
โ ๐๐ฆ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐๐บ๐ฐ๐ฌ๐ฐ โ
*saat Rei dan yang lainnya sedang makan malam
Raya : *menyenggol Rai
Rai : Ck.
Rei : Terimakasih makanannya.
Rai : Tunggu Rei.
Rei : Uh?
Rai : Bisa kita bicara sebentar?
Rei : Maaf, aku ada tugas.
Rai : Cuma sebentar saja.
Rei : Baiklah..
*setelahnya..
Rei : Niisama mau bicara apa?
Rai : Be-begini.. sebenarnya soal buku itu.
Rei : Bukankah niisan sudah bilang tidak usah dibahas lagi? Jadi-
Rai : Buku itu menjelaskan semuanya.
Rei : Uh-?!
Rai : Itu bukan kebohongan. Semua yang dijelaskan disana, adalah-
Rei : Tidak, bohong-!
Rai : Tidak! Itu semua benar.
Rei : Uh-huh?
Rai : Sebenarnya ibu kami meminta untuk merahasiakan ini semua, dan memberitahu salah satu keturunan kami yang bisa dipercaya. Itu juga dilakukan oleh keluarga Hida.
Rei : Eh? Keluarga Hida? Apa mereka juga punya buku itu?
Rai : Kelanjutan dari buku ini, dan juga sejarah keluarga Hida.
Rei : Uh?
__ADS_1
Rai : Kau pasti sulit menerima ini semua. Aku mengerti, kemungkinan setengah dari siluman yang kita bunuh itu.. adalah manusia.
Rei : Uh-huh!! *syok
Rai : Tapi satu hal yang harus kau ketahui, siluman yang diciptakan oleh Atlas tidak bisa menjadi manusia lagi.
Rei : Uh-?!
Rai : Karena itulah jika melihat siluman diluar level 1 sampai 3, sebaiknya bunuh saja. Level 4 sampai 5 kemungkinan masih bisa diatasi.
Rei : Ehm.
Rai : Aku minta kau untuk merahasiakan ini, kita harus menjaga rahasia ini.
Rei : B-baik.
Rai : Cuma itu yang ingin kujelaskan. Bersiaplah untuk pergi besok.
Rei : Baik.
*dikamar..
Rei : *merenungkan. Dr. Atlas Cruelle, seorang ilmuwan gila yang awalnya dizinkan oleh pemerintah untuk melakukan eksperimen nya. Tapi tidak disangka eksperimen nya benar-benar gila dan di luar nalar pemahaman warga. Aku tidak habis pikir ada orang seperti itu di dunia ini. Uh? benar juga..
โ ๐๐ฐ๐ฌ.. ๐ต๐ฐ๐ฌ.. ๐ต๐ฐ๐ฌ..โ *ketukan pintu
Raya : Masuk.
Rei : Niisan.
Rei : Boleh ku pinjam buku itu?
Raya : Tidak boleh.
Rei : ฮฃ (๏ผโ๏ผ ) langsung ditolak..?
Raya : Tidak ada gunanya kau membaca buku itu.
Rei : Maaf.. aku terlalu lancang. Tapi aku tidak akan melakukan apapun. Aku hanya ingin memastikan lebih lanjut saja.
Raya : Sudah kubilang tidak ada gunanya kau membaca buku itu! Seharusnya buku itu sudah lama di buang.
Rei : Niisan.. kenapa niisan memilih untuk menyembunyikan kenyataan dari dunia?
Raya : Karena itu aturan keluarga. Kau pasti mengerti tentang aturan dari Ryoko.
Rei : Iya.
Raya : Berarti tidak ada yang perlu dibahas lagi sekarang. Aku mau tidur.
__ADS_1
Rei : Aku mohon. Sekali saja. Cuma 5 menit.
Raya : ( อ ยฐ อ อส อก อ ยฐ) Kamu pikir aku bego apa?! *mencubit pipi Rei.
Rei : Sa.. sa.. sakit..!
Raya : Mana bisa kamu baca semua halaman dalam waktu 5 menit.
Rei : Iya.. iya.. maaf.. tolong lepaskan. ๏ฝฅ๏พ๏ฝฅ(๏ฝก>ะด<๏ฝก)๏ฝฅ๏พ๏ฝฅ
Raya : Bawa saja.
Rei : Uh? niisan?
Raya : Apa? kubilang bawa saja.
Rei : สโกโษ(เฅโขแดโขเฅโ) Terimakasih banyak..! *memeluk Raya
Raya : Tu-tunggu, kau berat tau!
Rei : Memangnya aku seberat itu?
Raya : Tunggu Rei, turunlah!
Rei : Aku senang tau.
Raya : Senang mau mencekikku?! ๐ข
Rei : Bukan.. aku memang senang.
Raya : Iya.. iya.. (๏ฟฃใ๏ฟฃ๏ผแดดแดนแดน
Rei : Terimakasih banyak niisan.
Raya : Berjanjilah tidak menyebarkan isinya ke siapapun.
Rei : Baik. Aku janji.
Raya : Hm, pergilah.
Rei : Baik. Selamat tidur.
Raya : Ya. Hmm..
*dikamar Rei
Rei : Huh.. yosh. Kemarin sampai bait..
...๐ ๐ผ๐๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ.....
__ADS_1
...๐๐๐ผ๐๐๐๐น๐น.....