
Hikaru : Aku pikir ini waktu yang bagus untuk istirahat.
Semuanya : Eh-? β’ β’ β’
Hikaru : Apa?!
Saka : Aku tidak menyangka paman bisa bicara begitu.
Hikaru : Hmph. Aku menghargai kerja keras kalian.
Sayon : Gila paman!
Hikaru : Ha?
Sayon : Senyum lagi!
Hikaru : Apa maksudmu? π’
Sayon : Senyum nya bikin salting sumpah (Β΄ΰΌΰΊΆ ΝΚ ΰΌΰΊΆ `)
Saka : Heh-?! Padahal kau sendiri tidak perlu memuji senyuman ku.
Sayon : Peduli amat, aku sudah biasa melihatmu tersenyum.
Saka : Ha? π’
Hikaru : Huhh.. *pergi
*disisi lain kapal
Hikaru : Dia tertidur?
Hinotama : Ya. Dia terlihat kelelahan. *kesal
.
.
.
Hinotama : Kenapa aku tidak bisa membantunya? Aku tidak habis pikir Hyuki akan menjadi sasaran.
Hikaru : Kau sudah membunuh siluman itu kan?
Hinotama : Ya. Dia tidak terlalu kuat jadi bisa ku bunuh dengan mudah.
Hikaru : Bagaimana kau bisa tau kelemahan nya adalah api?
Hinotama : Habisnya kita dibawah air kan? Saat mendengar keterangan dari Yuika aku merasa kalau tubuhnya juga dimodifikasi oleh boneka.
Hikaru : Hmph. Pemikiran kita sama.
Hinotama : Aku tidak mau Hyuki terlibat masalah. Awalnya aku tidak setuju dia masuk ke akademi. Tapi karena wajah Hyuki saat itu.. rasanya aku tidak bisa menolaknya.
Hikaru : Tapi lihat sisi baiknya, setidaknya Hyuki yang sekarang bukan gadis lemah.
Hinotama : Tapi tetap saja.
__ADS_1
Hyuki : Hngg..
Hinotama : Uh!
Hikaru : Sebaiknya kita bicarakan di luar.
.
.
.
Hikaru : Aku mengerti kalau saat ini kau merasa sangat bersalah.
Hinotama : Aku khawatir jika semisalnya Hyuki akan dapat musibah lagi.
Hikaru : Kenapa kau bisa memberikannya nama?
Hinotama : Habisnya Hyuki itu terdengar seperti gadis polos kan?
Hikaru : Bagiku lebih seperti gadis dingin.
Hinotama : Sama saja.
Hikaru : Sebelumnya nama itu juga ada di buku catatan Yuki.
Hinotama : Eh? maksud ayah..?
Hikaru : Dia mencatat nama-nama perempuan yang cocok dengan putrinya, habisnya nama juga mewakili sifat dari anak itu sendiri kan.
Hinotama : Jadi.. yang memberikanku nama Hinotama itu ayah kan?
Hikaru : Ha?
Hikaru : Lalu apa hubungannya dengan namaku?
Hinotama : Kan 11 12, api juga memancarkan cahaya jadi nama nya pasti dari ayah kan?
Hikaru : Ya.
Hinotama : Ngaku daritadi kek π’
Hikaru : Ck.
Hinotama : Huhh..
Hikaru : Aku juga sering memanggilnya dengan sebutan Hyuki, sebelum kau datang menjemput nya.
Hinotama : Uh!
.
.
.
Hinotama : Jadi.. itu sebabnya Yuika tau nama Hyuki? Lalu kenapa saat pertama kali bertemu Hyuki malah tidak tau namanya?
__ADS_1
Hikaru : Entahlah..
Hinotama : Ternyata kita sekeluarga sepemikiran ya.
Hikaru : Ha?
Hinotama : Ayah sendiri pasti suka dengan nama Hyuki kan?
Hikaru : Ya.
Hinotama : Aku masih ingin Hyuki menikmati masa mudanya, aku ingin dia bersenang-senang layaknya anak seusianya.
Hikaru : Ya, aku juga.
.
.
.
.
.
.
Saka : Oh! disini rupanya!
Hinotama : !! apaan sih, kenapa muncul tiba-tiba begitu?!
Saka : Kami sedang bermain, mau bergabung?
Hinotama : Tidak, terimakasih.
Saka : Ayo dong Hinotama.. adikmu saja ikut lo.
Hinotama : Ha?! tapi bukankah Hyuki masih tidur?!
Saka : Oh, tadi dia terbangun saat aku kemari. Jadi aku juga mengajaknya untuk bergabung.
Hinotama : π’
Saka : Paman Hikaru juga ikutan?
Hikaru : Tidak perlu, kalian pergi saja.
Saka : Oke. Ayo Hinotama.
Hinotama : Iya.. iya..
.........
Hinotama : Hei ayah, apa sebelumnya kau pernah berfikir tentang bagaimana kehidupan mu kedepannya?
Hikaru : Tidak. Aku tidak pernah peduli dengan kehidupan ku selanjutnya. Karena aku tau.. ujung dari kehidupan adalah kematian.
Hinotama : Begitu.
__ADS_1
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
...πππΌππππΉπΉ.....