Ada Dusta Diantara Kita

Ada Dusta Diantara Kita
episod 33


__ADS_3

Anisa terus saja terpikir ucapan Rendi yang mengatakan bahwa Alex menyukainya.


saat ini dia sedang membaringkan tubuhnya di ranjang, dia terus berguling kesana-kemari di atas tempat tidur itu.


''tidak bisa, ini tidak bisa di biarkan aku bisa gila kalau terus begini. Aku harus tanya langsung sama mas Alex.'' Anisa lalu meraih henponnya untuk menghubungi Alex.


Alex sedang berada di apartemennya, dia sedang mengerjakan sesuatu di laktopnya namun tiba-tiba henpon yang ia letakkan di meja bergetar menandakan ada panggilan masuk. Dahi Alex berkerut melihat nama Anisa di layar henponnya.


''Anisa, ada apa dia menelpon malam-malam begini, apa terjadi sesuatu?'' tanpa menunggu lama Alex langsung mengangkat panggilan telpon itu.


''halo, Anisa ada apa?'' tuuut....tuut...tuut..


tiba-tiba panggilan itu terputus.


''apa yang aku lakukan kenapa malah aku matikan, bodohhh'' Anisa memukul-mukul kepalanya sendiri. Dia merasa sangat bodoh karena sangking gugupnya Anisa malah langsung mematikan sambungan telpon itu begitu mendengar suara Alex.


''aneh'' gumam Alex sambil meletakkan hpnya kembali ke meja. Kemudian Alex melanjutkan kembali pekerjaannya.


Namun tiba-tiba Alex menutup laktopnya. ''apa jangan-jangan terjadi sesuatu pada Anisa'' pikirnya. Alex langsung mengambil kunci mobil dan bergegas pergi menuju rumah Rendi.


''semoga tidak terjadi sesuatu'' Alex terus berdoa sepanjang perjalanan.


Anisa masih duduk di atas tempat tidurnya dia terus memandangi henponnya. ''telpon lagi, tidak, telpon lagi, tidak, is..telpon sajalah'' Anisa kembali mencari nama Alex di henponnya namun saat ingin menelpon, henponnya malah mati. ''yah! Kok mati, huh... Ini pasti karena aku lupa ngecas deh.'' Anisa jadi ngomel-ngomel sendiri karena henponnya malah mati.


Sementara Alex yang sedang menuju kerumah Rendi jadi semakin panik, saat berusaha menelpon Anisa namun henponnya malah mati.


''ya Tuhan lindungilah Anisa, jangan sampai terjadi sesuatu kepadanya.'' Alex terus saja berguman sepanjang perjalanan.


Akhirnya mobil yang di kendarai Alex sampai di rumah Rendi. Alex langsung turun dan berlari menuju pintu rumah itu.


''tok! Tok! Tok! Anisa, Anisa buka pintunya'' teriak Alex begitu sampai di depan pintu.


''Alex'' Anisa bergegas turun dari tempat tidurnya begitu mendengar Alex menggedor pintu sambil memanggil-manggil namanya.


''klek'' pintu di buka oleh Anisa

__ADS_1


'' mas Alex a..'' belum sempat Anisa menyelesaikan ucapannya, Alex sudah mendekap Anisa dengan erat.


Alex mendorong sedikit tubuh Anisa yang tadi di dekapnya, lalu pandangannya menelusuri tubuh Anisa dari atas sampai bawah.''kamu baik-baik saja?''


''hem'' Anisa mengangguk.


''Jadi kamu sedang mengerjai aku? Anisa apa kamu pikir ini lucu, apa kamu tidak tau betapa paniknya aku? Sampai-sampai aku meninggalkan pekerjaanku begitu saja dan menyetir seperti orang gila karena takut terjadi sesuatu padamu.


dan sepanjang jalan aku terus berdoa semoga tidak terjadi sesuatu padamu.''


''cup'' Anisa langsung mengecup bibir Alex, hal itu membuat Alex diam membeku. Anisa berbalik dan berjalan ke arah ruang tamu tapi baru dua langkah berjalan Anisa kembali menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Alex.


''kenapa tidak masuk, apa mau di situ saja?'' bagai orang yang sedang terkena hipnotis Alex hanya diam dan mengikuti Anisa masuk dan menuju ruang tamu.


''mau minum sesuatu?''


''tidak terima kasih'' bagai baru tersadar dari mimpi Alex kembali kemode dinginnya.


''karena kamu baik-baik saja kalau begitu aku permisi''


Alex kembali duduk dan masih dengan tampang datarnya. ''katakan aku tidak punya banyak waktu.'' Anisa malah tersenyum menghadapi kejutekkan Alex.


''tunggu di sini sebentar.'' Anisa pergi meninggalkan Alex menuju ke kamarnya.


Alex hanya menatap punggung Anisa yang menghilang di balik pintu kamarnya. ''sial, bisa-bisanya aku bersikap bodoh di hadapan Anisa.'' Alex merutuki dirinya.


Anisa kembali dari kamarnya dan menghampiri Alex ''ini'' Anisa menyodorkan foto yang pernah di ambilnya di ruang kerja Rendi beberapa waktu yang lalu.


''foto ini'' Alex menghela nafas sebelum melanjutkan ucapannya. ''Anisa apa yang sebenarnya kamu rencanakan?''


''maaf'' Anisa menunduk


''Anisa kamu sudah salah menilih lawan, jika kamu melihat tuan Rendi itu orang yang mudah di hadapi kamu salah, kamu akan menyesal karena sudah berani menyinggung dia.''


''mas Alex dengar dulu, aku sama sekali tidak ada niat untuk menyinggung tuan Rendi.'' Anisa terdiam dia bingung bagaimana harus menjelaskan kepada Alex.

__ADS_1


''kalau begitu jelaskan!''


''boleh aku buatkan kopi dulu untuk mas Alex?''


Alex memicingkan matanya.


''ingin meracuni aku?''


Anisa menghela nafas, lalu kembali duduk. Tadinya ia sudah berdiri karena ingin membuatkan kopi.


''aku tidak sejahat itu mas, baiklah akan aku jelaskan. Tadinya aku sengaja masuk keruangan tuan Rendi untuk mencari sesuatu yang bisa aku jadikan senjata untuk mengancam mas Rendi agar meninggalkan Arumi.'' suara Anisa yang tadinya kuat perlahan pelan karena menahan malu.


''mengancam aku kenapa?''


''ya karena aku pikir mas Alex benar-benar pacarnya Arumi, aku tidak terima dan merasa tertipu. Saat pertama bertemu aku pernah bertanya tentang kekasih mas Alex, tapi mas Alex bilang tidak punya.''


''lalu kalaupun aku pacarnya Arumi apa hubungannya denganmu?''


''tentu saja ada karena aku menyukai mas Alex'' kata Anisa dengan lantang, namun sedetik kemudian dia segera menutup mulutnya dengan tangannya, Anisa langsung menunduk ia merasa sangat malu karena sudah lebih dulu mengutarakan isi hatinya kepada seorang pria.


''itu fotonya sudah aku kembalikan, aku ingin tidur .'' Anisa beranjak dari duduknya, namun Alex segera menghentikannya.


''duduk, kamu belum menjelaskannya dengan baik.'' Alex tetap memasang wajah datar seolah tidak mendengar apapun, padahal dalam hati Alex sudah berbunga-bunga.


Anisa sungguh kesal dan ingin sekali menendang lelaki yang ada di depannya ini. '' apa lagi yang ingin kamu dengar.'' kata Anisa ketus, ia juga mengubah panggilannya dari mas menjadi kamu.


Alex menjadi tidak nyaman mendengar ini, tapi dia masih ingin mengetaui seberapa jauh Anisa menyukainya.


''kenapa kamu malah mengambil foto pernikahan tuan Rendi dan nyonya Arumi.''


''itu tidak di sengaja'' kata Anisa mulai malas dengan pembicaraan ini. ''saat aku masuk keruang kerja tuan Rendi, aku melihat ada foto yang tergeletak di bawah meja aku penasaran dan mengambilnya, dan saat aku lihat ternyata itu foto pernikahan tuan Rendi dan Arumi. Saat itu aku sangat terkejut tapi setelah aku pikir lagi kamu sangat peduli kepada tuan Rendi jadi aku pasti bisa menggunakan foto itu untuk mengancam kamu.''


''Anisa tindakan kamu ini sangat bodoh, kenapa kamu tidak berpikir bahwa di ruangan itu pasti ada cctvnya, kamu tau jika bukan karena aku yang memohon kepada tuan Rendi agar aku saja yang menangani masalah ini dan memastikan semua baik-baik saja entah apa yang sudah terjadi sama kamu.''


''ya aku memang bodoh, aku bodoh karena mencintai kamu, apa kamu puas.''

__ADS_1


__ADS_2