Ada Dusta Diantara Kita

Ada Dusta Diantara Kita
episod 18


__ADS_3

Arumi pergi meninggalkan kamar Rendi dan Sela dengan air mata yang terus mengalir.


''Sela, aku bersalah padamu.''


Arumi pergi ke taman sebelah rumah mereka dan ternyata di sana sudah ada Anisa yang sedang duduk termenung.


''Hai, sedang apa?''


'' Menari!'' jawab Anisa asal. ''apa kamu tidak bisa lihat aku sedang duduk.'' jawabnya lagi


''boleh aku temani?''


'' Terserah.''


''Kamu ini ketus sekali, apa aku punya salah?''


''Tidak, suasana hatiku yang sedang tidak baik.''


''Apa karena aku dan mas Alex?''


Anisa menoleh ke arah Arumi, namun tidak mengatakan apa-apa.


''Kenapa, apa tebakanku benar?''


Arumi menepuk bahu Anisa ''Sudahlah tidak usah sedih, apa yang seharusnya menjadi milikmu pasti akan kembali kepadamu.''


''Apa maksud ucapanmu?''


''tidak ada,yang jelas kamu tidak perlu khawatir atau marah padaku karena aku bukan sainganmu.''


Arumi melenggang pergi meninggalkan Anisa yang memandangnya dengan wajah bingung.


''Apa maksud ucapan wanita itu?''


''heee.... apa maksudmu?'' teriak Sela


Arumi tidak menghiraukan teriakan dari Anisa, dia terus melangkah hingga tidak terlihat oleh Anisa.


''Hah, apa maksudnya jelas-jelas tuan Alex bilang dia kekasihnya. ingin menghiburku atau malah melek ha?''


Anisa terus menggerutu karena kesal, dia merasa Alex dan Arumi sama-sama menyebalkan.


Saat Arumi masuk kedalam rumah, Sela dan Rendi sedang berjalan menuruni tangga.


Arumi langsung berlari menghampiri Alex yang baru keluar dari dapur dengan secangkir kopi di tangannya.


''Mas Alex, kamu di sini? Aku mencarimu dari tadi.''


sambil memeluk sebelah tangan Alex


Alex yang tidak menyadari ke beradaan Rendi dan Sela memasang wajah bingung sementara Arumi berusaha memberi kode dengan matanya.


Bersamaan dengan itu Anisa yang berniat ingin menyiapkan makan malam juga masuk kerumah.


''hah, bukan saingan! munafik.'' gumam Anisa sambil berlalu menuju dapur.


Alex yang sudah mengerti dengan situasi yang terjadi hanya bisa pasrah dan mengikuti ekting dari Arumi.


''Kamu mencariku ada apa?''


''Mas, sepertinya kita sudah lama tidak jalan-jalan. Bagaimana kalau kita jalan-jalan sekalian makan malam di luar.''

__ADS_1


''Baiklah, kamu mau kita ke mana?''


''Terserah mas saja. Ayo.''


Arumi menarik tangan Alex keluar dari rumah. ''Tunggu, tapi ini?'' menunjuk kopi yang ada di tangannya


''ah,,,letakkan saja di situ.'' Arumi menunjuk ke sebuah meja


Rendi terpaku menatap kemesraan antara Arumi dan Alex. ''ada apa denganku kenapa rasanya tidak nyaman, bukankah ini ideku'' Rendi membatin dalam hati.


''Rendi, kamu kenapa?''


'' Ha,,,,ada apa?''


''aku dari tadi bicara lo sama kamu, tapi kamu diam saja.''


''Kamu bilanga apa?''


'' Aku bilang, aku merasa lega melihat Arumi dan Alex. tadinya aku pikir ada masalah dalam hubungan mereka. Tapi melihat kemesraan mereka tadi aku jadi lega.''


''Syukurlah aku lega mendengarnya. sayang bagaimana kalau besok kita pulang?'' Rendi benar-benar sudah tidak tahan dengan semua ini


''kenapa, apa pekerjaan di sini sudah selesai?''


''Belum, tapi masalahnya sudah tidak seberat kemarin. Jadi aku sudah bisa memantaunya seminggu sekali saja.''


''yah,,,padalah aku belum sempat berkeliling menikmati tempat-tempat indah di sini. Tapi ya sudah, aku setuju sekalian kita ajak Arumi.''


''apa!'' Rendi kaget hingga tanpa sadar ia berteriak


''Rendi, kenapa teriak sih? Kuping aku masih sehat lo.''


''Maaf, tapi untuk apa kita ajak Arumi?''


''aduh Sela aku sengaja ingin kamu jauh dari Arumi kenapa malah mau kamu ajak pulang, tambah runyam urusannya'' batin Rendi


''Tuan, Sela makanan sudah siap.'' kata Anisa dari ruang makan


''baiklah kami kesana.''


Di tempat berbeda, Alex dan Arumi yang bingung mau kemana, akhirnya memutuskan untuk menepikan mobil di tepi sebuah danau buatan.


''Mas Alex, ini di mana?''


''Entahlah, tapi sepertinya tempat ini cocok untuk kita yang sedang butuh ketenangan.'' kata Alex


''ayo turun.''


Alex dan Arumi keluar dari mobil lalu mereka berdua duduk bersandar pada kab depan mobil.


Arumi merangkul tubuhnya sendiri seperti orang yang sedang kedinginan.


''Nyonya anda tidak apa-apa.''


'' Entahlah mas Alex, sepertinya aku tidak baik-baik saja.


hatiku lelah memikirkan hidupku ke depannya.'' keluh Arumi yang sudah merasa benar-benar lelah


''Nyonya anda harus bersabar, saya yakin pasti akan ada kebahagiaan untuk anda kelak.'' Alex berusaha menghibur Arumi yang terlihat sangat sedih


''Semoga saja!''

__ADS_1


''Lalu nyonya sampai kapan kita di sini?''


'' Sampai jam pacaran berakhir.''


''ha,,,,,,'' Alex mengerutkan kening tanda tidak mengerti.


''Hah, kamu ini bodoh sekali. Tidak pernah pacaran ya? Pantas saja Anisa menderita.'' komentar Arumi


''Anisa, kenapa dengan dia?''


''dasar laki-laki sama sekali tidak peka, Apa kamu tidak tau kalau saat ini Anisa sedang patah hati.''


''Sebenarnya bukan tidak tau nyonya, tapi lebih tepatnya, tidak bisa berbuat apa-apa.'' Alex berjalan mendekat ke arah danau dia kembali teringat wajah Anisa yang terlihat sangat syok saat dia mengakui bahwa Arumi adalah kekasihnya.


Sela dan Rendi menyantap makan malam mereka dengan lahap tapi tidak dengan Anisa dia seperti tidak berselera.


''Anisa, apa kamu sakit?''


Anisa yang sedang tidak pokus terkejut mendengar pertanyaan Sela


'' Ha, kamubilang apa Sela?''


''Anisa ada apa? Aku perhatikan dari awal kita datang ke sini kamu murung terus.''


''tidak ada, aku hanya merasa asing dengan suasana di sini, jadi kurang nyaman.''


''Kalau begitu, kamu tenang ya karena besok kita akan pulang.''


selasai makan Rendi dan Sela duduk di ruang keluarga untuk menonton tv, Sela asik menonton sinetron paporitnya, sementara Rendi, matanya terus saja menuju ke arah jam.


''Sudah hampir jam sepuluh, kenapa mereka belum pulang, kemana perginya?'' Rendi terus bertanya-tanya dalam hati


''Rendi, aku sudah ngantuk kita tidur yuk''


''Kamu duluan saja ya, masih ada yang harus aku kerjakan. Tadinya aku menunggu Alex, tapi sepertinya dia lupa waktu karena pacaran. Jadi aku harus mengerjakannya sendiri.''


''sayang kamu tidak boleh kesal begitu, namanya lagi kasmaran kamu harus maklum. Ya sudah aku ke atas dulu. Kamu jangan lama-lama.''


Rendi hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Rendi mengambil laktopnya dan memeriksa laporan-laporan pekerjaan kantor yang ada di laktopnya itu.


namun Rendi sama sekali tidak bisa pokus. Matanya terus saja melirik ke arah jam. ''sial, kenapa aku jadi begini?'' kesal Rendi


''nyonya ini sudah terlalu malam sebaiknya kita pulang sekarang.''


''Hm, baiklah.''


''nyonya apa menurut anda tuan akan marah?'' Alex merasa khawatir karena ini sudah sangat malam


''kenapa dia harus marah? Dia itu tidak perduli padaku, lagi pula inikan idenya.''


''Benar juga.'' alex sedikit lega


Setengah jam berlalu, terdengar suara mobil Alex yang memasuki pekarangan rumah.


Setelah memarkirkan mobil, Alex dan Arumi berjalan memasuki rumah. Begitu membuka pintu dan memasuki rumah, mereka langsung di sambut tatapan tajam Rendi.


Alex langsung bergidik melihat tatapan tuannya, pasalnya selama dia bekerja untuk Rendi dia belum pernah melihat tatapan yang mengerikan dari tuannya.


''nyonya sepertinya tuan marah.'' bisik Alex pada Arumi

__ADS_1


Arumi yang juga merasa ngeri dengan tatapan Rendi, hanya diam mendengar bisikkan Alex.


__ADS_2