Ada Dusta Diantara Kita

Ada Dusta Diantara Kita
episod 8


__ADS_3

''Tidak akan, sampai kapanpun tidak akan.'' teriak gadis itu


'' Baiklah hancurkan semua, cepat jangan ada yang bersisa.'' perintah pemuda itu pada anak buahnya


''Hentikan!'' teriak Alex yang baru turun dari mobil


''he, siapa kamu berani ikut campur urusanku?''


''Maaf sebelumnya saya bukan ingin ikut campur tapi kamu menghalangi jalan dan perbuatanmu ini sudah mengganggu ketertipan umum.''


''Siapa kamu berani menceramahi aku ha? Benar benar sudah bosan hidup. Hajar '' teriak pemuda itu kepada anak buahnya.


''Buuk....buuk...taak.. .buuk''


para preman itu menghajar dengan membabi buta, namun masih dapat di tangkis oleh Alex dan hal itu membuat para preman itu sangat marah dan terjadilah pertarungan sengit antara Alex dan beberapa preman itu.


Dan saat pertarungan itu masih berlangsung, pemuda itu mengambil kesempatan untuk menyeret gadis itu masuk kedalam hutan di seberang jalan itu.


Rendi yang sejak tadi duduk di dalam mobil memutuskan untuk keluar karena melihat Alex tak kunjung masuk kedalam mobil.


Saat keluar dari mobil Rendi melihat Alex sedang bertarung dengan beberapa orang, dan saat Rendi ingin membantu tanpa sengaja dia justru melihat seorang pemuda sedang menyeret seorang gadis masuk kedalam hutan. Rendi mengurungkan niatnya untuk membantu Alex dan segera berlari untuk menyusul pemuda itu.


setelah merasa tempat itu cukup aman untuk melancarkan aksinya, pemuda itupun mendorong tubuh gadis itu hingga jatuh. Gadis itu meringis menahan sakit di sikunya yang tergores saat dia jatuh.


Lalu pemuda itu mendekat dan langsung merobek baju gadis itu. Gadis itu hanya bisa menangis dan memohon. ''Aldo aku mohon jangan, tolong lepaskan aku.'' mohon gadis itu pada pemuda yang bernama Aldo itu


Namun pemuda yang bernama Aldo itu sama sekali tidak menghiraukan tangisan dan permohonan gadis itu.


Dia terus mendekat dan berusaha mencium dengan paksa gadis itu. Hingga tiba tiba ''buuk'' tubuh Aldo terpental karena tendangan dari Rendi.


Rendi mendekati Aldo yang masih dalam posisi tersungkur dan menghujaninya dengan pukulan bertubi tubi, hingga membuat Aldo terkapar dan tak sadarkan diri.


''Kamu tidak apa apa?''tanya Rendi pada gadis itu yang sedang duduk menangis sambil memeluk lututnya untuk menutupi bagian depan tubuhnya, karena bajunya sobek akibat ulah Aldo.


Rendi mendekati gadis itu dan memberikan jasnya. ''Ayo kita pergi dari sini, saya harus melihat kondisi teman saya . Tadi saat saya ke sini dia sedang di keroyok oleh beberapa orang.


Rendi dan gadis itu keluar dari hutan menuju ke tempat Alex. Saat sampai di sana pertarungan antara Alex dan para preman itu sudah selesai dan di sana terlihat ada beberapa warga yang membantu Alex, sementara para preman itu sudah tidak terlihat batang hidungnya.


''Lex, apa kamu baik baik saja?''


''Ya tuan, setidaknya saya masih bisa berdiri. Untung ada bapak-bapak ini kalau tidak anda harus melanjutkan, meninjau lokasi sendiri.'' sindir Alex.


''Sudah jangan ngambek nanti wajahmu tambah jelek'' ledek Rendi sambil tertawa.


''Bapak bapak, kalian warga sini?'' tanya Rendi


'' Iya tuan.'' jawab bapak-bapak itu


''Saya ucapkan terima kasih karena sudah membantu teman saya.'' ucap Rendi

__ADS_1


''pak Darmo di dalam hutan ada Aldo yang sedang pingsan.'' ucap gadis yang sedari tadi hanya menunduk.


''Apa nak Sela, Aldo pingsan, waduh bisa berabe urusannya.'' panik para bapak-bapak itu


'' Ia, dia pingsan, saya yang menghajarnya karena dia ingin melecehkan gadis ini.'' Rendi menunjuk ke arah Sela.


''Aduh nak Sela bagaimana ini?'' tanya pak Darmo


'pak Darmo tolong antarkan dia pulang ya, biar saya yang bertanggung jawab.'' Kata Sela.


''Sebenarnya ada apa ini kenapa sepertinya kalian sangat ketakutan. dia itu penjahat harusnya kalian serahkan dia kekantor polisi, bukan malah ketakutan seperti ini.'' Rendi heran melihat para warga yang sepertinya sangat takut kepada pemuda yang bernama Aldo itu.


''Begini den, dia itu anak orang terkaya di kampung ini. Pak kades saja tidak berani menegurnya. Dulu pernah ada seorang warga kami yang berani melawan Aldo dan melaporkannya kekantor polisi. Tapi sorenya dia sudah kembali bebas.


dan warga kami itu samsai sekarang tidak pernah terlihat lagi dan tidak ada yang tau bagaimana kabarnya.'' terang salah seorang warga itu.


''Kalau begitu bantu angkat ke mobil saya saja. Biar saya yang urus.''


''tuan terima kasih tapi sebaiknya tidak usah. Saya tidak ingin anda kena masalah. Biar saya saja yang menanggung.'' kata Sela merasa tidak enak.


''Tuan bisakah perdebatan ini di akhiri saya sudah sangat lelah'' kata Alex.


''Ha..ha...Alex kenapa wajahmu jadi tambah jelek?'' kata Rendi meledek Alex


''Tuan berhentilah meledekku, semua ini karena anda yang lebih mementingkan wanita.'' Kata Alex sambil masuk kedalam mobil.


''Maaf'' kata Sela sambil menunduk.


Akhirnya Aldo yang masih dalam ke adaan pingsan di masukkan kedalam mobil Rendi oleh para warga.


''Baiklah bapak-bapak terima kasih. Dan kamu, siapa nama kamu?'' Rendi menunjuk kearah Sela


''Sela tuan.'' jawab gadis itu masih dalam kondisi menunduk.


''Baiklah Sela kamu tau rumah pria itu?''


'' Tau tuan.''


''Kalau begitu kamu ikut saya untuk menunjukkan jalan.''


''Tapi dagangan saya?'' Sela menatap sedih ke arah dagangannya


'' Sudahlah tinggalkan saja, sudah hancur begitu, tidak bisa di pergunakan lagi.'' kata Rendi


Rendi dan Sela berjalan kearah mobil. ''Tok..tok..tok'' Rendi mengetok kaca mobil.


''Ada apa tuan.'' Kata Alex sambil menurunkan kaca mobil


''Pindah kebelakang.'' perintah Rendi

__ADS_1


''Kenapa harus saya tuan?'' protes Alex karena tidak ingin duduk di sebelah Aldo yang saat ini sedang pingsan


''Lalu apa harus saya?''


''Tidak tuan.'' jawab Alex cepat, sebelum mendapat amukan dari tuannya.


merekapun pergi menuju ke rumah Aldo, dengan posisi Rendi menyetir, Sela di bangku penumpang depan dan Alex di jok belakang bersama Aldo yang masih pingsan.


''Apa masih jauh?'' tanya Rendi


''Tidak tuan.'' jawab Sela yang masih terus saja menunduk


''apa kamu dapat melihat jalan dengan kondisi menunduk begitu.'' ledek Rendi untuk mencairkan suasana


''Modus'' gumam Alex yang masih bisa di dengar oleh Rendi. Rendi memicingkan matanya menatap Alex melalui kaca sepion. Membuat Alex salah tingkah dan tidak berani melihat kedepan.


''Sebenarnya ada masalah apa kamu sama berandalan seperti dia.''


'' Dia memang selalu mengganggu saya tuan. Sebenarnya beberapa bulan yang lalu dia ingin melamar saya tapi saya menolak, karena itu dia marah. Dia merasa saya sudah mempermalukannya dengan menolak lamarannya.''


''Benar benar orang yang aneh.'' komentar Rendi


''itu tuan.di depan belok kanan rumah yang paling besar itu rumahnya.''


''Tuan bukankah itu rumahnya pak Johan?'' ucap Alex dari belakang


''benarkah?''


'' Benar tuan.''


'' Kebetulan sekali.'' Rendi tersenyum licik


Mobil Rendi memasuki halaman depan rumah yang terlihat cukup mewah. Meskipun di perkampungan, tapi rumah pak Johan terlihat mewah dan tidak kalah dengan rumah rumah yang ada di kota.


''Kau tunggu di sini saja. Kalau si berengsek itu sadar pukul saja. Mengerti.'' Rendi meninggalkan Sela di dalam mobil bersama Aldo yang masih pingsan.


Rendi dan Alex turun dari mobil dan di sambut oleh seorang pembantu yang sedang membersihkan halaman.


''Anda-anda ini siapa dan ada perlu apa?'' tanya pembantu itu.


''perkenalkan nama saya Rendi dan ini asisten saya Alex. Saya ke sini ingin mencari pak johan, apa beliau ada.''


''ada ada, tuan Johan sudah menunggu anda sejak tadi.'' jawab pembantu itu


''Mari silahkan.'' kata pembantu itu sambil membungkuk sopan.


''tidak, panggil saja dia ke sini.''


'' Baik tuan, tunggu sebentar.''

__ADS_1


Pelayan itu pergi dengan tergesa gesa untuk memanggil majikannya


__ADS_2