
Rei&Hyuki : Selain bertarung dengan sungguh-sungguh!
*mengeluarkan pedang*
Rei : Uh?! Pedang es? ๐๐ข๐ฎ๐ถ๐ช?! Bagaimana bisa?
Hyuki : Tidak perlu terkejut begitu, aku ingin pertarungan ini selesai dengan cepat. Apa kurang jelas? *dingin*
Rei : Tidak.. semuanya sudah jelas..
*bertarung sengit
Ryuen : Mereka menggunakan 2 pedang dari akademi?!
Sayon : Kalau begini, aku khawatir mereka bisa-.
Rei : Uh?! *tergores*
Hyuki : Kenapa.. dia masih sempat menghindar? *berfikir*
Rei : Tadi itu hampir saja.. sekarang aku tidak punya pilihan lain.. aku harus melawannua dengan serius jika tidak aku bisa kalah.
Hyuki : Bertarung denganmu rasanya membosankan. *dingin*
Rei : Uh?
Hyuki : Tapi karena terpaksa harus bagaimana lagi? Bertarung dengan orang baik seperti dirimu, tidak akan membawa kemenangan apa pun. *menggunakan teknik
Rei : Aku harus menemukan celah.. kuda-kuda nya hampir tidak bercelah sedikitpun, Hyuki.. dia-! *berfikir
Hyuki : *melontarkan es
Rei : Uh?! Dari bawah?! *melompat *menghindar
Hyuki : Mustahil dia bisa bergerak di udara *berfikir
Rei : *membalas serangan
Hyuki ::Gawat! Ah! *terhempas
Rei : Huh.. huh.. huh.. *kelelahan
Hyuki : Sial.. pedang itu lebih menyakitkan daripada dugaanku.. sudah ku duga bertarung dengan Rei akan sia-sia.. tapi.. jika aku tidak bertarung.. ayah bisa marah.. *berfikirn*berdiri
Rei : Hyuki..
Hyuki : Huh.. ๐๐ข๐ฎ๐ถ๐ช!
Rei : Uh-huh?!! *menghindar
__ADS_1
Hyuki : Uh?! Kenapa dia bisa menghindari nya? *berfikir
Rei : Hyuki! Kau memang bodoh! Hyuki!
Hyuki : Uh?!
Rei : Menggunakan senjata akademi dengan salah nyawamu bisa jadi taruhannya!! Jangan bercanda Hyuki!! *berteriak*
Hyuki : Berisik!! Memangnya apa pedulimu?! Nyawaku tidak ada hubungan nya dengan nyawamu!
Rei : Hyuki..
Sayon : Siapa sangka Hyuki memiliki pedang yang sekuat itu?
Ryuen : Tapi Rei juga memiliki pedang yang kuat. Mustahil bisa menentukan siapa yang akan menang nanti
Rei : Uh?! *menghindar
*bertarung sangat sengit.
Hyuki : *melontarkan serangan es
Rei : Uh-huh?!! *tergores di bagian pipi
Hyuki : Sudah 8 menit? Dan aku baru melukai segores itu saja? *berfikir*
Rei : Hampir saja..
(di sisi lain)
Sawaki : Tuan Hinotama.. *membungkuk
Hinotama : Sawaki, bagaimana kondisimu?
Sawaki : Sudah membaik.. Terimakasih sudah bertanya..
Hinotama : Rio dan teman-temannya bagaimana?
Sawaki : Mereka masih berada di tempat saya untuk memantau situasi sekitar.
Hinotama : Sawaki.. ada tugas untukmu..
Sawaki : Apa itu tuan Hinotama?
Hinotama : Tolong sampaikan pesan pada ayah sialan itu. Katakan kalau aku akan mengambil Hyuki kembali
Sawaki : Segera saya sampaikan tuan.. *pergi
Hinotama : Dasar ayah sialan.
__ADS_1
(di arena)
Hyuki : Ah! *terhempas
Rei : Huh.. huh.. huh.. tenagaku.. *kelelahan*m
Hyuki : Kalau sudah begini.. aku tidak punya pilihan lain.. *menggunakan serangan es
Rei : Uh-huh?! *menghindar
Hyuki : Kena! Uh-huh?! *menghindar
Rei : Hampir saja.. sedikit lagi.. aku hampir mengenainya.. *kelelahan
Hyuki : Apa yang barusan? Sejak kapan dia melempar pisau itu? Selain itu, kapan dia membawa pisau? Apa dari pedang itu? *berfikir
Rei : Aku.. sudah kehabisan tenaga.. pedang ini menguras tenaga lebih banyak saat dipakai terlalu sering, selain itu.. Hyuki juga sudah terluka parah.. apa pertandingan nya akan berakhir begitu saja? *berfikir
Hyuki : Huh.. huh.. huh.. *kelelahan
Hikaru : Tch! Tidak bisa diharapkan. *kesal
Hyuki : Aku tidak boleh.. aku tidak boleh sampai kalah.. *berfikir Uh-huh!! Ah. *muntah darah
Semuanya : Uh-huh?! *terkejut*
Rei : Uh-huh?! *syok
Ryuen : Apa yang terjadi dengan Hyuki?
Sayon : Entahlah..
Hinotama : Dasar.. ayah sialan.. *kesal
Saka : Keluarga Utama memang kacau, sekarang entah apa yang akan terjadi lagi *berfikir
Hyuki : Kenapa dadaku terasa sesak? Sakit.. *kesakitan
Rei : Hyuki?! Kau baik-baik saja?!
Hyuki : Jangan mendekat!
Rei : Uh?
Hyuki : *berdiri. Kita lanjutkan saja pertarungannya nya..
Rei : Terserah kau saja.
...๐ ๐ผ๐๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ.....
__ADS_1
...๐๐๐ผ๐๐๐๐น๐น.....