
Setelah memutuskan sambungan telpon dengan Alex. Rendi menyandarkan tubuhnya dikursi kebesarannya. Fikiran Rendi menerawang memikirkan surat perjanjian yang dibuat papanya.
''Arumi, ya aku harus berbicara dengannya!''
Di sisi lain Arumi yang sudah selesai dengan acara masak bareng mertua, kembali ke kamarnya. Maksudnya kamar Rendi, karena Arumi tidak diperbolehkan menempati kamar lain, oleh mertuanya.
Di dalam kamar Arumi terus memandangi hpnya. ''Telpon, nggak ,telpon,nggak uh, bingung . aku telpon nggak ya?Tapi aku penasaran apa benar dia Sela yang sama? tapi kalau tidak ,foto itu?'' saat Arumi masih berkutat dengan pikirannya. tiba tiba ponsel di tangan Arumi berdering menandakan ada panggilan masuk. ''Mas Rendi?''
''Halo assalammualaikum, mas Rendi ada apa?'' Arumi berusaha menetralkan detak jantungnya yang berdetak begitu cepat.
''Temui aku di kafe SS sekarang.'' Tut...tut...tut...Rendi langsung memutus sepihak panggilan telponnya.
Arumi memanyunkan bibirnya sambil menatap layar hp dengan cemberut. ''Apa begitu sulit untuk sekedar basa basi sama aku?'' gumamnya
Namun begitu,Arumi tetap bersiap untuk menemui Rendi.
''Lo, Arumi mau kemana?'' tanya Monika yang melihat Arumi sudah rapi.
''Itu ma, tadi mas Rendi telpon katanya mau ketemu.'' jawab Arumi apa adanya
'' Benarkah? Wah ,sayang ini kemajuan.'' sambil memegang kedua bahu Arumi.
''kalau begitu cepat temui dia, jangan buat dia menunggu lama.''
''Aku pamit ya ma?'' sambil mencium tangan Monika
Arumi sampai di kafe yang di sebutkan oleh Rendi. Dia melihat ke kiri dan ke kanan untuk mencari keberadaan Rendi .seorang pelayan kafe datang menghampirinya.
''maaf nona bisa saya bantu?'' kata pelayan itu ramah.
''Saya sudah janjian dengan tuan Rendi di kafe ini apa dia sudah datang?''
''Silahkan nona, tuan Rendi ada di dalam.''
'' Terima kasih.'' Arumi masuk ke ruangan itu . Ruangan itu tidak terlalu besar namun terlihat mewah dengan sofa ukuran king size. Dan di meja nya sudah tertata beberapa menu makanan yang terlihat sangat lezat.
Arumi memang berasal dari keluarga yang tergolonng kaya. Namun keluarga Arumi terbiasa menjalani hidup dengan cara yang sederhana. Walau terbilang masih sering ke kafe tapi tidak pernah memesan ruang pribadi seperti ini.
Arumi terdiam untuk beberapa saat, sampai suara Rendi mengagetkannya.'' Mau di sana sampai kapan? duduk.''
Arumi mendekat dan duduk di sofa yang berada di depan Rendi.
__ADS_1
''Langsung saja. aku memanggilmu kesini untuk membicarakan sesuatu. Kamu tau Arumi papaku membuat surat perjanjian untukku, yang isinya aku harus mencintai dan menyayangimu dan sebagai gantinya papa akan menerima Sela dan menyerahkan sebagian sahamnya untuk Sela.''
Arumi memberanikan diri memandang Rendi. ''Lalu apa yang mas inginkan dari aku?''
'' Kamu memang pintar Arumi, kamu tau kalau aku menginginkan sesuatu.''
''Katakan apa yang harus aku lakukan?''
''Tidak usah terburu buru, kita makan dulu. Menurutmu bagai mana dengan makanan ini, apa kamu menyukainya? Atau apa masih ada yang ingin kamu pesan?''
''Tidak ini sudah terlalu banyak.''
Walaupun makanan di depannya terlihat sangat lezat , namun Arumi sama sekali tidak berselera. Arumi hanya makan beberapa suap. Dan langsung meletakkan sendoknya. ''Aku sudah kenyang.''
Rendi menepuk tangan beberapa kali dan dengan cepat beberapa pelayan sudah menghampirinya. ''Bereskan ini!'' Dengan sigab para pelayan itu segara membereskan meja dan pergi meninggalkan ruangan itu.
''Sekarang katakan!'' Arumi takut jika lebih lama di sini dia akan menangis
'' Baiklah karena sepertinya kamu juga tidak suka basa basi aku akan langsung saja.Aku ingin mengikuti permainan papaku. Aku akan memperlakukanmu dengan baik dan menjadikanmu istri yang seutuhnya.''
Seulas senyum muncul di bibir Arumi.''tapi setelah kamu hamil dan melahirkan kamu harus pergi dari kehidupanku.''
Seketika senyum yang timbul di bibir Arumi menghilang.'' Kamu hanya perlu menjawab ya atau tidak.''
''Baiklah aku akan jawab , tapi sebelum itu aku ingin bertanya , di mana kamu bertemu Sela dan kenapa Sela tidak bisa punya anak.''
Rendi menyepitkan mata mendengar pertanyaan dari Arumi. hal itu membuat Arumi merasa gugup.'' Ma..maksudku apa ada foktor tertentu yang membuat Sela tidak bisa hamil.''
''Kenapa kamu menanyakan ini ?''
''Jawab saja, maka aku akan menjawab pertanyaanmu.''
''aku bertemu Sela di Suka Bumi. Waktu itu aku sedang melihat lihat lokasi untuk proyek baru di sana. Akhirnya kami saling jatuh cinta dan menikah. Lalu aku membawanya ke jakarta. Tapi karena dia berasal dari panti asuhan orang tuaku kurang menyukainya. Masalah Sela yang tidak bisa hamil, kata dokter ada sedikit masalah pada rahimnya. Mungkin di sebabkan oleh benturan atau kecelakaan yang pernah di alami Sela.Saat aku bertanya pada Sela, katanya saat masih duduk di bangku SMA dia pernah mengalami kecelakaan sampai di rawat lumayan lama di rumah sakit . Tapi kata Sela saat itu dokter tidak menjelaskan apapun kepadanya.''
''Baiklah mas aku setuju. Menjalankan keinginan kamu.'' kata Arumi dengan mantap
''Tapi ada satu syarat lagi. Sela tidak boleh tau tentang ini.'' kata Rendi menegaskan
''Aku tau.''
''Katakan apa syarat yang ingin kau ajukan?''
__ADS_1
''Tidak ada aku hanya ingin setelah aku pergi nanti kamu dan Sela bisa hidup bahagia dan bisa menyayangi anakku dengan tulus.''
'' jangan khawatir aku pasti akan menjaganya dengan baik. Arumi terima kasih.''sambil menggenggam tangan Arumi
''Tidak perlu berterima kasih aku melakukan ini untuk diriku sendiri. Kalau memang sudah selesai aku permisi mas.''
Arumi pergi meninggalkan Rendi di kafe itu. Arumi berjalan dengan cepat sambil menyeka air matanya.''sabar Arumi anggablah ini balas budi untuk kebaikan Sela'' batin Arumi
Setelah kepergian Arumi Rendi tidak langsung pergi dari kafe itu , Rendi duduk termenung di sana. ''apa aku terlalu kejam pada Arumi? Ah, tidak ini kesalahannya ke napa dia bersedia menikah denganku, padahal dia tau aku beristri.''
Dreeet...dreeeet...ponsel Rendi bergetar menandakan ada panggilan masuk dan Rendi segera mengangkatnya.
'' Halo Rendi kamu di mana? Dirumah ada Alex.'' kata Sela dari seberang sana
'' Baiklah aku pulang sekarang.'' setelah panggilan telpon itu terputus Sela pergi menghampiri Alex di ruang tamu.
''Alex dia?'' tanya Sela sambil menunjuk seseorang di sebelah Alex
'' perkenalkan ini Anisa nyonya, mulai sekarang dia akan bekerja di sini.'' terang Alex
''Oh, ini orang yang dikatakan mas Rendi, saya fikir pacar kamu, habis cantik banget.'' canda Sela
''Nyonya bisa saja.''Kata Akex dan Anisa bersamaan.
''Ha..ha..ha...ternyata kalian memang cocok . Kompak dan serasi.''
Alex dan Anisa sama sama menunduk dengan wajah yang mulai memerah. Baik Alex maupun Anisa sama sama belum pernah pacaran. Karena itu mendengar ucapan Sela mereka jadi salah tingkah.
Sela jadi gemas melihat mereka berdua dan terus menggoda mereka. ''Kalian membicarakan apa sepertinya seru sekali?'' Rendi masuk dan langsung duduk di samping Sela.
''Sayang kamu sudah pulang? Lihat bukankah mereka berdua cocok?''
Rendi hanya tersenyum menanggapi ucapan istrinya.
''Lex, ini yang namanya Anisa?''
''iya tuan.''
'' Bukannya harusnya besok dia ke sini?''
''Iya tuan memang seharusnya seperti itu. tapi rumah Anisa jauh dari ini. Akan memakan waktu jika dia harus pulang dan besok kembali lagi.''
__ADS_1
''Baiklah kalau begitu. Anisa selamat bekerja.''
''Lex tolong antar Anisa ke kamarnya.''