Ada Dusta Diantara Kita

Ada Dusta Diantara Kita
episod 34


__ADS_3

Anisa memalingkan wajah ke arah lain untuk menghindari tatapan Alex. ''pulanglah aku ingin istirahat.''


Bukannya mendengarkan, Alex malah mendekat ke arah Anisa dan langsung memeluk gadis itu.


''lain kali walaupun sedang marah jangan merubah panggilanmu kepadaku, mengerti.''


lalu Alex mengecup kening Anisa.


Anisa bingung harus bereaksi seperti apa, jadi dia hanya mengangguk saja.


''istirahatlah aku pulang dulu.'' Alex pergi meninggalkan rumah Rendi.


Sementara Anisa masih linglung dengan semua yang terjadi. ''apa maksudnya ini apa dia juga mencintai aku?'' Anisa menyentuh keningnya yang tadi di kecup oleh Alex.


Di Jepang Rendi dan Sela benar-benar menikmati liburan mereka, apa lagi saat ini sedang musim bunga sakura bermekaran.


Pemandangan yang benar-benar memanjakan mata. Saat ini Rendi dan Sela sedang duduk di sebuah bangku taman yang di kelilingi bunga sakura. Sela menyandarkan kepadanya di bahu Rendi sambil memeluk sebelah tangan Rendi.


'' Rendi di sini sangat indah ya, aku sangat suka'' Sela mendongak untuk menatap Rendi


''kalau kamu suka nanti jika ada kesempatan kita akan datang ke sini lagi.'' Rendi membelai wajah Sela dengan sayang


''seandainya aku bisa memberikan kamu ke turunan kebahagiaan kita pasti sangat lengkap. Rendi apa kamu kecewa?'' Sela menatap hamparan bunga sakura yang berguguran dan menutupi tanah


''kamu pasti berpikir aku sangat egois karena tidak mengizinkan kamu untuk menikah lagi, Rendi aku minta maaf aku..''


Ucapan Sela terhenti karena Rendi langsung mencium bibirnya. ''jangan rusak liburan kita dengan pemikiran yang tidak penting.''


Rendi mendekap tubuh Sela dengan erat, tadinya di momen liburan ini Rendi ingin jujur kepada Sela tentang pernikahannya dengan Arumi dan ingin meyakinkan Sela bahwa meski sudah menikah dengan Arumi rasa cintanya kepada Sela tidak akan berubah. Namun mendengar ucapan Sela barusan membuat Rendi urung untuk berterus terang.


''kita kembali ke hotel?'' Sela mengeleng ''aku masih ingin di sini sebentar lagi'' Sela bangkit dari duduknya, ia lalu berjalan mengitari taman yang di penuhi bunga sakura itu.


Sela berhenti di bawah salah satu pohon bunga sakura yang bunganya terus berguguran karena tertiup angin. Dia menadahkan tangannya untuk menangkap bunga-bunga yang berguguran itu.


Sela terlihat sangat bahagia dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya. Rendi mengambil ponselnya dan mengabadikan momen itu.


''Sela bahagialah terus apapun yang terjadi''

__ADS_1


''dreeet...dreeeet....''


henpon yang sedang ada di tangan Rendi bergetar, ada nama Alex di layar henpon itu.


Rendi segera menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan telpon itu.


''halo, Alex ada?''


''maaf tuan mengganggu anda, tapi ada kabar buruk tuan, nyonya Arumi mengalami kecelakaan saat pergi berlibur dengan orang tuanya dan juga tuan dan nyonya besar.''


''pesankan tiket untuk kembali ke Indonesia sekarang juga.''


Rendi segera memutus panggilan telpon itu. Dia pergi menghampiri Sela.


''Sela maafkan aku tapi kita harus pulang ke Indonesia sekarang.'' wajah Rendi sangat tegang, walaupun saat ini Rendi sedang kecewa dengan Arumi tapi tidak bisa di pungkiri rasa cintanya kepada Arumi nyata dan jauh di lubuk hati Rendi dia juga sangat mengharapkan kehadiran calon anak mereka.


''apa yang terjadi?'' Sela bisa merasakan kepanikan di mata Rendi yang belum pernah di lihatnya selama ini.


''terjadi sesuatu dengan perusahaan'' jawab Rendi berbohong. Dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kepada Sela. Namun sepertinya kali ini insting Sela lebih tajam dari biasa, dia bisa merasakan kalau Rendi sedang berbohong. Namun melihat kecemasan di mata Rendi membuat Sela urung untuk bertanya lebih lanjut.


Setelah hampir delapan jam berada di pesawat akhirnya mereka tiba di Indinesia. Saat ini waktu di Indonesia sudah jam 7 malam. Dibandara sudah ada Alex yang menunggu mereka.


''Sela aku akan mengantarkamu pulang dulu, setelah itu aku akan langsung pergi ke perusahaan bersama Alex.''


Sela tidak membantah ucapan Rendi. tidak butuh waktu lama mereka sampai di ke diaman Rendi. Setelah Sela turun Rendi langsung memerintahkan Alex untuk menjalankan mobil.


hal ini semakin membuat Sela curiga, biasanya mau ada masalah sebesar apapun saat mengantarkan Sela, Rendi akan tetap memastikan Sela masuk ke rumah dulu.


Anisa ke pergi membukakan pintu saat mendengar ada suara mobil di halaman rumah.


''Sela kamu sudah pulang.'' teriak Anisa senang dan langsung berlari menghampiri Sela.


''Anisa segera siapkan mobil.'' perintah Sela


''untuk apa , bukankah kamu baru sampai?''


''siapkan saja jangan banyak tanya.''

__ADS_1


Melihat sikap Sela yang begitu tegas kali ini membuat Anisa tidak bisa berbuat apa-apa dan menuruti ke inginan Sela.


''ikuti mobil Rendi tapi jangan terlalu dekat.'' perintahnya


Anisa jadi serba salah, dia khawatir jika Sela sedang mencurigai sesuatu dan jika dia benar-benar mengikuti mobil Rendi semua pasti terbongkar.


''Anisa apa kamu tidak bisa lebih cepat? Kalau seperti ini kita akan kehilangan jejak''


akhirnya Anisa tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti Sela. Anisa menambah ke cepatan mobilnya untuk menyusul mobil Rendi.


Anisa sengaja mengambil jarak yang agak dekat, berharap Alex menyadari keberadaan mereka.


mungkin ini usaha terakhir Anisa untuk menyelamatkan pernikahan Sela dan Rendi.


''ayo Alex lihat ke belakang'' doa Anisa dalam hati


doa Anisa terkabul Alex melihat kebelakang melalui kaca spion.


''tuan sepertinya nyonya Sela mengkuti kita'' kata Alex


''belok ke arah perusahaan.''


''baik tuan''


Alex membelokkam mobil menuju perusahaan, yang memang searah dengan rumah sakit tempat Arumi di rawat.


Melihat mobil Rendi yang berhenti tepat di depan perusahaan miliknya membuat Sela merasa lega.


''Anisa kembali ke rumah'' Anisa diam-diam menghela nafas lega. ''syukurlah semua masih baik-baik saja'' batin Anisa


Sela masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Anisa di belakangnya.


Sela menghempaskan tubuhnya di sofa yang ada di ruang tamu, dia merasa sedikit bersalah karena sudah mencurigai suaminya sendiri.


Anisa menghampiri Sela, lalu duduk tepat di sebelah Sela ''Sela sebenarnya ada apa?'' Anisa menggenggam tangan Sela yang sedang terlihat sedih itu.


''aku bersalah Anisa, aku sudah mencurigai suamiku sendiri.'' Sela mengusap wajahnya dengan sebelah tangannya

__ADS_1


''Anisa kau tau tadi mas Rendi sangat aneh, awalnya semua baik-baik saja, kami menikmati pemandangan indah di jepang, tapi belum ada 3 jam kami menikmati pemandangan di sana mas Rendi sudah mengajak buru-buru pulang ke Indonesia.'' Anisa sama sekali tidak menyela ucapan Sela dia dengan sabar mendengarkan Sela bercerita. Sejujurnya Anisa merasa sangat kasihan kepada Sela.


''wajah mas Rendi terlihat sangat panik dan seperti sedang mengkhawatirkan seseorang apa jangan-jangan dia punya kekasih?''


__ADS_2