
"ππΆπ’π―π¨ ππππ"
Hirai : Uh? Bahkan ada 2 murid SMP disini? *heran*
Rai : Silahkan duduk.. kalian pasti bertanya alasan kalian dipanggil kemari kan? Jangan khawatir, kalian tidak berbuat salah apa pun.
Hirai : Lalu, kenapa kami dipanggil?
Rai : Hiro Hirai 1 SMA dari kelas 1 - A, kau direkomendasikan oleh sekretaris II OSIS, Hiashi Hidane. Sebagai anggota OSIS dengan jabatan sekretaris.
Hirai :vUh-?!
Rai : Lalu, Nara Naka dan Toza Konan 2 SMP dari kelas 2 - A dan 2 - B, kalian berdua direkomendasikan oleh ketua OSIS, Hida Hinotama. Sebagai bendahara OSIS, ini adalah jabatan baru.
Naka : Aku pikir.. OSIS tidak membutuhkan nya?
Rai : Awalnya begitu.. Karena masalah keuangan akademi sudah diurus oleh ketua OSIS dan asistennya.
Konan : Lalu, kenapa kami-?
Rai : Saat ini keuangan milik akademi tidak bisa diurus oleh orang luar, karena itulah kami menambah jabatan bendahara. Kalian bisa menerima atau menolaknya. Tapi ingatlah, jabatan OSIS dan keuntungan nya sangat besar. Jika kalian menerimanya, kalian bisa datang besok.
Semuanya : Baik!
(sekarang)
Linglyng : Uh-huh?!! *terhempas
Sui : *melirik ke arah Linglyng
Naka : Huh.. huh.. huh..
Hirai : Saat masuk OSIS aku baru ingat kami seangkatan, sekarang aku tidak perlu memanggilnya senior lagi.
Naka : Senior, apa rencanamu?
Hirai : Jangan mudah terpengaruh oleh kata-kata nya. Fokus hadapi lawanmu.
Naka : Baik!
__ADS_1
Sui : Ha?
Linglyng :bTch. mereka merepotkan. *kesal
Hidane : Hei.. soal pengeluaran siswa itu.. bagaimana?
Raya : Itu urusannya senior Hinotama, tidak ada urusannya dengan dirimu.
Hidane : Tapi ini terlalu mendadak kan?
Raya : Saat ini dia terlihat marah, lebih baik jangan ditanyakan.
Hidane : Terserah kau saja.
(di sisi lain)
Ryuen : Rei! Sayon! Apa kalian sudah dengar?!
Rei : Ryuen?
Sayon : Dengar soal apa?
Ryuen : Hyu-! huh.. huh.. huh..*kelelahan*
Ryuen : Tidak perlu, ini soal Hyuki..
Rei : Uh?!
Sayon : Ada apa? Kau sudah tau dia dimana?
Ryuen : Tidak, soal itu aku tidak tau.
Rei : Lalu?
Ryuen : Aku dengar dari para OSIS tadi.. Hyuki.. dia.. dikeluarkan dari akademi.
Rei : Uh-huh?! *terkejut*
Sayon : Uh?! Bohong kan? *syok*
__ADS_1
Ryuen : Aku dengar ketua OSIS yang menemuinya langsung dan memberikan surat pengeluaran siswa.
Rei : *berdiri dari ranjang
Sayon : Tunggu Rei, kau belum pulih sepenuhnya..
Rei : Tidak. Aku harus bicara langsung dengan Hyuki.
Ryuen : Mungkin saja senior akan menghentikan mu.
Rei : Aku tidak peduli.
Sayon : Tunggu Rei. *menggenggam tangan Rei. Jangan bertindak gegabah.
Rei : Hyuki itu teman kita kan? Kita tidak bisa membiarkannya-.
Sayon : Hanya karena dia teman kita, kita tidak boleh bertindak seenaknya. Hyuki sudah membuat kesalahan, dia harus membayar nya.
Rei : Apa kalian tidak lihat perilaku ayahnya tadi?!
Sayon : Uh?!
Ryuen : Soal itu kami juga melihatnya.
Rei : Hyuki.. dia hanya dipaksa melakukan hal ini.. dia tidak berniat melakukan ini semua.. dia hanya takut pada ayahnya saja, apa kalian tidak bisa merasakan nya?! *kesal
Ryuen : Tapi..
Rei : Kalian tidak perlu ikut. Biar aku saja yang pergi.
Ryuen : Bukankah kau belum tau dimana dia berada sekarang? Bagaimana caramu bicara dengannya?
Sayon : Sudahlah Rei.. kita tunggu saja perintah-.
Rei : Aku akan tanyakan pada ketua OSIS. *pergi*
Ryuen : Tunggu Rei! Jangan-!
Sayon : Biarkan saja.. dia tidak bisa ditahan..
__ADS_1
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
...πππΌππππΉπΉ.....