Ada Dusta Diantara Kita

Ada Dusta Diantara Kita
episod 36


__ADS_3

Sela langsung turun dari mobilnya, saat mereka sampai di depan sebuah rumah sakit. ''Suster!, suster! Tolong, di mobil saya ada seorang wanita yang akan melahirkan.'' Kata Sela pada seorang perawat yang ada di rumah sakit itu.


Para perawat itu segera datang menghampiri mobil Sela dengan mendorong sebuah berangkar. Para perawat itu membantu wanita itu keluar dari mobil lalu membaringkannya di atas berangkar. Lalu wanita itu langsung di dorong masuk keruang bersalin.


''Nyonya silahkan urus atministrasinya di sana.'' Kata salah seorang perawat kepada Sela sambil menunjuk ke arah resepsionis rumah sakit itu.


Sela berjalan ke arah resepsionis itu untuk mengurus atministrasi rumah sakit. Langkah Sela langsung terhenti karena melihat seseorang yang sangat dia kenali. ''Papa, mama, kenapa mereka ada di sini?, siapa yang sakit?'' batin Sela


Sela segera mengkuti mereka diam-diam sambil mengetikkan pesan di henponnya untuk Anisa. ''Anisa tolong urus administrasi wanita tadi.''


Sela memasukkan kembali henponnya ke saku bajunya dan lanjut mengikuti ke dua mertuanya.


Terlihat ke dua mertuanya itu menaiki lift menuju lantai dua. Sela mengejar mereka dengan menaiki lift berikutnya.


Saat Sela keluar dari lift terlihat Bastian dan Monika sedang memasuki sebuah ruangan. Sela mendekat ke ruangan itu dan mengintip dari celah pintu.


Bak di sambar petir, hati Sela hancur berkeping-keping melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Mungkin jika mendengar dari orang lain Sela tidak akan percaya namun ini matanya sendiri yang menyaksikan.


Di dalam ruangan itu ada Arumi yang sedang menyandarkan dirinya di dada Rendi sedangkan Rendi mengusap kepala Arumi dengan sayang.


Ada juga Bastian dan Monika yang terlihat sangat bahagia dan kedua orang tua Arumi yang juga ada di sana.


Dan yang membuat Sela lebih hancur adalah ucapan Bastian yang mengatakan ''Rendi mulai sekarang kamu harus lebih perhatian ke pada Arumi, papa tidak mau kejadian separti ini ter ulang lagi. Ingat dia itu sedang mengandung anak kamu.''


Sela hampir tidak mampu menahan bobot tubuhnya sendiri, di sandarkannya sejenak tubuhnya di dinding rumah sakit itu.


Sela menarik napas panjang sebelum akhirnya mendorong pintu ruangan Arumi hingga terbuka lebar.


Betapa terkejutnya Rendi melihat Sela berdiri di depan pintu sementara Arumi ada di pelukannya.


''Rendi selamat ya'' kata Sela dengan air mata yang sudah meleleh membasahi pipinya. Sela langsung berbalik dan berlari meninggalkan ruangan itu.


''Sela tunggu!'' Rendi ingin beranjak untuk mengejar Sela namun di cegah oleh Bastian.

__ADS_1


''Biarkan dia menenangkan diri, cepat atau lambat semua ini memang harus terjadi dan Sela harus bisa menerima Arumi.''


Sela terus berlari seperti orang gila meninggalkan rumah sakit itu. Hatinya benar-benar hancur melihat Rendi bahkan tidak berusaha untuk mengejarnya dan menjelaskan sesuatu.


Entah sudah berapa jauh Sela berlari hingga kakinya sudah tidak sanggup lagi melangkah. Sela akhirnya ambruk di tengah jalan tepat di depan sebuah mobil yang melintas di jalan itu.


''ciiiiittt'' untung saja pengemudi itu sempat mengerem tepat waktu hingga dia tidak menabrak tubuh Sela.


''Papa...papa, di depan ada orang yang tertidur.'' teriak seorang gadis kecil yang sedang duduk di jok depan di sebelah papanya yang sedang menyetir. Pria itu tersenyum sambil mengusap kepala putrinya.


''Sebentar papa lihat dulu ya'' pria itu turun dari mobilnya untuk melihat keadaan wanita yang tergeletak di tegah jalan itu.


pria itu mendekati tubuh wanita itu lalu membalik tubuhnya Untuk melihat wajah wanita itu.


''Sela'' pria itu sangat terkejut melihat wanita yang tergeletak itu adalah Sela.


Pria itu segera mengecek denyut nadinya. ''Syukurlah dia hanya pingsan'' pria itu langsung menggendong tubuh Sela untuk di masukkan ke dalam mobilnya.


''Papa tante ini kenapa?'' tanya gadis kecil itu


Pria itupun melajukan mobilnya menuju ke kediamannya.


"Pa, biarkan mas Rendi menjelaskan pada Sela dengan baik-baik, kasian Sela, saat ini dia pasti sedang sangat hancur." Arumi merasa bersalah karena Sela harus tau hubungannya dengan Rendi dengan cara yang seperti ini.


"Mas, pergilah bicara baik-baik dengan Sela.''


Rendi mengangguk dan meninggalkan ruangan itu untuk menyusul Sela.


"Tuan Rendi" saat akan menuju lobi rumah sakit Rendi justru bertemu dengan Anisa.


"Anisa di mana Sela?" tanya Rendi dengan terburu-buru


"Sela tidak bersama saya tuan, tadi kami kesini mengantarkan seorang wanita yang akan melahirkan. Lalu Sela di minta seorang perawat untuk mengurus administrasi, tapi tiba-tiba Sela mengirim pesan agar saya yang mengurus administrasinya, dan sejak itu Sela tidak kembali lagi.'' Jelas Anisa kepada Rendi

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan Anisa Rendi langsung pergi menuju mobilnya. Ia menyusuri jalanan untuk mencari Sela.


"Alex, tolong kirim beberapa orang untuk mencari keberadaan Sela. Mulai pencarian dari sekitar rumah sakit Mutiara." Perintah Rendi melalui sambungan telpon.


Rendi terus mengitari jalanan sekitar rumah sakit sampai beberapa kali namun tidak juga menemukan Sela.


''Sela di mana kamu sayang, maafkan aku, tolong kembalilah.'' gumamnya sambil terus mengitari jalanan.


Sudah berjam-jam Rendi dan orang-orang suruhan Alex berusaha mencari Sela namun tidak membuahkan hasil, hingga hari sudah malam.


Rendi memarkirkan mobilnya di bahu jalan, dia benar-benar kelelahan dan putus asa.


Rendi bersandar di sandaran kursi kemudi sambil menutup mata untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak.


''Sela!" Rendi melihat Sela berjalan melewati mobilnya sambil menangis.


Rendi segera membuka pintu mobil dan mengejar Sela. "Sela tunggu!" Sela terus saja berlalu meski Rendi mendengar Rendi memanggilnya. Rendi menambah kecepatan larinya dan langsung meraih tangan Sela.


"Sela berhenti, beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya."


Sela menatap Rendi dengan sinis, tidak ada lagi tatapan penuh cinta seperti dulu. ''Menjelaskan apa Rendi? Menjelaskan betapa bahagia kamu dan Arumi yang sedang menanti kehadiran buah cinta kalian, atau menjelaskan betapa bodohnya aku di mata kalian.''


Sela tersenyum ke arah Rendi ''selamat ya, semoga kamu selalu bahagia.'' Selesai mengatakan itu Sela langsung berlari menghantamkan tubuhnya kearah truk barang yang sedang melintas.


''Tidaaaaakkk!" Rendi berteriak sembari membuka matanya. Napasnya memburu tidak beraturan karena mimpi buruk yang baru saja di alaminya.


"Ya Tuhan syukurlah hanya mimpi." ternyata karena terlalu lelah Rendi yang awalnya ingin istirahat sejenak benar-benar tertidur.


"Dreeet, dreeet.."


Ponsel Rendi bergetar, ada panggilan masuk dari Alex. "Tuan, anda di mana?"


"Aku sedang ada di jalan kenanga, dan sedang berhenti di bahu jalan, bagaimana apa ada kabar?"

__ADS_1


"Maaf tuan kami masih belum dapat menemukan nyonya."


"Alex, lakukan terus pencarian, sebar lebih banyak orang untuk mencari. cari juga di sekitar danau atau pantai yang dekat dari sini."


__ADS_2