Academy Heiki -- Fight Together

Academy Heiki -- Fight Together
S4 : #24. Pengungkapan


__ADS_3

โ€œ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜™๐˜บ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฐ โ€


*saat Rei dan yang lainnya sedang makan malam


Raya : *menyenggol Rai


Rai : Ck.


Rei : Terimakasih makanannya.


Rai : Tunggu Rei.


Rei : Uh?


Rai : Bisa kita bicara sebentar?


Rei : Maaf, aku ada tugas.


Rai : Cuma sebentar saja.


Rei : Baiklah..


*setelahnya..


Rei : Niisama mau bicara apa?


Rai : Be-begini.. sebenarnya soal buku itu.


Rei : Bukankah niisan sudah bilang tidak usah dibahas lagi? Jadi-


Rai : Buku itu menjelaskan semuanya.


Rei : Uh-?!


Rai : Itu bukan kebohongan. Semua yang dijelaskan disana, adalah-


Rei : Tidak, bohong-!


Rai : Tidak! Itu semua benar.


Rei : Uh-huh?


Rai : Sebenarnya ibu kami meminta untuk merahasiakan ini semua, dan memberitahu salah satu keturunan kami yang bisa dipercaya. Itu juga dilakukan oleh keluarga Hida.


Rei : Eh? Keluarga Hida? Apa mereka juga punya buku itu?


Rai : Kelanjutan dari buku ini, dan juga sejarah keluarga Hida.


Rei : Uh?

__ADS_1


Rai : Kau pasti sulit menerima ini semua. Aku mengerti, kemungkinan setengah dari siluman yang kita bunuh itu.. adalah manusia.


Rei : Uh-huh!! *syok


Rai : Tapi satu hal yang harus kau ketahui, siluman yang diciptakan oleh Atlas tidak bisa menjadi manusia lagi.


Rei : Uh-?!


Rai : Karena itulah jika melihat siluman diluar level 1 sampai 3, sebaiknya bunuh saja. Level 4 sampai 5 kemungkinan masih bisa diatasi.


Rei : Ehm.


Rai : Aku minta kau untuk merahasiakan ini, kita harus menjaga rahasia ini.


Rei : B-baik.


Rai : Cuma itu yang ingin kujelaskan. Bersiaplah untuk pergi besok.


Rei : Baik.


*dikamar..


Rei : *merenungkan. Dr. Atlas Cruelle, seorang ilmuwan gila yang awalnya dizinkan oleh pemerintah untuk melakukan eksperimen nya. Tapi tidak disangka eksperimen nya benar-benar gila dan di luar nalar pemahaman warga. Aku tidak habis pikir ada orang seperti itu di dunia ini. Uh? benar juga..


โ€œ ๐˜›๐˜ฐ๐˜ฌ.. ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฌ.. ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฌ..โ€ *ketukan pintu


Raya : Masuk.


Rei : Niisan.


Rei : Boleh ku pinjam buku itu?


Raya : Tidak boleh.


Rei : ฮฃ (๏ผ›โˆ€๏ผ› ) langsung ditolak..?


Raya : Tidak ada gunanya kau membaca buku itu.


Rei : Maaf.. aku terlalu lancang. Tapi aku tidak akan melakukan apapun. Aku hanya ingin memastikan lebih lanjut saja.


Raya : Sudah kubilang tidak ada gunanya kau membaca buku itu! Seharusnya buku itu sudah lama di buang.


Rei : Niisan.. kenapa niisan memilih untuk menyembunyikan kenyataan dari dunia?


Raya : Karena itu aturan keluarga. Kau pasti mengerti tentang aturan dari Ryoko.


Rei : Iya.


Raya : Berarti tidak ada yang perlu dibahas lagi sekarang. Aku mau tidur.

__ADS_1


Rei : Aku mohon. Sekali saja. Cuma 5 menit.


Raya : ( อ ยฐ อŸ อœส– อก อ ยฐ) Kamu pikir aku bego apa?! *mencubit pipi Rei.


Rei : Sa.. sa.. sakit..!


Raya : Mana bisa kamu baca semua halaman dalam waktu 5 menit.


Rei : Iya.. iya.. maaf.. tolong lepaskan. ๏ฝฅ๏พŸ๏ฝฅ(๏ฝก>ะด<๏ฝก)๏ฝฅ๏พŸ๏ฝฅ


Raya : Bawa saja.


Rei : Uh? niisan?


Raya : Apa? kubilang bawa saja.


Rei : สšโ™กโƒ›ษž(เฅ‚โ€ขแด—โ€ขเฅ‚โ) Terimakasih banyak..! *memeluk Raya


Raya : Tu-tunggu, kau berat tau!


Rei : Memangnya aku seberat itu?


Raya : Tunggu Rei, turunlah!


Rei : Aku senang tau.


Raya : Senang mau mencekikku?! ๐Ÿ’ข


Rei : Bukan.. aku memang senang.


Raya : Iya.. iya.. (๏ฟฃใƒ˜๏ฟฃ๏ผ‰แดดแดนแดน


Rei : Terimakasih banyak niisan.


Raya : Berjanjilah tidak menyebarkan isinya ke siapapun.


Rei : Baik. Aku janji.


Raya : Hm, pergilah.


Rei : Baik. Selamat tidur.


Raya : Ya. Hmm..


*dikamar Rei


Rei : Huh.. yosh. Kemarin sampai bait..


...๐™…๐˜ผ๐™‰๐™‚๐˜ผ๐™‰ ๐™‡๐™๐™‹๐˜ผ ๐™‡๐™„๐™†๐™€, ๐˜พ๐™Š๐™ˆ๐™€๐™‰๐™, ๐™‘๐™Š๐™๐™€ ๐™†๐˜ผ๐™‡๐˜ผ๐™ ๐™Ž๐™๐™†๐˜ผ.....

__ADS_1


...๐™๐™ƒ๐˜ผ๐™‰๐™†๐™Ž๐ŸŒน๐ŸŒน.....


__ADS_2