Ada Dusta Diantara Kita

Ada Dusta Diantara Kita
episod 65


__ADS_3

Mobil Wisnu tiba di sebuah pusat perbelanjaan yang sangat mewah Namun belum terlihat ada aktifitas jual beli di sana. Dan di depannya terlihat banyak wartawan.


Sela melihat kaluar melalui kaca mobil. ''Wisnu ini?'' Sela tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Sebuah pusat perbelanjaan yang desainnya baru satu bulan yang lalu dia serahkan kepada Wisnu sekarang sudah dia lihat dalam bentuk bangunan yang nyata.


Sela sampai menangis sangking terharunya.


Dia tidak percaya desain dari seorang yang hanya lulusan SMA seperti dirinya benar-benar sudah di realisasikan oleh Wisnu.


''Mama Sela jangan menangis, nanti bedaknya luntur.'' kata Marisa. Sela sampai tertawa mendengarnya.


''Tenang saja, tadi mama Sela sudah pilih make up yang terbaik jadi tidak akan luntur hanya karena menangis. Iyakan Wisnu?'' Kata Sela meledek.


''Tentu saja mama Selamu ini sudah menghabiskan 10 juta hanya untuk make upnya itu.'' Wisnu tidak percaya Sela benar-benar merampoknya hari ini.


Sela tertawa lepas melihat ekspresi Wisnu. Tapi hal itu membuat Wisnu senang setidaknya Sela dapat melupakan kesedihannya untuk sesaat.


''Tuan sudah waktunya.'' Piter mengingatkan.


Wisnu melihat jam yang melingkar di tangannya lalu mengangguk. ''Hm, ayo kita turun.''


Baru saja Wisnu ingin turun dari mobil, tapi Sela menghentikannya. Mata Sela menangkap sebuah mobil yang pamiliar baginya.


''Wisnu itu mobil Rendi.''


''Hm, aku memang mengundangnya juga. Kita tunggu dia masuk dulu baru kita turun. Aku khawatir dia tidak jadi masuk jika melihat kita, dan itu tidak boleh terjadi dia harus menikmati pertunjukan hari ini.'' Kata Wisnu penuh misteri.


Mobil Rendi berhenti di area parkir khusus para tamu undangan. Rendi ke luar dari mobil kemudian meemutari mobil untuk membukakan pintu untuk Arumi.


Sela terus memperhatikan Rendi yang begitu perhatian kepada Arumi.


'' Jangan di lihat jika menyakitkan!'' Peringat Wisnu yang melihat sejak tadi Sela terus memperhatikan Rendi.

__ADS_1


''Tidak apa-apa melatih mental.'' Kata Sela berusaha menyembunyikan ke sedihannya.


''Baiklah ayo kita masuk'' ajak Wisnu setelah melihat Rendi dan Arumi sudah tidak terlihat lagi.


Mereka ber empat turun dari mobil dan berjalan memasuki gedung mall dari jalur khusus dan sudah di amankan dari para wartawan.


''Semuanya sudah beres?'' Tanya Wisnu pada Piter yang berjalan di sampingnya.


''Sudah tuan, mengenai pertanyaan para wartawan juga sudah saya atur.''


''Bagus'' puji Wisnu.


Sela yang berada di belakang sambil menuntun Marisa hanya mendengarkan saja, dia sama sekali tidak mengerti apa yang di bicarakan Wisnu dan Piter.


Begitu mereka memasuki area dalam gedung mereka langsung di sambut kilatan lampu flash dari para wartawan dan para tamu undangan yang sangat penasaran dengan sosok Wisnu pengusaha asal New Zeland yang baru kembali ke Indonesia beberapa bulan saja namun sudah sangat terkenal di kalangan para pembisnis.


Wisnu dan para rombongan menaiki panggung yang sudah di siapkan untuk mereka. Sela terlihat sangat gugup karena ini merupakan kali pertamanya berada dalam acara seperti ini.


Wisnu tersenyum ke arah Sela agar dia merasa lebih rilex. Hal itu justru membuat heboh para tamu wanita yang hadir.


''Bukan tuan Wisnu itu seorang duda.'' Jawab teman wanita itu.


''Berarti itu calon istrinya. Oh beruntungnya dia.''


Begitulah bisik-bisik para wanita itu yang terdengar jelas di telinga Rendi dan Arumi yang duduk di belakang mereka.


''Baiklah karena yang kita tungu-tungu sudah datang, acara peresmian Marsela Super Mall resmi di buka.'' Kata seorang MC memulai acara.


Terlihat seseorang datang mendorong sebuah replika bangunan mall yang sama persis dengan gedung mall ini. Replika bangunan mallitu di lingkari dengan pita berwana merah, dan di dorong ketengah panggung.


''Saya persilahkan tuan Wisnu selaku pemilik Marsela Super Mall untuk memotong pita tanda mall ini di buka secara resmi.'' Kata sang MC.

__ADS_1


Wisnu berjalan mendekati sang MC lalu meminta mikrofon dari dari MC itu.


''Terima kasih kepada para undangan yang sudah hadir hari ini untuk menyaksikan acara peresmian mall ini. Sebelum saya memotong pita peresmian ijinkan saya untuk menyampaikan beberapa kata terlebih dahulu.'' UcapWisnu saat sudah berada di tengah panggung dan di sambut dengan tepuk tangan meriah dari para undangan terkecuali Rendi dan Arumi tentunya.


''Mall ini adalah rancangan seseorang yang sangat sepesial untuk saya. Dia adalah wanita tangguh pertama yang saya temui sebelum mendiang istri saya. Saya pernah berbuat kesalahan yang sangat patal kepadanya tapi dengan lapang dada dia memaafkan kesalahan saya dan mau dengan tulus menyayangi anak saya yang sangat mendambakan kasih sayang seorang ibu.'' Wisnu melirik ke arah Selasejenak sebelum melanjutkan.


''Karena itu saya menamakan mall ini dengan nama Marsela yaitu gabungan dari nama wanita-wanita sepesial di hidup saya. Yang pertama Marisa putri saya dan yang kedua Sela yang jadi tujuan masa depan saya.''


Deg, jantung Sela seakan berhenti berdetak mendengar ucapan Wisnu.


Sedangkan Rendi mengepalkan tangannya menahan amarah.


''Dan saya juga menyerahkan kepemilikan Marsela Super Mall kepada putri saya Marisa dan juga Sela. Untuk itu saya mempersilahkan kedua wanita cantik ini untuk melakukan pemotongan pita.''


Ruangan itu seketika riuh dengan suara tepuk tangan dan bisikan-bisikan dari para tamu. Untunglah tidak terdengar omongan negatif atau cemoohan di sana.


Sela dan Marisa menghampiri Wisnu. '' Wisnu ini terlalu berlebihan aku tidak pantas.'' Kata Sela.


''Tidak ada yang tidak pantas untuk wanita istimewa seperti kamu.''


Sela menghela nafas dia tau semakin menolak Wisnu akan semakin memaksa karena itu Sela menerimanya.


Sela meraih gunting yang di sediakan di samping replika gedung mall itu. Dia kemudian meraih tangan Marisa untuk sama-sama menggunting pita.


''krek'' Sela dan Marisa menggunting pita peresmian di ikuti dengan tepuk tangan dan kilatan lampu flash kamera.


Arumi terlihat sangat kesal dan semakin iri kepada Sela.


Sebelum acara peresmian itu selesai dan memasuki acara bebas para wartawan di ijinkan untuk bertanya beberapa pertanyaan.


''Tuan Wisnu apa sebenarnya motipasi anda kembali ke Indonesia dan membangun perusahaan di sini sementara saya dengar bisnis anda di New Zeland sedang berkembang pesat?'' Tanya salah seorang wartawan.

__ADS_1


''Untuk mencari Sela, lebih tepatnya Sela dan Arumi. Rasa bersalahku kepada mereka berdua dan pesan dari mendiang istriku agar aku meminta maaf secara langsung yang membuat aku kembali ke Indonesia.'' Jawabnya dengan jujur.


Arumi merasa punya harapan mendengar jawaban Wisnu. Tersirat sebuah ide di kepalanya.


__ADS_2