
Rei : Lalu.. kapan aku bisa mengetahuinya?
Rai : Uh?
Rei : Mau sampai besar pun niisama tidak akan memberitahu ku kan?! Setidaknya jelaskan sedikit maksud dari buku itu! Kenapa harus dirahasiakan?!
Rai : Sudah cukup Rei!! *membentak
Rei : Uh-huh!!
Rai : Uh-?! maaf.. aku tidak bermaksud-. Ck.
Raya : Rei.. kau tidak perlu tau sekarang.
Rei : Uh-huh?! niisan juga-?!
Raya : Buku itu tidak akan menjelaskan apapun. Sejak awal cerita didalamnya cuma kebohongan.
Rei : Uh-huh?!
Raya : Kembalilah ke kamarmu.
Rei : Permisi.. *pergi
Rai : Tch.
Raya : Kenapa buku itu masih ada disini?! Bukankah sudah kubilang buang saja?!
Rai : Tidak bisa kita buang begitu saja! Ada banyak kisah yang belum terungkap. Buku ini jalan satu-satunya.
Raya : Lalu sekarang bagaimana caramu menjelaskan pada Rei? Tidak mungkin kau hanya akan mengabaikan pertanyaannya kan?
Rai : Ya, akan kucoba bicarakan dengannya.
Raya : Ck. Terserah kau saja..
*disisi lain..
โ ๐๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐จ๐ข ๐๐ช๐ฅ๐ข โ
Hyuki : Oniisama..
Hinotama : Apa?
Hyuki : Apa maksud kak Saka tadi?
Hinotama : Eh-?! (ใ๏ผโ๏ผ) Lupakan saja.
Hyuki : Uh? Apa kak Saka ingin mengambil ku?
Hinotama : Tidak. Tidak mungkin dia berani melakukan itu.
Hyuki : Sungguh?
Hinotama : Ya. Percayalah.
Hyuki :๏ผยด๏ฝ๏ฝ)
Hinotama : Sudahlah Hyuki, tidak perlu dipikirkan. Saka memang suka menjahili mu. Apa kau lupa saat pertama kali bertemu dengannya?
Hyuki : (-"-;) kak Saka bilang aku seperti tikus got.
Hinotama : Ma-masih kau ingat? (ใ๏ผโ๏ผ)
Hyuki : Karena rasanya itu sangat berkesan dipikiranku.
Hinotama : Uh?
Hyuki : Semua kata-kata dari seseorang yang menurutku berkesan akan selalu kuingat.
Hinotama : Uh-?! //teringat kata-katanya waktu itu
โ ๐๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ! ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ช๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฎ๐ถ! โ
Hinotama : Ck.
Hyuki : Huh.. huh.. huh..
__ADS_1
Hinotama : Uh? Hyuki, kau baik-baik saja?
Hyuki : Aku sedikit lelah.
Hinotama : Uh?
Hyuki : Aku ingin pulang.
Hinotama : Uh?! Huh.. kita hampir sampai. Ayo.
Hyuki : *memegang tangan Hinotama
Hinotama : Uh?
Hyuki : Huh.. huh..
Hinotama : Saat dirumah nanti akan ku buatkan sup.
Hyuki : Iya.
Hinotama : Rasanya Hyuki semakin terlihat membaik, dia tidak terlalu bergantung pada perintah ataupun aturan. *memegang tangan Hyuki. Uh?
Sawaki : Tuan Hinotama, nona Hyuki? Kebetulan sekali ya..
Hinotama : Sawaki, kau sudah kembali?
Sawaki : Iya, saya sudah selesai membereskan semua barang di Kanagawa.
Hinotama : Kerja bagus.
Sawaki : Kalau begitu, saya akan mengantar tuan dan nona kembali. Silahkan..
Hyuki : Hangat. (๏ผพฯ๏ผพ)
Hinotama : Eh-? (ใ๏ผโ๏ผ). Daritadi dia kedinginan?
โ ๐ค๐ข๐ญ๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐๐ข๐ช โ
Hyuki : Onii-
Hinotama : Halo?
Hinotama : Uh? Entahlah.. ayahku yang menyimpannya.
Rai : Jadi kau tidak tau bukunya ada dimana?
Hinotama : Tidak. Ada apa?
Rai : Rei membaca bukunya.
Hinotama : Uh-huh?! Buku keluarga Ryoko?
Rai : Ya. Aku rasa dia baru membaca beberapa Bait saja. Tapi, dia sudah membaca soal eksperimen itu.
Hinotama : Uh-?! kau bohong kan?!!
Hyuki : Uh?! Oniisama-?
Hinotama : Lalu sekarang bagaimana?!
Rai : Tidak mungkin aku hanya diam saja.
Hinotama : Apa Rei bisa menerimanya?
Hyuki : Uh?
Rai : Entahlah..
Hinotama : Akan kutanya kan pada ayahku. Memang benar sebaiknya kau menceritakannya, asalkan dia berjanji tidak akan memberitahu siapapun.
Rai : Sampai kapan mau kita sembunyikan rahasia Dr. Atlas?
Hinotama : Ya-
Rai : Semua kebenarannya sudah dihapus sejak dulu. Dan cuma ada di catatan keluarga Ryoko, dan juga sisanya ada di catatan keluarga Hida.
Hinotama : Jika memberitahu semuanya saat ini, aku rasa yang akan terjadi hanya perdebatan dan konflik. Tidak mungkin kita mengganggu dunia yang sudah merasa aman.
__ADS_1
Rai : Huh.. kau ada benarnya juga. Beritau saat kau temukan bukunya.
Hinotama : Ya.
*mematikan telpon
Hyuki : Oniisama.
Hinotama : Maaf, daritadi kau memanggilku ya?
Hyuki : Iya..
Hinotama : Ada apa?
Hyuki : Soal tadi.. yang.. oniisama bicarakan di telpon.. itu..
Hinotama : Kau tidak perlu tau.
Hyuki : Kenapa membawa nama Rei?
Hinotama : Sudah kubilang kau tidak perlu tau.
Hyuki : Uh?
Hinotama : Itu cuma pembicaraan pribadi.
Hyuki : Begitu ya
โข โข โข //hening
Hinotama : O-oi.. jangan dibawa ke hati ya. (๏ฟฃใธ ๏ฟฃ ๅธ
Hyuki : Tidak kok..
Hinotama : (๏ฟฃใ๏ฟฃ๏ผแดดแดนแดน
*setelahnya..
โ ๐๐ฆ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐๐บ๐ฐ๐ฌ๐ฐ โ
Rai : Rei.. aku masuk.
Rei : Oh.. iya..
Rai : Huh.. kau sibuk?
Rei : Lumayan.
Rai : Darimana kau dapat buku itu?
Rei : Uh? di ruang baca, saat aku ingin mengambil buku panduan.
Rai : Begitu. Sebenarnya soal buku-
Rei : Isinya cuma kebohongan kan?
Rai : Uh?
Rei : Aku terlalu menganggap serius tentang cerita didalamnya. Maaf tadi aku terlalu lancang.
Rai : Tidak.. kau tidak salah. Se-
Rei : Maaf.. bisa tolong niisama tinggalkan aku sendiri dulu? Aku-
Rai : Uh?
Rei : Ha-harus.. menyelesaikan tugasku.
Rai : Baiklah.. jangan terlalu memaksa diri.
Rei : Iya. Terimakasih sarannya.
Rai : *keluar
Rei : Huh.. cuma kebohongan ya? aku terlalu percaya pada cerita fiksi yang bodoh. *putus asa
...๐ ๐ผ๐๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ.....
__ADS_1
...๐๐๐ผ๐๐๐๐น๐น.....