
*disisi lain..
Sayon : Aku merinding.
Saka : Berarti ada sesuatu disekitar sini kan?
Hinotama : Aku juga merasa begitu.
Sayon : J-jangan malah nakutin dong!! ˚‧º·(˚ ˃̣̣̥⌓˂̣̣̥ )‧º·˚
Raya : Loh? ada 2 jalan di depan sana.
.
.
.
Hikaru : Kita berpencar lagi. Hinotama, Saka, Rei dan Sayon pergi ke arah kiri. Sisanya ikut denganku.
Saka : Cepet banget ngomong nya.
.
.
.
Rei : Disini benar-benar lembab, bau nya juga menyengat
Sayon : Berarti kita berada di jalur yang benar?
Saka : Mungkin saja.
//serangan dari arah belakang!!
Rei : Uh-huh!!
.
.
.
.
.
Hyuki : Arghh!!
Lucy : Bagaimana rasanya disiksa kembali? aku yakin ini bukan apa-apa bagimu kan? habisnya kau bisa pulih lagi dengan darahmu itu.
Hyuki : Uh!
Lucy : Ohh.. benar juga.. darahmu sudah banyak yang berhamburan ya. Aku hampir lupa.
Hyuki : Ke.. napa.. kau..
__ADS_1
Lucy : Ha?
Hyuki : Kau.. sangat ingin.. mendapatkan tahtanya.. ayah.. kan..? *kesakitan
Lucy : Huhh.. ternyata kau peka juga ya. Ya.. karena tuan Hikaru itu sangat disembah oleh para siluman lainnya, pengakuannya terhadap kekalahan para siluman kepada umat manusia membuat kami sangat marah.
Hyuki : Tapi.. bukankah ini juga menguntungkan buat kalian? kami tidak perlu memusnahkan kalian lagi, bahkan.. banyak siluman sudah bergabung dan setuju dengan-. Akhh!!
Lucy : *menendang. Berisik. Itu bagi mereka, bagi kami berbeda. Aku, Fusa, Sugo, sangat membenci perdamaian ini. Kami punya harga diri sebagai siluman, kami tidak akan tunduk pada umat manusia.
Hyuki : Huh.. huh.. kuakui tekad kalian itu baik.
Lucy : Terimakasih saja.
Hyuki : Tapi.. kami para manusia.. tidak pernah sekalipun memaksa para siluman untuk tunduk pada kami.
Lucy : Heh~ memangnya begitu? kenyataan nya yang kudengar hanyalah para manusia yang membangga-banggakan kemenangannya kemudian berkata “ akhirnya.. para siluman itu kalah juga.. ” kemudian “ mereka pasti tidak akan berani menyerang lagi ” begitu.
Hyuki : Uhuk! uhuk!
Lucy : Ngomong-ngomong, awalnya kau juga dibenci oleh manusia kan?
Hyuki : Uh!
Lucy : Karena kau berpihak pada siluman saat Setsujin berlangsung.
Hyuki : *kesal pada diri sendiri
Lucy : Apa sebegitu takutnya kau pada tuan Hikaru? sampai-sampai kau menuruti segala perintahnya yang mungkin bisa membuatmu mati dan sengsara?
Lucy : Kau terlihat seperti gadis yang tidak memiliki harga diri.
Hyuki : Huh!
Lucy : Menuruti segala perintah, tidak bisa membuat keputusan, selalu bergantung pada keputusan orang lain, kau itu.. benar-benar rendahan.
Hyuki : Ck. Kau sendiri juga sama kan?
Lucy : Ha?
Hyuki : Apa kau hanya ingin melihat ku dirantai kesakitan sementara kau sendiri terus memukul ku.
Lucy : Ya, memang itu tujuan awal ku.
Hyuki : Hmph. Itu jelas yang dilakukan seorang pecundang.
Lucy : Uh!
Hyuki : Kenapa kau malah merantaiku? jika kau percaya diri bisa menang seharusnya kau melepaskan rantai ini kan?
Lucy : Kau ini bicara apa-?! Ck. Kau sudah tidak berdaya jadi diam saja!
Hyuki : Berisik. *menarik rantai *terlepas
Lucy : Uh-huh!
Hyuki : Aku tidak suka saat ada orang yang membawa nama keluarga ku dalam masalahku. *menarik rantai. Kenapa daritadi kau bicara tentang kekuasaan milik ayah? *terlepas *berdiri
__ADS_1
Lucy : Menyebalkan. *melontarkan tendangan
Hyuki : *menahan
Lucy : Uh?!
Hyuki : *menyerang balik
Lucy : Ck. *menendang
Hyuki : *menghindar
Lucy : Tch.
Hyuki : *memukul
Lucy : Arghh!
Hyuki : Uh-huh.. huh.. huh..
Lucy : *mengusap darah du bibirnya. Menyebalkan, kau berani memukul wajahku ya.
Hyuki : Maaf saja, tapi dalam pertarungan itu tidak penting.
Lucy : Kau salah.
Hyuki : Uh!
Lucy : Huh.. pasti karena dibesarkan tanpa kasih sayang kau jadi tidak tau apa yang berharga bagi seorang wanita.
Hyuki : Uh.
Lucy : Bagi wanita wajah itu adalah hal yang penting. Meskipun dia adalah seorang petarung atau pemburu siluman sekalipun, kecantikan adalah hal yang utama.
Hyuki : Apa yang kau bicarakan? dalam melindungi umat manusia itu tidak penting. Keselamatan-
Lucy : Kau salah.
Hyuki : Uh.
Lucy : Bagi wanita kecantikan itu hal yang utama, kalau wajahmu rusak hanya karena pukulan atau luka maka berakhir sudah kehidupan mu.
Hyuki : *kesal
Lucy : Tapi ya.. entah kenapa kau tidak berubah sama sekali. Makin wajahmu terluka kecantikan mu tetap terlihat. Padahal aku sudah memukul dan menendang nya sekuat tenaga. Itu membuatku iri.
Hyuki : Uh-huh!
Lucy : Aku iri dengan kecantikan mu yang tidak pudar itu, entah kenapa semakin wajahmu dipukuli kecantikan nya tidak hilang, sial.. *kesal *marah
Hyuki : *gemetar. Aura ini..
Lucy : Aku akan menghabisi mu, Hida Hyuki.
...𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝘾𝙊𝙈𝙀𝙉𝙏, 𝙑𝙊𝙏𝙀 𝙆𝘼𝙇𝘼𝙐 𝙎𝙐𝙆𝘼.....
...𝙏𝙃𝘼𝙉𝙆𝙎🌹🌹.....
__ADS_1