Ada Dusta Diantara Kita

Ada Dusta Diantara Kita
episod 70


__ADS_3

''Siapa orang ini, apa maunya?'' Batin Arumi.


Arumi menghubungi nomor telpon yang mengirimi dia rekaman vidio itu.


''Siapa kamu dan katakan apa maumu?'' Tanya Arumi langsung setelah panggilan telpon itu tersambung.


''Wow, ternyata nyonya orang yang sangat tidak sabaran tapi aku suka. Ha..ha..ha.'' Tawa orang di seberang sana terdengar begitu nyaring di telinga Arumi.


''Jangan bertele-tele cepat katakan apa yang kamu inginkan?'' Arumi sudah kehilangan kesabaran, dia juga takut jika tiba-tiba ada yang datang dan mendengar percakapannya.


''Baiklah, bagaimana kalau kita bertemu?''


''Tentukan lokasinya aku akan datang!"


Arumi langsung memutus sambungan telponnya.


"Bagaimana?"


"Dia setuju untuk bertemu.''


''Bagus aku ingin melihat bagaimana wajahnya nanti saat semua terungkap.''


''Anisa apa tidak sebaiknya kita beri tahu tuan Rendi tentang ini?'' Tanya Alex.


Ya, yang menelpon Arumi adalah orang suruhan Alex.


Malamnya Anisa mendapat kiriman rekaman vidio percakapan Arumi dan Hans di rumah sakit dari Sela.


Dan Anisa langsung memperlihatkan vidio itu kepada Alex agar mereka bisa menyusun rencana.


''Jadi di mana kita akan bertemu dengannya?''


Tanya Anisa sambil duduk di sofa.


'' Besok di kafe tempat kamu dan nyonya Sela bertemu waktu itu. Tapi apa kamu harus ikut?''


Anisa mengerutkan alisnya ''kenapa bertanya seperti itu? Tentu saja aku harus ikut untuk menyaksikan secara langsung, bagaimana menyesalnya tuan Rendi dengan pilihannya itu.''

__ADS_1


''Tidakkah ini terlalu kejam untuk tuan Rendi dan nyonya Arumi.'' Alex merasa tidak tega.


''Alex'' Anisa memberi tatapan peringatan. ''Menurutmu aku yang hampir mati karena ulah nyonya tersayangmu itu masih tidak sebanding dengan ini semua?'' Anisa meletakkan kedua tangannya di pinggang sambil melotot ke arah Alex.


Orang yang tadi di perintahkan untuk menerima telpon dari Arumi menangkap sinyal bahaya dari sikap Anisa segera melarikan diri.


''Hai mau kemana?'' Tanya Alex pada anak buahnya itu.


''Silahkan tuan hadapi sendiri'' katanya sambil berlari.


''Sela apa Anisa sudah memberi kabar?'' Wisnu datang menghampiri Sela yang sedang berada di kamar Marisa.


Sela yang sedang menyisir rambut Marisa menghentikan sebentar aktivitasnya itu untuk menoleh ke arah Wisnu.


''Katanya mereka akan mengajak Arumi bertemu dengan seseorang yang sudah di atur oleh Alex. Anisa yakin jika merasa terancam dia pasti akan meminta bantuan Hans untuk menyingkirkan orang itu. Saat itu terjadi Alex dan Anisa akan membawaRendi ke sana untuk menyaksikan secara langsung ke jahatan Arumi. Setelah itu mereka juga akan menunjukkan rekaman vidio percakapan Arumi dan Hans saat di rumah sakit itu.'' Sela melanjutkan menyisir rambut Marisa kemudian menguncirnya.


''Oke anak mama sudah cantik'' Sela meletakkan sisir yang ada di tangannya kembali ke tempatnya.


''Terima kasih mama Sela.'' Marisa mencium Sela lalu pergi ke ruang bermainnya. Wisnu memang menyediakan sebuah kamar yang di desaen khusus oleh Sela untuk tempat bermain Marisa.


''Sela apa kamu ingin berada di sana juga besok?'' Tanya Wisnu.


''Besok Marisa mulai masuk sekolah, aku berharap kamu bisa menemani aku mengantar dan menemani Marisa di hari pertamanya sekolah. Tapi kalau kamu ingin ikut dengan Anisa besok tidak apa-apa.''


''Ya ampun, aku lupa.''


Sela terlihat berpikir, dia memang ingin menyaksikan bagaimana reaksi Rendi secara langsung setelah mengetahui sifat asli Arumi. Jika memang Rendi bisa memaafkan Arumi setelah apa yang dia lakukan, Sela akan benar-benar mundur dari kehidupan Rendi.


Namun di sisi lain Sela juga pernah berjanji akan menemani Marisa di hari pertamanya sekolah. Sela benar-benar dilema.


''Tidak usah kamu pikirkan kalau memang ingin pergi bersama Anisa pergilah, aku akan memberi pengertian pada Marisa.'' Walaupun sedikit kecewa wisnu tetap berusaha untuk mengerti.


''Wisnu terima kasih.''


''Hm'' Wisnu tersenyum sambil mengangguk.


Pagi harinya semua sibuk menjalankan rencana penjebakan untuk Arumi.

__ADS_1


Pagi-pagi Wisnu sudah mengantarkan Sela ke apartemen Alex untuk bertemu dengan Anisa.


''Sela kamu sudah sampai?'' Anisa langsung keluar menyambut Sela begitu mendengar suara mobil berhenti di depan aparteman Alex.


''Selamat pagi tuan Wisnu'' sapanya kemudian.


''Selamat pagi, Anisa aku titip Sela.'' Wisnu kembali masuk ke dalam mobilnya. Sebelum pergi Wisnu menurunkan sebelah kaca mobilnya dan menatap Sela.


''Sela aku pergi berhati-hatilah.'' Wisnu menjalankan mobilnya kembali ke kediamannya untuk mengantarkan Marisa ke sekolah.


''Di mana Alex?'' Tanya Sela saat mereka akan masuk ke dalam apartemen Alex.


''Dia belum sampai, paling sebentar lagi. Sela aku lihat tuan Wisnu begitu perhatian sama kamu. Apa kalian punya hubungan khusus?''


''Apa yang kamu bicarakan, kami hanya teman biasa.'' Sela sebenarnya menyadari perhatian Wisnu padanya tapi karena statusnya yang masih merupaman istri Rendi dan rasa takut akan di khianati lagi Sela memilih menutup mata.


''Dreeet, dreeet, dreeet'' ponsel Sela berdering, itu merupakan panggilan dari Bastian.


''Papa, untuk apa dia menghubungi aku? Saat menjadi istri Rendi saja dia tidak pernah menghubungi aku, kenapa sekarang dia menghubungi aku?'' Tanda tanya besar bersarang di hati Sela.


''Halo pa, apa kabar?'' Tanya Sela begitu menggeser tombol hijau.


''Papa sehat Sela, bagaimana dengan kamu?''


''Alhamdulillah baik pa, Ada apa papa menghubungi aku?'' Tanya Sela langsung.


''Begini Sela papa ingin minta tolong sama kamu, papa harap kamu mau membujuk Wisnu untuk merevisi ulang surat karja sama antara perusahaan papa dengan perusahaan Wisnu. Sela papa tau papa banyak salah sama kamu tapi tolong ini demi Rendi, papa yakin kamu masih sangat mencintai dia dan pasti tidak ingin melihat dia bangkrut. Jadi tolong kamu bicarakan sama Wisnu ya. Setelah itu kamu, Rendi dan Arumi bisa hidup bersama dengan bahagia.''


Tatapan Sela berubah jadi dingin. Kilatan kebencian terlihat di sana. ''Pa aku sudah tidak punya hubungan dengan Rendi, aku sudah memberikan surat gugatan cerai padanya dan bulan depan adalah sidang pertama perceraian kami.'' Sela memutus sambungan telpon itu.


''Halo, Sela, halooo, kurang ajar sombong sekali dia.'' Kesal Bastian.


''Hans ada masalah, ada seseorang yang memvidiokan percakapan kita saat di rumah sakit . Dia mengajak bertemu di kafe xx hari ini jam 10.'' Tring. Arumi mengirimkan pesan beserta rekaman vidio itu pada Hans.


''Aku akan kesana!" balasan dari Hans segera masuk ke ponsel Arumi.


Hans yang sedang kesal karena kedatangannya ke perusahaan Rendi dengan membawa kartu nama Alex di tolak tambah kesal setelah menerima pesan dari Arumi.

__ADS_1


Alex memang menyuruh satpam mengusir Hans jika dia berani datang ke perusahaan setelah melihat vidio percakapannya dengan Arumi di rumah sakit.


Sesuai dengan rencana orang suruhan Alex sudah berada di kafe yang di sepakati untuk bertemu dengan Arumi. Kafe itupun sudah di sewa Wisnu untuk satu hari ini. Orang-orang yang berada di sana adalah orang-orangnya Wisnu yang menyamar sebagai pembeli agar tidak mencurigakan jika kafe itu terlihat kosong.


__ADS_2