Academy Heiki -- Fight Together

Academy Heiki -- Fight Together
S4 : #20. Kebenaran


__ADS_3

Rei : Lalu.. kapan aku bisa mengetahuinya?


Rai : Uh?


Rei : Mau sampai besar pun niisama tidak akan memberitahu ku kan?! Setidaknya jelaskan sedikit maksud dari buku itu! Kenapa harus dirahasiakan?!


Rai : Sudah cukup Rei!! *membentak


Rei : Uh-huh!!


Rai : Uh-?! maaf.. aku tidak bermaksud-. Ck.


Raya : Rei.. kau tidak perlu tau sekarang.


Rei : Uh-huh?! niisan juga-?!


Raya : Buku itu tidak akan menjelaskan apapun. Sejak awal cerita didalamnya cuma kebohongan.


Rei : Uh-huh?!


Raya : Kembalilah ke kamarmu.


Rei : Permisi.. *pergi


Rai : Tch.


Raya : Kenapa buku itu masih ada disini?! Bukankah sudah kubilang buang saja?!


Rai : Tidak bisa kita buang begitu saja! Ada banyak kisah yang belum terungkap. Buku ini jalan satu-satunya.


Raya : Lalu sekarang bagaimana caramu menjelaskan pada Rei? Tidak mungkin kau hanya akan mengabaikan pertanyaannya kan?


Rai : Ya, akan kucoba bicarakan dengannya.


Raya : Ck. Terserah kau saja..


*disisi lain..


โ€œ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ข ๐˜๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข โ€


Hyuki : Oniisama..


Hinotama : Apa?


Hyuki : Apa maksud kak Saka tadi?


Hinotama : Eh-?! (ใ€€๏ผ›โˆ€๏ผ›) Lupakan saja.


Hyuki : Uh? Apa kak Saka ingin mengambil ku?


Hinotama : Tidak. Tidak mungkin dia berani melakukan itu.


Hyuki : Sungguh?


Hinotama : Ya. Percayalah.


Hyuki :๏ผˆยด๏ฝž๏ฝ€)


Hinotama : Sudahlah Hyuki, tidak perlu dipikirkan. Saka memang suka menjahili mu. Apa kau lupa saat pertama kali bertemu dengannya?


Hyuki : (-"-;) kak Saka bilang aku seperti tikus got.


Hinotama : Ma-masih kau ingat? (ใ€€๏ผ›โˆ€๏ผ›)


Hyuki : Karena rasanya itu sangat berkesan dipikiranku.


Hinotama : Uh?


Hyuki : Semua kata-kata dari seseorang yang menurutku berkesan akan selalu kuingat.


Hinotama : Uh-?! //teringat kata-katanya waktu itu


โ€œ ๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ! ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ถ! โ€


Hinotama : Ck.


Hyuki : Huh.. huh.. huh..

__ADS_1


Hinotama : Uh? Hyuki, kau baik-baik saja?


Hyuki : Aku sedikit lelah.


Hinotama : Uh?


Hyuki : Aku ingin pulang.


Hinotama : Uh?! Huh.. kita hampir sampai. Ayo.


Hyuki : *memegang tangan Hinotama


Hinotama : Uh?


Hyuki : Huh.. huh..


Hinotama : Saat dirumah nanti akan ku buatkan sup.


Hyuki : Iya.


Hinotama : Rasanya Hyuki semakin terlihat membaik, dia tidak terlalu bergantung pada perintah ataupun aturan. *memegang tangan Hyuki. Uh?


Sawaki : Tuan Hinotama, nona Hyuki? Kebetulan sekali ya..


Hinotama : Sawaki, kau sudah kembali?


Sawaki : Iya, saya sudah selesai membereskan semua barang di Kanagawa.


Hinotama : Kerja bagus.


Sawaki : Kalau begitu, saya akan mengantar tuan dan nona kembali. Silahkan..


Hyuki : Hangat. (๏ผพฯ‰๏ผพ)


Hinotama : Eh-? (ใ€€๏ผ›โˆ€๏ผ›). Daritadi dia kedinginan?


โ€œ ๐˜ค๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜™๐˜ข๐˜ช โ€


Hyuki : Onii-


Hinotama : Halo?


Hinotama : Uh? Entahlah.. ayahku yang menyimpannya.


Rai : Jadi kau tidak tau bukunya ada dimana?


Hinotama : Tidak. Ada apa?


Rai : Rei membaca bukunya.


Hinotama : Uh-huh?! Buku keluarga Ryoko?


Rai : Ya. Aku rasa dia baru membaca beberapa Bait saja. Tapi, dia sudah membaca soal eksperimen itu.


Hinotama : Uh-?! kau bohong kan?!!


Hyuki : Uh?! Oniisama-?


Hinotama : Lalu sekarang bagaimana?!


Rai : Tidak mungkin aku hanya diam saja.


Hinotama : Apa Rei bisa menerimanya?


Hyuki : Uh?


Rai : Entahlah..


Hinotama : Akan kutanya kan pada ayahku. Memang benar sebaiknya kau menceritakannya, asalkan dia berjanji tidak akan memberitahu siapapun.


Rai : Sampai kapan mau kita sembunyikan rahasia Dr. Atlas?


Hinotama : Ya-


Rai : Semua kebenarannya sudah dihapus sejak dulu. Dan cuma ada di catatan keluarga Ryoko, dan juga sisanya ada di catatan keluarga Hida.


Hinotama : Jika memberitahu semuanya saat ini, aku rasa yang akan terjadi hanya perdebatan dan konflik. Tidak mungkin kita mengganggu dunia yang sudah merasa aman.

__ADS_1


Rai : Huh.. kau ada benarnya juga. Beritau saat kau temukan bukunya.


Hinotama : Ya.


*mematikan telpon


Hyuki : Oniisama.


Hinotama : Maaf, daritadi kau memanggilku ya?


Hyuki : Iya..


Hinotama : Ada apa?


Hyuki : Soal tadi.. yang.. oniisama bicarakan di telpon.. itu..


Hinotama : Kau tidak perlu tau.


Hyuki : Kenapa membawa nama Rei?


Hinotama : Sudah kubilang kau tidak perlu tau.


Hyuki : Uh?


Hinotama : Itu cuma pembicaraan pribadi.


Hyuki : Begitu ya


โ€ข โ€ข โ€ข //hening


Hinotama : O-oi.. jangan dibawa ke hati ya. (๏ฟฃใธ ๏ฟฃ ๅ‡ธ


Hyuki : Tidak kok..


Hinotama : (๏ฟฃใƒ˜๏ฟฃ๏ผ‰แดดแดนแดน


*setelahnya..


โ€œ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜™๐˜บ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฐ โ€


Rai : Rei.. aku masuk.


Rei : Oh.. iya..


Rai : Huh.. kau sibuk?


Rei : Lumayan.


Rai : Darimana kau dapat buku itu?


Rei : Uh? di ruang baca, saat aku ingin mengambil buku panduan.


Rai : Begitu. Sebenarnya soal buku-


Rei : Isinya cuma kebohongan kan?


Rai : Uh?


Rei : Aku terlalu menganggap serius tentang cerita didalamnya. Maaf tadi aku terlalu lancang.


Rai : Tidak.. kau tidak salah. Se-


Rei : Maaf.. bisa tolong niisama tinggalkan aku sendiri dulu? Aku-


Rai : Uh?


Rei : Ha-harus.. menyelesaikan tugasku.


Rai : Baiklah.. jangan terlalu memaksa diri.


Rei : Iya. Terimakasih sarannya.


Rai : *keluar


Rei : Huh.. cuma kebohongan ya? aku terlalu percaya pada cerita fiksi yang bodoh. *putus asa


...๐™…๐˜ผ๐™‰๐™‚๐˜ผ๐™‰ ๐™‡๐™๐™‹๐˜ผ ๐™‡๐™„๐™†๐™€, ๐˜พ๐™Š๐™ˆ๐™€๐™‰๐™, ๐™‘๐™Š๐™๐™€ ๐™†๐˜ผ๐™‡๐˜ผ๐™ ๐™Ž๐™๐™†๐˜ผ.....

__ADS_1


...๐™๐™ƒ๐˜ผ๐™‰๐™†๐™Ž๐ŸŒน๐ŸŒน.....


__ADS_2