Academy Heiki -- Fight Together

Academy Heiki -- Fight Together
S5 : #18. Percakapan


__ADS_3

Hikaru : Aku pikir ini waktu yang bagus untuk istirahat.


Semuanya : Eh-? β€’ β€’ β€’


Hikaru : Apa?!


Saka : Aku tidak menyangka paman bisa bicara begitu.


Hikaru : Hmph. Aku menghargai kerja keras kalian.


Sayon : Gila paman!


Hikaru : Ha?


Sayon : Senyum lagi!


Hikaru : Apa maksudmu? πŸ’’


Sayon : Senyum nya bikin salting sumpah (´༎ຢ ΝœΚ– ༎ຢ `)


Saka : Heh-?! Padahal kau sendiri tidak perlu memuji senyuman ku.


Sayon : Peduli amat, aku sudah biasa melihatmu tersenyum.


Saka : Ha? πŸ’’


Hikaru : Huhh.. *pergi


*disisi lain kapal


Hikaru : Dia tertidur?


Hinotama : Ya. Dia terlihat kelelahan. *kesal


.


.


.


Hinotama : Kenapa aku tidak bisa membantunya? Aku tidak habis pikir Hyuki akan menjadi sasaran.


Hikaru : Kau sudah membunuh siluman itu kan?


Hinotama : Ya. Dia tidak terlalu kuat jadi bisa ku bunuh dengan mudah.


Hikaru : Bagaimana kau bisa tau kelemahan nya adalah api?


Hinotama : Habisnya kita dibawah air kan? Saat mendengar keterangan dari Yuika aku merasa kalau tubuhnya juga dimodifikasi oleh boneka.


Hikaru : Hmph. Pemikiran kita sama.


Hinotama : Aku tidak mau Hyuki terlibat masalah. Awalnya aku tidak setuju dia masuk ke akademi. Tapi karena wajah Hyuki saat itu.. rasanya aku tidak bisa menolaknya.


Hikaru : Tapi lihat sisi baiknya, setidaknya Hyuki yang sekarang bukan gadis lemah.


Hinotama : Tapi tetap saja.

__ADS_1


Hyuki : Hngg..


Hinotama : Uh!


Hikaru : Sebaiknya kita bicarakan di luar.


.


.


.


Hikaru : Aku mengerti kalau saat ini kau merasa sangat bersalah.


Hinotama : Aku khawatir jika semisalnya Hyuki akan dapat musibah lagi.


Hikaru : Kenapa kau bisa memberikannya nama?


Hinotama : Habisnya Hyuki itu terdengar seperti gadis polos kan?


Hikaru : Bagiku lebih seperti gadis dingin.


Hinotama : Sama saja.


Hikaru : Sebelumnya nama itu juga ada di buku catatan Yuki.


Hinotama : Eh? maksud ayah..?


Hikaru : Dia mencatat nama-nama perempuan yang cocok dengan putrinya, habisnya nama juga mewakili sifat dari anak itu sendiri kan.


Hinotama : Jadi.. yang memberikanku nama Hinotama itu ayah kan?


Hikaru : Ha?


Hikaru : Lalu apa hubungannya dengan namaku?


Hinotama : Kan 11 12, api juga memancarkan cahaya jadi nama nya pasti dari ayah kan?


Hikaru : Ya.


Hinotama : Ngaku daritadi kek πŸ’’


Hikaru : Ck.


Hinotama : Huhh..


Hikaru : Aku juga sering memanggilnya dengan sebutan Hyuki, sebelum kau datang menjemput nya.


Hinotama : Uh!


.


.


.


Hinotama : Jadi.. itu sebabnya Yuika tau nama Hyuki? Lalu kenapa saat pertama kali bertemu Hyuki malah tidak tau namanya?

__ADS_1


Hikaru : Entahlah..


Hinotama : Ternyata kita sekeluarga sepemikiran ya.


Hikaru : Ha?


Hinotama : Ayah sendiri pasti suka dengan nama Hyuki kan?


Hikaru : Ya.


Hinotama : Aku masih ingin Hyuki menikmati masa mudanya, aku ingin dia bersenang-senang layaknya anak seusianya.


Hikaru : Ya, aku juga.


.


.


.


.


.


.


Saka : Oh! disini rupanya!


Hinotama : !! apaan sih, kenapa muncul tiba-tiba begitu?!


Saka : Kami sedang bermain, mau bergabung?


Hinotama : Tidak, terimakasih.


Saka : Ayo dong Hinotama.. adikmu saja ikut lo.


Hinotama : Ha?! tapi bukankah Hyuki masih tidur?!


Saka : Oh, tadi dia terbangun saat aku kemari. Jadi aku juga mengajaknya untuk bergabung.


Hinotama : πŸ’’


Saka : Paman Hikaru juga ikutan?


Hikaru : Tidak perlu, kalian pergi saja.


Saka : Oke. Ayo Hinotama.


Hinotama : Iya.. iya..


.........


Hinotama : Hei ayah, apa sebelumnya kau pernah berfikir tentang bagaimana kehidupan mu kedepannya?


Hikaru : Tidak. Aku tidak pernah peduli dengan kehidupan ku selanjutnya. Karena aku tau.. ujung dari kehidupan adalah kematian.


Hinotama : Begitu.

__ADS_1


...π™…π˜Όπ™‰π™‚π˜Όπ™‰ π™‡π™π™‹π˜Ό 𝙇𝙄𝙆𝙀, π˜Ύπ™Šπ™ˆπ™€π™‰π™, π™‘π™Šπ™π™€ π™†π˜Όπ™‡π˜Όπ™ π™Žπ™π™†π˜Ό.....


...π™π™ƒπ˜Όπ™‰π™†π™ŽπŸŒΉπŸŒΉ.....


__ADS_2