Ada Dusta Diantara Kita

Ada Dusta Diantara Kita
episod 24


__ADS_3

''Alex duduklah'' Rendi mempersilahkan Alex duduk sambil dia membereskan berkas-berkas yang ada di depannya.


Rendi menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Lalu menghela nafas dan membuangnya.


Alex duduk dengan sabar menunggu tuannya itu bicara.


''papanya Arumi meminta aku datang kerumahnya sore ini, apa menurutmu dia akan marah padaku?'' Rendi masih dalam posisi bersandar sambil mendongak ke atas seolah dia sedang berbicara ssendiri.


Alex merasa bingung harus menjawab apa dan akhirnya hanya bisa berucap. ''pak Yanto itu orang yang bijaksana, jadi apapun masalahnya dia pasti akan memberi penyelesaian yang baik.''


Setelah mendengar ucapan Alex Rendi merasa sedikit lega.''alex sore ini kamu ikut aku ke sana''


Sebenarnya Alex tidak ingin terlibat lagi dengan masalah tuannya ini, tapi sebagai asisten Alex tidak mungkin tidak terlibat.


tiba-tiba Alex teringat dengan percakapan antara dirinya dan Anisa saat di meja makan. ''tuan sebaiknya sekarang anda harus lebih berhati-hati''


Kening Rendi berkerut mendengar Alex tiba-tiba menyuruhnya untuk hati-hati.''hati-hati, memangnya siapa yang mau mencelakai aku?'' Alex terdiam sejenak, dia bingung bagaimana cara menyampaikan ini kepada Rendi.


Di satu sisi Alex tidak bisa membiarkan tindakan Anisa, sementara di sisi lain dia juga takut terjadi sesuatu kepada Anisa jika dia bicara yang sebenarnya ke pada Rendi.


''katakan! Kenapa diam?'' Rendi yang tidak sabar menunggu jawaban dari Alex sedikit meninggikan suaranya.


Mendengar bentakan dari Rendi Alex jadi gelagapan. ''begini tuan, sepertinya Anisa mengetahui yang sebenarnya tentang hubungan anda dan nyonya Arumi''


Akhirnya Alex memutuskan memberi tau yang sebenarnya kepada Rendi.


''bagaimana mungkin?'' Rendi tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Alex.


''jadi begini tuan saat kami sedang berada di meja makan, Anisa mengaku pernah melihat tuan bersama nyonya Arumi bersama di sebuah kamar.'' terang Alex ke pada Rendi.


''tapi kalaupun dia melihat kami berdua di kamar itu tidak membuktikan apapun. Aku masih bisa menyangkalnya.'' ujar Rendi.


''masalahnya tuan, Anisa memegang foto pernikahan Anda dengan nyonya Arumi.'' kata Alex sambil menunduk.


''apa...,'' Rendi menggebrak meja sangking marahnya. ''bagaimana ini bisa terjadi bukankah aku sudah menyuruhmu untuk mengamankan foto itu, atau jangan-jangan kamu sengaja memberikan foto itu ke padanya!'' tuduh Rendi.

__ADS_1


''ti..tidak tuan.'' Alex dengan cepat menyangkal sambil menggelengkan kepalanya.


''kalau begitu bagaimana ini bisa terjadi? Cepat katakan!'' Rendi sudah hampir kehilangan kesabaran.


''begini tuan, saat tuan menyuruh saya untuk mengambil foto yang jatuh di bawah meja itu, saya bergegas pergi dan mencari foto yang tuan suruh, dan benar memang ada sebuah foto di bawah meja kerja tuan. Dan saya segera mengambilnya.'' Alex menjeda sejenak ucapannya untuk menarik nafas.


Kemudian Alex melanjutkan, ''saat saya melihat foto itu saya sedikit heran, karena foto yang ada di bawah meja itu adalah foto saya dan tuan saat di ruang rapat.''


Rendi menyela ucapan Alex, ''bagaimana mungkin, bukankah foto itu foto pernikahanku dengan Arumi yang di gunakan papa untuk mengancamku?''


''iya tuan, tapi karena pada saat itu tuan tidak menjelaskan kepada saya tentang foto itu jadi saya tidak tau bahwa foto yang saya ambil adalah foto yang salah, yang sudah di tukar oleh seseorang.''


''ditukar oleh seseorang?'' Rendi mengulang ucapan Alex. ''iya tuan'' jawab Alex.


''Lalu bagaimana kamu menyadari semua ini?''


''awalnya saya juga tidak curiga, namun setelah saya pikir lagi tidak mungkin tuan menyuruh saya mengamankan foto itu, kalau cuma foto kita berdua, jadi saya memutuskan untuk kembali keruang kerja tuan untuk mengecek cctv. Dan benar saja saya melihat seseorang sedang memengang foto pernikahan tuan lalu dia membuka laci meja kerja tuan dan mengeluarkan sebuah foto dan meletakkannya pada tempat foto yang sudah dia ambil.''


''lalu siapa orang itu?''


Alex menunduk dan tidak berani memandang wajah Rendi. Lalu menjawab dengan suara pelan. ''Anisa'' . Alexmerasa sangat bersalah karena dialah yang membawa Anisa ke ruah Rendi.


Alex semakin merasa bersalah melihat Rendi yang hanya diam. ''tuan maafkan saya''


Rendi tersadar dari lamunannya. ''sudahlah tidak usah di pikirkan yang penting kamu awasi saja dia.''


''kembalilah keruanganmu dan jangan lupa nanti sore temani aku ke rumah Arumi''


''iya tuan'' Alex segera undur diri dan meninggalkan ruangan Rendi.


Rendi kembali bersandar dengan lelah di sandaran kursi ke besaranya. Rendi memicit pelipisnya. ia merasa pusing dengan semua yang terjadi.


''belum selesai masalahku dengan Arumi, sekarang muncul masalah baru, huh semoga Anisa tidak punya rencana buruk.'' gumam Rendi pada dirinya sendiri.


hari sudah sore. Para kariyawan yang bekerja di perusahaan Rendi sudah mulai berpulangan.

__ADS_1


Rendi segera bersiap untuk pergi ke rumah Arumi sebelum pergi Rendi menyempatkan diri untuk menghubungi Sela.


dreeet....dreeeet....telpon seluler milik Sela bergetar menandakan ada panggilan masuk.


''halo sayang kamu sedang apa?'' terdengar suara Rendi saat Sela sudah menekan tombol hijau pada layar ponselnya.


''hm, sedang memikirkan kamu,'' jawab Sela asal.


''oh, ternyata sekarang istriku sudah pandai menggombal.'' kata Rendi menggoda istrinya.


Sela tertawa menampakkan giginya, yang tentu saja tidak bisa di lihat oleh Rendi.


''Sayang ada apa kamu menelponku, jangan bilang kamu mau lembur.'' tebak Sela.


''Ternyata istriku ini sangat pintar'' kata Rendi sambil tersenyum kecut. ''ya, Tuhan sampaikapan aku harus berbong pada Sela.'' batin Rendi.


Setelah mengucapkan beberapa kata pada Sela, Rendi pun mengakhiri percakapan mereka, karena jam sudah menunjukkan pukul 3 sore.


Tok! Tok! Tok!


terdengar suara kwtukan di pintu ruangan Rendi.


''masuk''. Mempersilahkan orang yang mengetuk pintu itu untuk masuk.


''tuan kita berangkat sekarang?'' tanya Alex setelah masuk keruangan Rendi.


''hm''. Jawab Rendi sambil berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangannya dan di ikuti oleh Alex.


Seperti biasa Alex yang menyetir mobil, sementara Rendi hanya melamun sepanjang perjalanan.


Lamunan Rendi terhenti saat Alex sudah turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Rendi.


''tuan kita sudah sampai'' ucap Alex yang langsung menyadarkan Rendi.


''hah, oh baiklah mari kita masuk.'' Rendi segera turun dari mobil dan melangkah meninggalkan Alex yang masih berdiri di samping pintu mobil.

__ADS_1


''kenapa dengan tuan?'' batin Alex yang melihat tuannya seperti tidak pokus sepanjang perjalan tadi.


namun Alex segera menepis segala yang ada dipikirannya dan segera menyusul Rendi yang terlihat sudah agak jauh.


__ADS_2