
Hinotama : Menyebalkan.
Rei : Senior?!
Sayon : Uh?!
Lucy : Arghh!!! lepaskan..!! lepaskan..!!
Hinotama : *menendang
Lucy : Akh!!
Hinotama : Aku tau kalau kalian lemah terhadap api, dengan begini kau tidak perlu merasakan sakit lagi. *menambah kekuatan
Lucy : Arghhh!!! *perlahan menjadi abu
Rei : Huh!!
Sayon : Uh-huh..!
Hinotama : Huh..
Sayon : Senior..? kenapa senior kemari?
Hinotama : Kalian sudah bekerja dengan baik, terimakasih. Ayo kita kembali.
Rei : Eh?
Hinotama : Kita harus mengobati luka kalian dulu, ayo.
Sayon : Baik.
Rei : Ehm.
*setelahnya..
.
.
.
Rei : Uh?!
Raya : Uh? Rei?!
Rei : Niisan?
Hinotama : Bagaimana dengan Hyuki?!
Hikaru : Dia akan baik-baik saja, selama dia tetap hangat.
Saka : Lalu sekarang bagaimana cara kita keluar? kapal selamnya sudah hancur karena terjatuh tadi.
Hikaru : Tenang saja, aku sudah meminta Chishou untuk mengirimkan kapal.
Yuika : Ini jelas tidak bisa dibiarkan, mereka mungkin akan menyerang lagi.
Hikaru : Kita perlu persiapan yang lebih matang lagi.
Yuika : Gadis tadi terlihat sangat membenci Hyuki.
Rai : Siapa?
Saka : Chef yang kabur tadi.
Rai : Ha?
Yuika : Kalau tidak salah dia memiliki hubungan dengan Fusa. Dia terus-menerus menyiksa Hyuki, itu yang kudengar dari Sugo.
Saka : Sugo? jadi nama pria itu Sugo?
Yuika : Ya.
Hikaru : Begitu rupanya, jadi karena Hyuki membunuh Fusa dia jadi marah.
Semuanya : Uh?!!
//kapal diturunkan perlahan..
Haruo : Itu..
__ADS_1
Hikaru : Ayo.
Saka : Tunggu sebentar, bagaimana caramu memberitahu kalau kapal kita hancur?! *menutup pintu
Hikaru : Sebelumnya aku sudah memberitahu nya..
Saka : Ha?
*sebelumnya..
Chishou : Yakin hanya ini yang kau butuhkan?
Hikaru : Ya.
Chishou : Huhh..
Hikaru : Oh ya, ingat pasang alarm selama 120 menit, jika dalam waktu itu aku belum kembali maka kirimkan kapal selam cadangan milikmu.
Chishou : Uh?
*sekarang
Sayon : Eh-?!! paman bisa meramal seperti itu?
Saka : Hebat juga ya..
Hikaru : Itu bukan meramal bodoh π’
.
.
.
//kemudian merekapun sampai di permukaan..
Chishou : Uh?! akhirnya kalian kembali juga.
Hikaru : Huhh..
Chishou : Syukurlah kalian bisa kembali dengan selamat.
Hikaru : Ya.
.
.
Semuanya : *syok
Rei : Jamurnya.. tidak hilang..?!
Sayon : Be-berarti..
Haruo : Bukan mereka ya?
Hikaru : *geram
Chishou : *menenangkan Hikaru. Sebaiknya kalian istirahat dulu, aku sudah menyiapkan tempat dan juga makanan untuk kalian.
Rei : Terimakasih banyak.
Chishou : Tidak, bukan masalah.
*setelahnya..
(*saat malam hari..)
Hyuki : Uh-huh.. hngg.. *perlahan membuka mata
Rei : Uh! Hyuki mulai sadar!
Sayon : Uh?! Hyuki?!
Hyuki : *tersadar
Sayon : *memeluk Hyuki. Akhirnya kau sadar juga.. *menangis. Huwaaaaa.. qο½₯οΎο½₯(οΎΠο½)ο½₯οΎο½₯q
Saka : Oi dia baru sadar tau! π’
Hyuki : Ini di..
__ADS_1
Rei : Kita sudah kembali.
Hyuki : Uh? Yuika bagaimana?
Yuika : Aku disini tikus.
Hyuki : Uh?! Yuika..? Uh?! Sayon.. tanganmu..
Sayon : Oh, ini? ya ini cuma patah sih. (*γ»βγ»*)
Hyuki : Kenapa malah kau anggap enteng? εΈ
Sayon : Hei! apa kau tau? Yuika-
Yuika : Oi diamlah!! π’
Sayon : Sudah.. sudah.. tidak perlu malu. Kau kan sudah membantu menyelamatkan nyawa Hyuki.
Yuika : Ha?!! π’
Sayon : Yuika menggendong mu dengan tergesa-gesa tau, dia berusaha mencari pertolongan dan-
Yuika : Kau bicara sekali lagi akan ku tumbuk dengan panci ini!!
Sayon : Eh-! menyeramkan (οΏ£γΈ οΏ£ εΈ
Saka : Pffttt.. hahahaha..
Sayon : Jangan malah ketawa dong!
Saka : Iya iya maaf..
Hyuki : *lega. (*tangannya agak membeku)
*setelahnya..
(*saat semuanya sudah tidur)
Hyuki : *merenungkan kembali kejadian tadi
Hikaru : Hyuki.
Hyuki : Uh? Ayah? *menyembunyikan tangannya
Hikaru : Tidak perlu disembunyikan aku sudah tau
Hyuki : Uh-huh! maaf..
Hikaru : Daritadi.. kau menyebut nama Yuki, kenapa?
Hyuki : Uh?
Hikaru : Kau terus memanggilnya ibu
Hyuki : Aku tidak ingat dengan jelas.. maaf.
Hikaru : Jika ingin menangis maka menangis saja.
Hyuki : Uh?!
Hikaru : Aku tau saat sadar tadi kau ingin menangis.
Hyuki : A.. ayah.. *mengeluarkan air mata
Hikaru : Uh?!
Hyuki : *memeluk Hikaru. Maaf.. kan aku.. aku.. terlalu takut.. aku tidak punya keberanian. Aku terlalu lemah.. aku tidak seperti oniisama yang kuat dan berani.. aku.. *menangis
Hikaru : *mengelus kepala Hyuki. Ya aku mengerti, dulu aku juga seperti dirimu.
Hyuki : Eh?
Hikaru : Aku juga.. tidak punya keberanian untuk menangis.
Hyuki : Ayah.
Hikaru : Tidak perlu takut.. selama aku dan Hinotama masih hidup, kau akan baik-baik saja. *memeluk Hyuki
Hyuki : Ehm.
Hinotama : *menguping *merenungi kata-kata ayahnya dulu. Kenapa kau terlihat berbeda..?
__ADS_1
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
...πππΌππππΉπΉ.....