
''Rendi...'' Sela terus menggoyang-goyang tangan Rendi agar dia terbangun.
''hm, ada apa sayang?''
''Bangun ini sudah subuh. kamu ini bagaimana ada kamar tapi malah tidur di sini.'' Sela masih terus mengomel
''Maaf sayang, tadi malam pekerjaan kami sangat banyak. ''kata Rendi sambil mendudukkan badannya, dengan mata yang setengah terbuka''
Pekerjaan? Aku bahkan tidak melihat apapun di sini?'' Mati aku, laktopkukan ketinggalan di ruang tamu'' batin Rendi.
Ah'' sayang, Alex sudah menyimpannya, begitu selesai tadi.
ya sudah cepat bangun, bukannya kita mau pulang! Aku mau mengepak pakaian kita dulu.
Rendi hanya mengangguk menanggapi ucapan Sela. Lalu setelah Sela pergi secepat kilat, Rendi membangunkan Alex.
Lex, Alex cepat bangun! ''hm'' ada apa tuan? Ayo bangun, gawat ini!
ada apa sih tuan apanya yang gawat.
Cepat kamu ke kamar Arumi dan keluarkan semua pakaianku dari sana. Lalu harus aku taruh di mana tuan?
Taruh saja di salah satu kamar tamu, asal jangan kamar Anisa! Cepat! Iya tuan. Tapi kenapa?
sudah sana nanti saja ku jelaskan.
sayang, kemari sebentar! Iyaaa.
Rendi segera berlari menghampiri Sela.
Iya Sela ada apa? Kenapa pakaianmu tidak ada di sini?
oh'' pakaianku ada di kamar tamu sayang, di bawah. Kenapa? Itu karena aku tidak tinggal di sini. Karena aku tidak tinggal di sini, kamu lupa ya. Oh'' iya, kamu benar.
Kalau begitu aku akan kebawah untuk membereskannya. Tidak usah, biar Alex saja.
sayang, kamu tidak boleh begitu. Apa-apa mengandalkan Alex, diakan juga harus mebereskan barang-barangnya.
Sela segera melangkah keluar dari kamarnya, sementara Rendi mengekori dari belakang sambil terus berdoa. ''Alex semoga kamu sudah selesai'' kata Rendi dalam hati.
''Di kamar yang mana?'' Kata Sela saat mereka sudah sampai di lantai bawah.
''Emm, aduh Alex memasukkan ke kamar yang mana?'' batin Rendi
beruntung saat Rendi sedang kebingungan, Alex keluar dari salah satu kamar itu.
''Tuan apa anda ingin mengambil koper anda?'' kata Alex sambil mendorong sebuah koper di tangannya ''ini saya sudah merapikan semuanya.''
''Alex terima kasih, maaf sudah merepotkanmu.''
''nyonya tidak usah sungkan ini memang sudah tugas saya.''
''Di mana Arumi dan Anisa? Anisa sedang di dapur membuat sarapan. Tapi kalau Arumi...''
__ADS_1
ucapan Alex menggantung.
''Arumi kenapa, ada apa dengan dia?'' panik Sela
''saya belum melihatnya sejak tadi, tapi kamarnya sudah kosong nyonya, dan saat saya cek lemarinya, pakaiannya juga sudah kosong.'-
''Aaapa!'' teriak Rendi dan Sela bersamaan
''Alex! Katakan padaku apa yang terjadi, bukankah sudah pernah aku katakan kalau dia sahabatku, dan jangan pernah kamu berani menyakitinya. Cepat Katakan apa yang terjadi? Bukankah tadi malam kalian masih baik-baik saja.''
''Maafkan saya nyonya, memang tadi malam kami sedikit berdebat tentang rumah ini nyonya, dan saya sudah minta maaf tapi ternyata Arumi masih marah.'' kata Alex berbohong
''Ayo kita cari dia!''
''tidak usah di cari Sela, sebaiknya kita sarapan saja.'' kata Anisa yang baru saja keluar dari dapur
''apa maksudmu tidak usah di cari. Anisa dia itu sahabatku!'' kata Sela sedikit membentak
''Maafkan aku Sela maksudku bukan begitu.
Tapi Arumi sudah pergi sejak sebelum subuh, dan saat ini dia pasti sudah jauh. Percuma saja kalau di kejar.''
''Apa? Jadi kamu melihat Aumi pergi?''
''iya, tadi saat aku ingin menaruh gelas ke dapur, aku melihat Arumi jalan mengendap-endap sambil menyeret koper. Saat aku bertanya dia malah marah dan membentakku. Jadi aku biarkan saja, karena aku sadar di sini aku cuma pembantu.'' kata Anisa sengaja menekankan kata pembantu
Mendengar ucapan Anisa, Sela jadi merasa bersalah karena tadi dia sempat membentak Anisa.
''Anisa apa yang kamu bicarakan, aku tidak pernah menganggapmu sebagai pembantu, kamu temanku sama seperti Arumi. Maaf kalau tadi aku sedikit emosi''
''Sudah, sudah. ayo kita sarapan, masalah ini kita urus nanti.'' kata Rendi yang sebenarnya sedang sangat cemas
Seperti biasa Sela mengambilkan nasi beserta lauknya untuk Rendi. Untuk sarapan kali ini Anisa memang memasak hidangan berat. Karena menurutnya mereka akan menempuh perjalanan jauh. Akan cepat lapar jika hanya makan roti saja.
Kalau biasanya Anisa akan malu-malu jika disuruh meladeni Alex, tidak untuk kali ini.
Anisa berinisiatif sendiri untuk mengambilkan nasi untuk Alex. ''Mas Alex mau lauk apa? Ikan goreng, udang asam manis atau telur?''
''Ikan goreng saja.''
'' Baiklah.''
dengan cepat Anisa mengambil seekor ikan goreng dan meletakkannya di piring Alex.
Melihat pemandangan ini, justru membuat hati Sela menjadi tidak nyaman. Kalau dulu Anisa barinisiatif ingin menjodohkan Anisa dengan Alex, namun berbeda dengan sekarang.
Karena sepengetahuan Sela, Arumi adalah pacar Alex. Bagaimana mungkin dia bisa mendukung Anisa untuk mengejar Alex.
Walaupun sebenarnya apa yang di ketahui Sela hanyalah sebuah kebohongan semata.
sepanjang perjalanan baik Sela ataupun Rendi tidak banyak bicara. Berbeda dengan Anisa yang seperti terang-terangan ingin menggoda Alex.
memang posisi duduk mereka menguntungkan bagi Anisa. Karena saat ini Anisa sedang duduk di bangku penumpang di samping supir dengan Alex yang menyetir.
__ADS_1
Sedangkan Sela dan Rendi duduk di bangku penumpang di belakang.
Awalnya ini adalah keinginan Sela yang ingin duduk di samping Rendi sepanjang perjalanan.
namun melihat Anisa yang berubah menjadi agresip terhadap Alex, membuat Sela menjadi tidak nyaman.
Saat melihat di depan ada sebuah pom bensin Sela terpikirkan untuk merubah posisi duduk mereka.
''Alex bisa berhenti di pom bensin sebentar?'' kata Sela kepada Alex
''iya nyonya,bisa.''
Alex segera menepikan mobil mereka di sebuah pom bensin.
''Rendi aku ke toilet sebentar ya!''
''apa perlu aku temani?''
''Tidak usah biar Anisa saja, bisakan Anisa?''
'' Iya tentu saja bisa. Sekalian aku juga ingin ke toilet.'' Anisa sama sekali tidak curiga kalau sebenarnya Sela ingin agar Anisa berpindah tempat duduk.
''Kalau begitu ayo.''
Sela dan Anisa turun dari mobil dan menuju ke toilet yang ada di pom bensin itu.
Sela masuk duluan, setelah Sela selesai barulah Anisa gantian masuk ke dalam toilet.
''Sudah selesai'' tanya Sela
''sudah ayo. aduh'' Sela memegang kepalanya .
''Sela, ada apa?''
'' tidak tau, kepalaku rasanya pusing sekali, bahu dan leherku juga sakit.''
''Mungkin kamu masuk angin.''
''Mungkin juga.''
''kalau begitu mari kembali ke mobil, biar aku bantu mengurut leher dan bahumu.''
''Terima kasih, maaf merepotkanmu.''
''Sela, kamu ini kenapa masi saja sungkan padaku. Sudah ayo.''
Sesampainya di mobil Sela meminta Rendi untuk pindah ke bangku depan.
''Rendi kamu pindah ke depan ya?''
''kenapa?''
''Kepalaku pusing dan leher dan bahuku terasa sakit. Aku ingin Anisa membantu mengurutnya.''
__ADS_1
Rendipun mengikuti ke inginan Sela dan pindah ke bangku depan.