Ada Dusta Diantara Kita

Ada Dusta Diantara Kita
eopisod 7


__ADS_3

''Ren, coba kamu lihat sepertinya Alex dan Anisa cocok deh. Dan sejak tadi aku bisa melihat pandangan Alex ke Anisa itu beda.''


''Beda bagaimana, menurutku biasa saja.''


'' Dasar laki laki tidak peka.'' gerutu Sela


'' Lo kok jadi ngambek.''


''Habisnya kamu payah.''


''begini ya sayang aku ngerti maksud kamu , tapi kalaupun Alex ada rasa sama Anisa terus aku harus apa?''


''Ya kamu bantu dekatkan merekalah.''


''Sela kita baru kenal lo sama Anisa, bagai mana kalau ternyata dia sudah punya pacar?'' kata Rendi berusaha memberi pengertian


''Iya juga ya, aku kok nggak mikir ke sana ya?'' Sela mengangguk-angukkan kepala


''Sudahlah nggak usah ngurusin mereka mending sekarang kita ke kamar.''Rendi menaik-turunkan alisnya


''Ke kamar ngapain jangan aneh aneh ya Ren ini masih sore.'' kata Sela yang curiga melihat tingkah Rendi


''Memang kenapa kalau sore? Nggak ada yang nggelarangkan? ayo'' menarik tangan Sela menuju kamar atas.


''Anisa ini kamar kamu, saya harap kamu betah di sini dan bisa bekerja dengan baik. Dan kamu harus ingat peraturan yang paling penting di sini tidak boleh mencampuri urusan majikan. Kamu mengerti.'' Alex menjelaskan panjang lebar kepada Anisa, karena takut gadis itu akan membuat kesalahan


''iya tuan.'' jawab Anisa cepat


'' Jangan panggil saya tuan saya bukan tuanmu, panggil Alex saja.'' Alex merasa risih dengan panggilan Anisa


''Rendi ini sudah mau magrib , cepat mandi dan turun. Di bawah masih ada Alex dan Anisa tidak enak sama mereka'' bukannya turun Rendi malah semakin mengeratkan pelukannya pada Sela.


''Anisa akan tinggal di sini, itu artinya dia setiap hari akan ada di sini, lalu apa kamu akan terus merasa tidak enak begini.'' kata Rendi


''Sela sebenarnya besok aku harus pergi ke luar kota.''


''Kenapa tiba tiba?'' Sela merasa berat mengijinkan Rendi untuk pergi


'' Sebenarnya papa sudah menyuruhku berangkat dari bulan lalu namun karena aku belum menemukan orang yang tepat untuk menemanimu jadi aku undur. Dan sekarang waktunya sudah mepet jadi aku harus berangkat besok, kamu tidak apa apakan?''


''Mau bagaimana lagi, sebenarnya kalau bisa aku tidak ingin kamu pergi Ren. Karena selama 5 tahun kita menikah ini pertama kalinya kita berpisah, jadi aku tidak tau apa aku akan baik baik saja. Tapi ini tanggung jawabmu jadi aku akan berusaha untuk bertahan ,walau aku pasti akan sangat merindukanmu.'' kata Sela dengan nada sedih.

__ADS_1


''jangan sedih gitu dong, Aku juga pasti akan sangat merindukanmu. Dan aku janji akan sering-sering menghubungu kamu.''


''Berapa lama kamu pergi?''


'' belum bisa di pastikan, tapi aku usahakan agar cepat selesai.''


Selesai membersihkan diri, Rendi dan Sela turun ke lantai bawah. Sela berniat untuk menyiapkan makan malam. Tapi ternyata Anisa sudah menyiapkan semuanya.


''Lo, Nisa kamu masak?''


'' Maaf nyonya, saya salah tidak tanya nyonya dulu.'' Anisa merasa takut karena sudah lancang memasak tanpa bertanya lebih dulu.


''Bukan...bukan itu maksud saya. Tadi saya fikir kamu masih ingin istirahat dan mulai bekerja besok. Dan saya bermaksud ingin masak. Tapi karena kamu sudah masak ayo kita sajikan. Biar kita langsung makan.''


''saya saja nyonya, sebaiknya nyonya tunggu di meja makan saja.''


''Tidak Anisa, aku suka mengerjakan pekerja seperti ini. Jadi aku harap kamu jangan sungkan ya. Tugas kamu di sini hanya membantu dan menemani aku saja. Bukan mengerjakan seluruh pekerjaan dirumah ini.Kalau semua kamu yang kerjakan terus aku harus apa?''


'' Tapi nyonya''


'' tidak ada tapi tapian mengerti! Satu lagi jangan panggil aku nyonya , panggil Sela saja.''


''Ada apa ini?''


'' tidak ada sayang, cuma aku tidak ingin Anisa memanggilku nyonya. Aku tidak terbiasa.'' kata Sela kepada suaminya


''Anisa turuti saja apa yang di katakan istriku. Dia memang wanita yang mandiri dan tugas utamamu adalah menjaga dan melindungi istriku ini.'' Rendi merangkul bahu Sela.


''Sekarang kamu kembali ke meja makan, aku dan Anisa akan melanjutkan pekerjaan kami.''


Rendi kembali ke meja makan dan di sana sudah ada Alex yang duduk dengan santai.


''anda dari mana tuan?''


''Dari monas! Tentu saja dari dapur Alex. apa kamu tidak lihat aku baru keluar dari sana.'' ketus Rendi


'' Maksud saya kenapa wajah anda terlihat muram?''


''entahlah Alex aku merasa sumua akan berakhir dengan buruk, dan setiap kali aku berbohong kepada Sela rasanya seperti ada yang menyesak di dadaku.''


''Makanan siap.'' Kata Sela sambil membawa dua piring berisi lauk yang tadi di masak oleh Anisa, sementara di belakang Sela ada Anisa yang datang dengan membawa nasi dan sepiring lauk lagi.

__ADS_1


''Ayo kita makan.'' Sela segera mengambil piring, mengisinya dengan nasi beserta lauk lauknya dan diletakkannya di depan Rendi.


''Anisa?''


''iya nyo...''ucapan Anisa terpotong karena Sela melototkan mata ke arah Anisa. ''Maksut saya iya Sela.''


''Ambikan nasi untuk Alex.''


''Tidak usah nyonya saya bisa sendiri.'' tolak Alex yang merasa tidak enak


''Heh...mana boleh seorang laki laki mengambil makanannya sendiri. Ayo Anisa ambilkan.''


Rendi hanya geleng-geleng melihat tingkah istrinya. Anisa menuruti perintah Sela, ia mengambilkan nasi untuk Alex. selamat makan tuan, Sela saya permisi.'' Anisa ingin beranjak dari sana namun langsung di hentikan oleh Sela


''Eh,mau kemana duduk kita makan bersama.'' Anisa terlihat ragu dan ingin mengatakan sesuatu. Tapi Sela langsung menyela. ''Tidak boleh menolak, mengerti.''


Akhirnya Anisa duduk di kursi yang berada tepat di depan Alex. Sela dapat melihat saat makan Alex beberapa kali mencuri pandang pada Anisa. Hal itu membuat Sela semakin ingin menjodohkan mereka.


Karena sejak pertama Alex membawa Anisa kerumahnya, Sela sudah yakin kalau Anisa itu gadis yang baik.


Makan malam itu selesai. Sela dan Anisa merapikan meja, sementara Rendi dan Alex pergi ke ruang kerja milik rendi di lantai atas.


''Lex sudah kamu siapkan apa yang aku minta?'' ''Sudah tuan. Tapi apa menurut anda ini tidak merepotkan.'' Alex merasa kasihan kepada tuannya yang terlihat sangat sedih akhir-akhir ini. Namun kalau di depan Sela Rendi akan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa


'' Itu lebih baik Alex karena jika aku mencari rumah masih di daerah jakarta, cepat atau lambat Sela akan tau. Dan aku tidak ingin itu terjadi.kau tau Alex saat ini aku merasa sangat berdosa, padahal saat melakukan ijab qobul bersama Sela aku sudah bersumpah tidak akan membiarkan dia bersedih atau memderita. Tapi sekarang aku justru menipunya. Apalagi kamu juga pasti taukan bagaimana kehidupan Sela dulu?''


'' Iya tuan.''


Rendi menyandarkan diri di sofa yang berada di ruang kerjanya. Fikirannya melayang mengingat awal pertemuannya dengan Sela.


[beberapa tahun lalu]


''Lex apa apa sudah sampai?'' Rendi bertanya karena tiba tiba Alex menghentikan laju mobil mereka.


''Belum tuan tapi di depan sepertinya terjadi sesuatu.''


''coba lihat dan suruh mereka untuk memberi jalan.''


'' Baik tuan.''


Alex turun dari mobil dan melihat apa yang terjadi. Terlihat ada seorang pemuda dengan dengan wajah sinis sedang menyuruh beberapa orang yang terlihat seperti pereman untuk menghancurkan dagangan seorang gadis. Sang gadis terlihat sedang menangis dan berusaha mempertahankan dagangannya.

__ADS_1


''Aku mohon hentikan jangan hancurkan daganganku. Hanya ini satu satunya sumber penghasilanku.'' kata gadis itu memohon


''Makanya kamu nurut sama aku kalau mau selamat.'' Kata pemuda itu dengan sombong.


__ADS_2