
Hyuki : *berdiri. Kita lanjutkan saja pertarungannya nya..
Rei : Terserah kau saja.
(di sisi lain)
Saka : Oi! Aku ingin bicara dengan kalian berdua..
Raya : Ta-
Rai : Raya, kau fokus saja pada pertarungannya.
(setelahnya)
Saka : Butuh rokok?
Rai : Terimakasih..
Saka : Hinotama?
Hinotama : Terimakasih..
Saka : Karena didalam di larang merokok aku jadi tidak bisa merokok
Rai : Kau mengajak kami kemari hanya untuk merokok?
Saka : Bukan cuma itu saja..
Hinotama : Lalu?
Saka : Soal Hyuki.. *menghisap rokok. Aku dengar dia sudah melanggar aturan akademi, bahkan sampai disidang.
Hinotama : Ya, kau benar..
Saka : Tapi Hyuki punya bakat yang hebat, dia adalah satu-satunya murid yang memiliki kemampuan es, juga bisa mengendalikan pedang ๐ด๐ข๐ฎ๐ถ๐ช dengan baik. Kita tidak seharusnya kehilangan dia.
Hinotama : Ini adalah salahku, tidak seharusnya kau membebani hidupnya. Jika saja aku tidak menyerahkannya pada ayah sialan itu, Hyuki tidak mungkin jadi seperti ini..
Saka : Kau ada benarnya juga.. Lalu, soal Rei.. dia sangat pandai dalam mengatur strategi, dia juga menggunakan pedang yang digunakan sebagai lambang akademi, pedang ๐ฉ๐ฆ๐ช๐ฌ๐ช. Mereka berdua adalah murid terbaik yang kita miliki saat ini.
Rai : Kenapa jadi membawa nama Rei segala?
Saka : Kenapa raut wajahmu begitu? Aku tidak akan berbuat apapun pada adik perempuan mu itu.
Rai : Huh.. *menghisap rokok
__ADS_1
Saka : Mereka berdua mengingatkan ku pada kalian berdua saat masih SMA, kalian paling disegani di akademi.
Hinotama : Ya, kau-
Saka : Tapi!
Rai&Hinotama : Eh?(ยดยบโยบ๏ฝ)
Saka : Kalian sangat payah dalam hal pertemanan dan persahabatan, tidak seperti Rei dan Hyuki.
Rai&Hinotama : Eh-! (-"-;)
Saka : Di setiap generasi pasti ada yang mewarisi suatu hal, kemungkinan mereka bisa menggantikan tugas-tugas kita sebagai OSIS.
Rai : Tapi sekarang mereka sedang bertarung, kemungkinan hanya salah satu diantara mereka yang bisa menang.
Saka : Kalian berdua, apa kalian berdua sudah siap? Jika semisalnya kehilangan adik perempuan kesayangan kalian?
Rai : Entahlah..
Saka:Jawabanmu itu terdengar seperti "kakak yang tidak mau kehilangan adiknya"
Rai : Kau sendiri, apa kau mau kehilangan adikmu?
Saka : Jika dia memang ingin meninggalkan ku, aku tidak punya pilihan selain menerimanya. Bagaimana denganmu Hinotama?
Saka : Kenapa jawabanmu tidak ada bedanya dengan Rai?
Rai : Sudahlah.. kenapa kita jadi membicarakan adik perempuan?
Saka : Karena-
Sayon : Niisan mesum..
Semuanya : Eh-! (ยด๏ผะด๏ผ)
Saka : Sayon?!
Sayon : Kenapa kau selalu saja menghilang? Aku tidak mau membuat laporan soal pertandingan nya lagi.
Rai : Oi Saka! Jangan bilang kalau-
Saka : Benar.. Sayon yang membuat laporannya..
Rai&Hinotama : Dasar bodoh.
__ADS_1
Sayon : Maaf, aku tau isi urusan OSIS tapi.. setidaknya aku harus membawanya kembali ke arena..
Saka : Kau tidak bisa bersabar sedikit ya.. Sampai nanti, Rai.. Hinotama..
Sayon : Ayo kita pergi.. *mendorong Saka
Saka : Iya.. iya..
Rai : Hinotama.. Jika memang harus kehilangan Raya atau Rei, aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri.
Hinotama : Jika aku kehilangan Hyuki hanya karena urusan akademi, aku tidak masalah.
Rai : Begitu ya.
(di arena)
Manusia : Ayoo!! Bangkitlah!!
*sorakan
Siluman : Oi!! jangan mau kalah!! cepat bangkit!!
*sorakan
Rei&Hyuki : ..
*terbaring lemas
Hyuki : 15 menit sudah berlalu.. aku masih belum bisa mengalahkannya, tenagaku juga sudah hampir habis *berfikir*
Rei : Jika aku menyerah, aku bisa saja mengecewakan semua orang, tidak.. itu tidak boleh terjadi.. *berfikir*
Hyuki : Aku..
Rei : Tidak boleh..
Rei&Hyuki : Sampai kalah!
*bangkit kembali
Rei : Akan kugunakan sisa kekuatan milik ๐ฉ๐ฆ๐ช๐ฌ๐ช. Maafkan aku ๐ฉ๐ฆ๐ช๐ฌ๐ช, aku tidak bisa menggunakan mu sebaik yang dibayangkan semua orang *bicara dalam hati
Hyuki : Kekuatan ku, tenagaku, semuanya sudah hampir habis, di sisi lain dadaku terasa sangat sesak, aku kesulitan untuk bernafas. Aku.. memang sangat lemah.. *bicara dalam hati
...๐ ๐ผ๐๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ.....
__ADS_1
...๐๐๐ผ๐๐๐๐น๐น.....