Academy Heiki -- Fight Together

Academy Heiki -- Fight Together
S3 Part 1 : #15. Rei Vs Hyuki #2


__ADS_3

Rei&Hyuki : Selain bertarung dengan sungguh-sungguh!


*mengeluarkan pedang*


Rei : Uh?! Pedang es? ๐˜š๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ช?! Bagaimana bisa?


Hyuki : Tidak perlu terkejut begitu, aku ingin pertarungan ini selesai dengan cepat. Apa kurang jelas? *dingin*


Rei : Tidak.. semuanya sudah jelas..


*bertarung sengit


Ryuen : Mereka menggunakan 2 pedang dari akademi?!


Sayon : Kalau begini, aku khawatir mereka bisa-.


Rei : Uh?! *tergores*


Hyuki : Kenapa.. dia masih sempat menghindar? *berfikir*


Rei : Tadi itu hampir saja.. sekarang aku tidak punya pilihan lain.. aku harus melawannua dengan serius jika tidak aku bisa kalah.


Hyuki : Bertarung denganmu rasanya membosankan. *dingin*


Rei : Uh?


Hyuki : Tapi karena terpaksa harus bagaimana lagi? Bertarung dengan orang baik seperti dirimu, tidak akan membawa kemenangan apa pun. *menggunakan teknik


Rei : Aku harus menemukan celah.. kuda-kuda nya hampir tidak bercelah sedikitpun, Hyuki.. dia-! *berfikir


Hyuki : *melontarkan es


Rei : Uh?! Dari bawah?! *melompat *menghindar


Hyuki : Mustahil dia bisa bergerak di udara *berfikir


Rei : *membalas serangan


Hyuki ::Gawat! Ah! *terhempas


Rei : Huh.. huh.. huh.. *kelelahan


Hyuki : Sial.. pedang itu lebih menyakitkan daripada dugaanku.. sudah ku duga bertarung dengan Rei akan sia-sia.. tapi.. jika aku tidak bertarung.. ayah bisa marah.. *berfikirn*berdiri


Rei : Hyuki..


Hyuki : Huh.. ๐˜š๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ช!


Rei : Uh-huh?!! *menghindar

__ADS_1


Hyuki : Uh?! Kenapa dia bisa menghindari nya? *berfikir


Rei : Hyuki! Kau memang bodoh! Hyuki!


Hyuki : Uh?!


Rei : Menggunakan senjata akademi dengan salah nyawamu bisa jadi taruhannya!! Jangan bercanda Hyuki!! *berteriak*


Hyuki : Berisik!! Memangnya apa pedulimu?! Nyawaku tidak ada hubungan nya dengan nyawamu!


Rei : Hyuki..


Sayon : Siapa sangka Hyuki memiliki pedang yang sekuat itu?


Ryuen : Tapi Rei juga memiliki pedang yang kuat. Mustahil bisa menentukan siapa yang akan menang nanti


Rei : Uh?! *menghindar


*bertarung sangat sengit.


Hyuki : *melontarkan serangan es


Rei : Uh-huh?!! *tergores di bagian pipi


Hyuki : Sudah 8 menit? Dan aku baru melukai segores itu saja? *berfikir*


Rei : Hampir saja..


(di sisi lain)


Sawaki : Tuan Hinotama.. *membungkuk


Hinotama : Sawaki, bagaimana kondisimu?


Sawaki : Sudah membaik.. Terimakasih sudah bertanya..


Hinotama : Rio dan teman-temannya bagaimana?


Sawaki : Mereka masih berada di tempat saya untuk memantau situasi sekitar.


Hinotama : Sawaki.. ada tugas untukmu..


Sawaki : Apa itu tuan Hinotama?


Hinotama : Tolong sampaikan pesan pada ayah sialan itu. Katakan kalau aku akan mengambil Hyuki kembali


Sawaki : Segera saya sampaikan tuan.. *pergi


Hinotama : Dasar ayah sialan.

__ADS_1


(di arena)


Hyuki : Ah! *terhempas


Rei : Huh.. huh.. huh.. tenagaku.. *kelelahan*m


Hyuki : Kalau sudah begini.. aku tidak punya pilihan lain.. *menggunakan serangan es


Rei : Uh-huh?! *menghindar


Hyuki : Kena! Uh-huh?! *menghindar


Rei : Hampir saja.. sedikit lagi.. aku hampir mengenainya.. *kelelahan


Hyuki : Apa yang barusan? Sejak kapan dia melempar pisau itu? Selain itu, kapan dia membawa pisau? Apa dari pedang itu? *berfikir


Rei : Aku.. sudah kehabisan tenaga.. pedang ini menguras tenaga lebih banyak saat dipakai terlalu sering, selain itu.. Hyuki juga sudah terluka parah.. apa pertandingan nya akan berakhir begitu saja? *berfikir


Hyuki : Huh.. huh.. huh.. *kelelahan


Hikaru : Tch! Tidak bisa diharapkan. *kesal


Hyuki : Aku tidak boleh.. aku tidak boleh sampai kalah.. *berfikir Uh-huh!! Ah. *muntah darah


Semuanya : Uh-huh?! *terkejut*


Rei : Uh-huh?! *syok


Ryuen : Apa yang terjadi dengan Hyuki?


Sayon : Entahlah..


Hinotama : Dasar.. ayah sialan.. *kesal


Saka : Keluarga Utama memang kacau, sekarang entah apa yang akan terjadi lagi *berfikir


Hyuki : Kenapa dadaku terasa sesak? Sakit.. *kesakitan


Rei : Hyuki?! Kau baik-baik saja?!


Hyuki : Jangan mendekat!


Rei : Uh?


Hyuki : *berdiri. Kita lanjutkan saja pertarungannya nya..


Rei : Terserah kau saja.


...๐™…๐˜ผ๐™‰๐™‚๐˜ผ๐™‰ ๐™‡๐™๐™‹๐˜ผ ๐™‡๐™„๐™†๐™€, ๐˜พ๐™Š๐™ˆ๐™€๐™‰๐™, ๐™‘๐™Š๐™๐™€ ๐™†๐˜ผ๐™‡๐˜ผ๐™ ๐™Ž๐™๐™†๐˜ผ.....

__ADS_1


...๐™๐™ƒ๐˜ผ๐™‰๐™†๐™Ž๐ŸŒน๐ŸŒน.....


__ADS_2