
"7 tahun kemudian"
"18.45 sore"
Teman : Argh! *dipukul
Saka : Kembalikan tas ku.
Teman : I-ini ambil saja..
Teman : Ayo kita pergi.
Saka : Tch! Dasar lemah!
(di perjalanan pulang)
Saka : Uh-?
Sayon : Tidak.. aku..
Teman : Ayolah.. berikan saja..
Sayon : Tidak bisa-! Uh-huh! *dipukul
Teman : Dasar keras kepala!
Sayon : Ma-
Saka : *menarik dan memeluk Sayon
Sayon : Uh?
Semua teman : Uh?!
Teman : Oi?! Siapa kau?!
Teman : Jangan bicara begitu! Dia itu Saka ketua OSIS Akademi Heiki.
Teman : Siapa peduli?! Kau tidak bisa mengurusi urusan orang lain! Kau-!
Saka : Urusan adikku juga urusanku. Kalian pikir kalian siapa? *tatapan kejam
Teman : *ketakutan
Teman : Ayo pergi, jangan cari gara-gara dengannya.
Teman : Tch!
(di rumah)
Ayah : Saka, kau bertengkar lagi?
Ibu : Seharusnya kau tidak bertengkar..
__ADS_1
Saka : Aku-
Sayon : Oniisama melakukan itu demi aku..
Ayah : Sayon?
Sayon : Aku yang membuat oniisama jadi begini.. Oniisama membantu ku saat aku dibully teman tadi. Maafkan aku..
Saka : Uh-?
Ibu : Jadi begitu..
Ayah : Kalau begitu kali ini ayah maafkan. Tapi lain kali jangan diulangi lagi.
Saka : Ba-baik.
(setelahnya)
Saka : Sa-sayon.
Sayon : Hm?
Saka : Soal yang tadi.. kenapa kau-?
Sayon : Aku membuat kesalahan ya? Maafkan aku..
Saka : Tidak, kau tidak membuat kesalahan.. Aku ingin berterimakasih padamu. Terimakasih..
Sayon : Sama-sama..
Sayon : Hm?
Saka : Malam ini.. mau kutemani tidur? Kau takut sendirian kan? Aku sudah bicara pada ibu juga sih..
Sayon : Oniisama.. boleh kok.
Saka : Uh? Baiklah.
(sekarang)
Sayon : Jadi dulu itu kau benar-benar membenciku.?
Saka : Ya.
Sayon : Sulit dipercaya..
Saka : Kau benar, aku pikir adik perempuan itu hanya akan merepotkan ku saja.
Sayon : Uh?
Saka : Tapi ternyata aku salah.. semua adik itu sama saja, mengikuti jalan kakaknya, terkadang juga mengikuti cara berpakaian atau hal yang disukai kakaknya. Tapi rasanya kau ber-
Sayon : Kau salah.
__ADS_1
Saka : Hm?
Sayon : Aku.. sangat..
Saka : Sayon, wajahmu memerah.
Sayon : Ξ£(βΠ΄β) Su-sudahlah.. lupakan saja.
Saka : Ya ampun.. kau ini tidak pernah berubah.
*di arena
Wan : Kalau begitu langsung saja kita mulai pertandingan terakhir dari Setsujin!! Perwakilan dari umat manusia,, Hida Hinotama! Melawan perwakilan umat siluman,, Zuki!!
Zuki : Hehe. *tertawa licik
Hinotama : Jadi bukan ayah sialan itu ya.?
Zuki : Maaf mengganggu reuni ayah dan anak nya tapi.. jangan lupa janji kita Hinotama.
Hinotama : Aku tidak mungkin melupakan nya bodoh.
Zuki : Syukur lah kalau begitu.
Wan : Pertandingan terakhir Setsujin! Dimulai!!
*di sisi lain
Hyuki : Asuna.. aku sudah datang sesuai dengan janjiku..
Ayah Asuna : Setelah Asuka, bahkan Asuna juga..
Ibu Asuna : Terimakasih.. terimakasih karena sudah membawa Asuna kembali.. *menangis*
Hyuki : Aku benar-benar minta maaf.. aku gagal melindungi Asuna.. aku minta maaf *merasa sangat bersalah*
Ibu : Kau-
Hyuki : Maaf.. Asuna menitipkan liontin nya tadi, jadi-
Ibu Asuna : Aku bisa melihatnya kok..
Hyuki : Uh?
Ibu Asuna : Kau bawa saja, aku yakin Asuna sangat menginginkan temannya yang membawanya. Terimakasih sudah menemani Asuna untuk yang terakhir kalinya~ *memeluk Hyuki
Hyuki : Tidak.. bukan begitu.. Aku.. gagal menyelamatkan nya.. aku sudah gagal.. bahkan aku tidak pantas.. disebut temannya.. maafkan aku.. *berlutut
Ayah Asuna : Angkat kepala mu.. tidak seharusnya kau berlutut pada kami. Bahkan dalam kondisimu yang terluka parah pun, kau masih tetap memberanikan diri untuk bertemu dengan kami. Untuk yang terakhir kalinya, terimakasih ya~
Hyuki : Sama-sama..
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
__ADS_1
...πππΌππππΉπΉ.....