Academy Heiki -- Fight Together

Academy Heiki -- Fight Together
S5 : #15. Gadis yang lemah


__ADS_3

Hinotama : Menyebalkan.


Rei : Senior?!


Sayon : Uh?!


Lucy : Arghh!!! lepaskan..!! lepaskan..!!


Hinotama : *menendang


Lucy : Akh!!


Hinotama : Aku tau kalau kalian lemah terhadap api, dengan begini kau tidak perlu merasakan sakit lagi. *menambah kekuatan


Lucy : Arghhh!!! *perlahan menjadi abu


Rei : Huh!!


Sayon : Uh-huh..!


Hinotama : Huh..


Sayon : Senior..? kenapa senior kemari?


Hinotama : Kalian sudah bekerja dengan baik, terimakasih. Ayo kita kembali.


Rei : Eh?


Hinotama : Kita harus mengobati luka kalian dulu, ayo.


Sayon : Baik.


Rei : Ehm.


*setelahnya..


.


.


.


Rei : Uh?!


Raya : Uh? Rei?!


Rei : Niisan?


Hinotama : Bagaimana dengan Hyuki?!


Hikaru : Dia akan baik-baik saja, selama dia tetap hangat.


Saka : Lalu sekarang bagaimana cara kita keluar? kapal selamnya sudah hancur karena terjatuh tadi.


Hikaru : Tenang saja, aku sudah meminta Chishou untuk mengirimkan kapal.


Yuika : Ini jelas tidak bisa dibiarkan, mereka mungkin akan menyerang lagi.


Hikaru : Kita perlu persiapan yang lebih matang lagi.


Yuika : Gadis tadi terlihat sangat membenci Hyuki.


Rai : Siapa?


Saka : Chef yang kabur tadi.


Rai : Ha?


Yuika : Kalau tidak salah dia memiliki hubungan dengan Fusa. Dia terus-menerus menyiksa Hyuki, itu yang kudengar dari Sugo.


Saka : Sugo? jadi nama pria itu Sugo?


Yuika : Ya.


Hikaru : Begitu rupanya, jadi karena Hyuki membunuh Fusa dia jadi marah.


Semuanya : Uh?!!


//kapal diturunkan perlahan..


Haruo : Itu..

__ADS_1


Hikaru : Ayo.


Saka : Tunggu sebentar, bagaimana caramu memberitahu kalau kapal kita hancur?! *menutup pintu


Hikaru : Sebelumnya aku sudah memberitahu nya..


Saka : Ha?


*sebelumnya..


Chishou : Yakin hanya ini yang kau butuhkan?


Hikaru : Ya.


Chishou : Huhh..


Hikaru : Oh ya, ingat pasang alarm selama 120 menit, jika dalam waktu itu aku belum kembali maka kirimkan kapal selam cadangan milikmu.


Chishou : Uh?


*sekarang


Sayon : Eh-?!! paman bisa meramal seperti itu?


Saka : Hebat juga ya..


Hikaru : Itu bukan meramal bodoh πŸ’’


.


.


.


//kemudian merekapun sampai di permukaan..


Chishou : Uh?! akhirnya kalian kembali juga.


Hikaru : Huhh..


Chishou : Syukurlah kalian bisa kembali dengan selamat.


Hikaru : Ya.


.


.


Semuanya : *syok


Rei : Jamurnya.. tidak hilang..?!


Sayon : Be-berarti..


Haruo : Bukan mereka ya?


Hikaru : *geram


Chishou : *menenangkan Hikaru. Sebaiknya kalian istirahat dulu, aku sudah menyiapkan tempat dan juga makanan untuk kalian.


Rei : Terimakasih banyak.


Chishou : Tidak, bukan masalah.


*setelahnya..


(*saat malam hari..)


Hyuki : Uh-huh.. hngg.. *perlahan membuka mata


Rei : Uh! Hyuki mulai sadar!


Sayon : Uh?! Hyuki?!


Hyuki : *tersadar


Sayon : *memeluk Hyuki. Akhirnya kau sadar juga.. *menangis. Huwaaaaa.. qο½₯゚ο½₯(οΎ‰Π”ο½€)ο½₯゚ο½₯q


Saka : Oi dia baru sadar tau! πŸ’’


Hyuki : Ini di..

__ADS_1


Rei : Kita sudah kembali.


Hyuki : Uh? Yuika bagaimana?


Yuika : Aku disini tikus.


Hyuki : Uh?! Yuika..? Uh?! Sayon.. tanganmu..


Sayon : Oh, ini? ya ini cuma patah sih. (*γƒ»βˆ€γƒ»*)


Hyuki : Kenapa malah kau anggap enteng? ε‡Έ


Sayon : Hei! apa kau tau? Yuika-


Yuika : Oi diamlah!! πŸ’’


Sayon : Sudah.. sudah.. tidak perlu malu. Kau kan sudah membantu menyelamatkan nyawa Hyuki.


Yuika : Ha?!! πŸ’’


Sayon : Yuika menggendong mu dengan tergesa-gesa tau, dia berusaha mencari pertolongan dan-


Yuika : Kau bicara sekali lagi akan ku tumbuk dengan panci ini!!


Sayon : Eh-! menyeramkan ( ̄へ οΏ£ ε‡Έ


Saka : Pffttt.. hahahaha..


Sayon : Jangan malah ketawa dong!


Saka : Iya iya maaf..


Hyuki : *lega. (*tangannya agak membeku)


*setelahnya..


(*saat semuanya sudah tidur)


Hyuki : *merenungkan kembali kejadian tadi


Hikaru : Hyuki.


Hyuki : Uh? Ayah? *menyembunyikan tangannya


Hikaru : Tidak perlu disembunyikan aku sudah tau


Hyuki : Uh-huh! maaf..


Hikaru : Daritadi.. kau menyebut nama Yuki, kenapa?


Hyuki : Uh?


Hikaru : Kau terus memanggilnya ibu


Hyuki : Aku tidak ingat dengan jelas.. maaf.


Hikaru : Jika ingin menangis maka menangis saja.


Hyuki : Uh?!


Hikaru : Aku tau saat sadar tadi kau ingin menangis.


Hyuki : A.. ayah.. *mengeluarkan air mata


Hikaru : Uh?!


Hyuki : *memeluk Hikaru. Maaf.. kan aku.. aku.. terlalu takut.. aku tidak punya keberanian. Aku terlalu lemah.. aku tidak seperti oniisama yang kuat dan berani.. aku.. *menangis


Hikaru : *mengelus kepala Hyuki. Ya aku mengerti, dulu aku juga seperti dirimu.


Hyuki : Eh?


Hikaru : Aku juga.. tidak punya keberanian untuk menangis.


Hyuki : Ayah.


Hikaru : Tidak perlu takut.. selama aku dan Hinotama masih hidup, kau akan baik-baik saja. *memeluk Hyuki


Hyuki : Ehm.


Hinotama : *menguping *merenungi kata-kata ayahnya dulu. Kenapa kau terlihat berbeda..?

__ADS_1


...π™…π˜Όπ™‰π™‚π˜Όπ™‰ π™‡π™π™‹π˜Ό 𝙇𝙄𝙆𝙀, π˜Ύπ™Šπ™ˆπ™€π™‰π™, π™‘π™Šπ™π™€ π™†π˜Όπ™‡π˜Όπ™ π™Žπ™π™†π˜Ό.....


...π™π™ƒπ˜Όπ™‰π™†π™ŽπŸŒΉπŸŒΉ.....


__ADS_2