSIS, kupikir dia hanya melakukan itu tapi.. siapa sangka dia melakukan hal sebodoh ini. Dia bahkan tidak memberitahu kalau adiknya masih hidup.
Saat itu.. aku mengenalinya. Hida Hinotama, kepala keluarga Hida, sekaligus Ketua OSIS pengganti kakak.
(*keesokan harinya)
Guru : Perkenalkan, dia akan menjadi murid baru disini. Namanya, Shiroi Sayon.
Hinotama : Mengubah nama marga mu?
Sayon : Aku takut.. aku tidak berani menggunakan nama Hishiro lagi. Aku mohon. Bantu aku!
Hinotama : Baiklah.. kamu hanya perlu fokus pada sekolahmu. Adikku akan membantumu disekolah.
(*sekarang..)
KRINGGGG //bel istirahat
Hyuki : Salam kenal, namaku Hida Hyuki.
Sayon : Uh-huh..!
Hyuki itu, terlihat sangat dingin. Tapi.. saat berbicara dia terasa hangat. Dia selalu berfikiran positif, dan berhasil membimbing ku ke jalan yang benar. Aku tidak lagi melakukan pekerjaan kotor, dan belajar bersungguh-sungguh. Meskipun aku hampir hilang harapan karena kakak, tapi Hyuki mengubah itu semua.
Karena itulah, saat ku tahu Hyuki memiliki kemampuan khusus dan diincar oleh banyak siluman..
Sayon : Aku janji! aku akan melindungi mu! Sebelum ada siluman yang membunuhmu, aku janji..! aku yang akan mati duluan untukmu..!!
__ADS_1
Hyuki : Uh!
Sayon : Ka.. rena itulah.. Hyuki. Jaga dirimu.
Hyuki : Sa.. yon..? //meneteskan air mata
Dan saat itu.. pertama kalinya aku melihat Hyuki menangis.
Kehidupan ku mulai berubah perlahan, memasuki SMA aku bertemu dengan satu orang yang membuat ku terpukau. Seorang siswi pindahan yang awalnya tidak bermarga tapi terkuak fakta kalau dia saudara tiri wakil ketua OSIS dan sekretaris OSIS. Ryoko Rei.
Hyuki : Aku punya firasat kalau gadis itu akan menjadi ketua OSIS nantinya.
Sayon : Eh-? Bu-bukankah kau mau jadi ketua OSIS, Hyuki?
Hyuki : Aku berubah pikiran, aku tidak memiliki sifat layaknya seorang pemimpin. Kakak juga tidak menyetujui nya.
Sayon : Ketua OSIS bilang begitu?
Hyuki : Ya. Kakak juga bilang.. Sayon sangat cocok bergabung dengan OSIS. //tersenyum
Sayon : //blush
Hyuki selalu memuji seseorang. Saat mendengar dia terlibat kasus itu membuat hatiku hancur berantakan. Dia memihak pada para siluman. Dan di sela-sela masalah itu.. orang itu muncul lagi.
Saka : Kau sudah terlihat lebih dewasa ya. Apa kau merindukan ku? Sayon.
Hatiku rasanya lega, aku ingin menangis, tapi pikiranku berulang kali mengatakan kalau itu bukan dia..
Dia pergi begitu saja lalu datang begitu saja. Tidak pernah memberikan pesan apapun padaku.
Disaat aku sudah percaya dengan semua ini.. terkuak fakta kembali tentang identitas ku sebenarnya. Aku..
Akimitsu : Lalu sejujurnya juga, Nao adalah keturunan asli dari keluarga Hishiro. Dengan kata lain dia adalah keturunan keluarga Hida.
Hinotama : Eh?
Hikaru : Uh.
Rai : Dia?!
Akimitsu : Lalu adikmu saat ini bukanlah adikmu yang sebenarnya. Dia adalah orang luar.
Aku bukan adik kandung kakak. Nao adalah adik kandung kakak. Disaat seperti itu aku merasa sangat bersalah pada Nao karena merenggut kebahagiaan nya.
Sebenarnya.. aku ini.. siapa..?
__ADS_1
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
...πππΌππππΉπΉ.....