
*disisi lain..
Bawahan : Nona Yuika, kami sudah menyewa area kasino yang cocok untuk besok.
Yuika : Bagus. Rasanya sudah lama aku tidak menjatuhkan si Hyuki itu. Iya kan, Haruo?
Haruo : Nona.. kau terlalu banyak bertindak. Bagaimana kalau tuan Hikaru tau?
Yuika : Kau itu bicara seolah-olah tuan Hikaru akan membunuhku saja.
Haruo : Tapi.. aku dengar-dengar tuan Hikaru sudah tidak ada masalah apapun dengan anak-anak nya.
Yuika : Ha?! yang benar saja?!
Haruo : Jadi nona tidak tau ya?
Yuika : Bohong kan?! kenapa tiba-tiba berubah pikiran?!
Haruo : Tuan Hikaru sadar kalau nona Hyuki berusaha memperbaiki keluarganya, semenjak nona Hyuki bercerita pada bawahan tuan Hinotama kalau dia ingin menggantikan posisi ibunya. Aku rasa itu yang membuat tuan Hikaru berubah pikiran.
Yuika : Ya ampun. Aku jadi menyesal keluar dari akademi.
Haruo : Nona sendiri selalu bertindak tanpa berfikir panjang.
Yuika : Dasar..! jangan bicara begitu pada atasan mu dong!!
Haruo : Aku cuma bicara jujur. Lagipula nona.. bukankah tidak baik mengganggu keluarga tuan Hikaru saat ini?
Yuika : Ha?! π’
Haruo : Nona tau sendiri kan kalau tuan Hikaru marah?
Yuika : Eh-?!
Haruo : Jika tuan Hikaru menggunakan kekuatan aslinya, nona tidak bisa menghindar lagi. Nona pasti belum tau wujud asli tuan Hikaru.
Yuika : Eh-?! kau jangan menakut-nakuti ku begitu dong! Jahat banget dah!
Haruo : (οΏ£γΈ οΏ£ εΈ
*disisi lain..
β ππͺπ₯π’ β
Hinotama : Hyu-
__ADS_1
Hyuki : (ββΈβγ)α΅α΅α΅αΆ
Hinotama : Eh-?! οΌβ΅οΌοΌHyuki.. kau masih marah?
Hyuki : Maaf.
Hinotama : Oi aku bertanya padamu.
Hyuki : Pokoknya maaf.
Hinotama : ( Ν‘Β° ΚΜ― Ν‘Β°)
Hyuki : Seharusnya aku tidak asal pergi, apalagi berkata sembarangan pada oniisama. Maaf.
Hinotama : Huh.. sudah.. sudah.. tidak perlu terlalu dipikirkan. Aku mengerti kalau kau tidak menyukai Yuika. Aku juga kurang suka dengannya. Lagian seharusnya ayah menghentikannya.
Hyuki : Kalaupun dihentikan tidak ada gunanya.
Hinotama : Eh?
Hyuki : Yuika tidak akan meladeninya. Cara satu-satunya memang harus mengalahkannya.
Hinotama : Hyuki?
Hinotama : (γοΌβοΌ) sejak kapan?
Hyuki : Uh?
Hinotama : Ya.. maksudmu itu.. dulu itu.. kapan..? bukankah kau bersama ku semenjak kubawa dari rumah ayah?
Hyuki : ( Ν Β° Ν ΝΚ Ν‘ Ν Β°) aku pikir aku sudah menceritakan.
Hinotama : Eh-?
Hyuki : Oniisama pasti lupa kan?
Hinotama : (´ºβΒΊο½) mungkin.. sih.
Hyuki : Jadi oniisama cuma ingat saat dia sering kerumah saja?
Hinotama : I-itu sih karena memang.. ya..
Hyuki : Yuika sering datang kerumah untuk bermain, ayah mengizinkan ku bermain dengannya. Tapi.. aku tidak suka dengannya.
Hinotama : Lalu kenapa masih bermain juga dengannya?
__ADS_1
Hyuki : Aku melakukannya demi ayah. Aku pikir.. ayah akan merasa senang.
Hinotama : Dasar kau ini..
Hyuki : Tapi lama-kelamaan.. entah kenapa Yuika semakin kurang ajar. Yuika mulai memperlakukan kekalahan dan kesalahan ku didepan orang-orang. Tentunya itu membuat ayah marah karena aku kalah.
Hinotama : Dia kurang ajar juga ya. Dia lebih parah dari yang kubayangkan.
Hyuki : Aku tidak mau bertemu dengannya.
Hinotama : Lalu kenapa malah terima tantangannya?! π’
Hyuki : Memangnya oniisama bisa Terima kalau dianggap pecundang?!
Hinotama : Uh?
Hyuki : Uh! maaf.. aku tidak bermaksud..
Hinotama : Iya.. iya.. aku mengerti kalau kau merasa kesal. Tapi jangan cemberut begitu.. senyum sedikit.
Hyuki : //senyum
Hinotama : Gitu dong.
Hyuki : Tapi besok biar aku sendiri yang kesana.
Hinotama : Eh? Sendiri?
Hyuki : Aku tidak mau.. kalau oniisama melihat ku bermain bersama Yuika. Bagaimana kalau Yuika memprovokasi oniisama..?
Hinotama : Kenapa kau berfikir kalau aku akan mudah diprovokasi olehnya?
Hyuki : Karena kak Saka bilang oniisama mudah diprovokasi.
Hinotama : Brr.. uhuk..! uhuk..! uhuk..! //tercengang. Kau percaya?!!
Hyuki : Jadi aku tidak boleh mempercayainya?
Hinotama : Jangan dipercayai!
Hyuki : Oh, Oke. εΈ
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
...πππΌππππΉπΉ.....
__ADS_1