
Rendi dan Arumi sampai di rumah orang tua Arumi. Rendi mengantarkan Arumi sampai ke dalam kamar.
''kamu butuh sesuatu?'' tanya Rendi sambil membantu Arumi berbaring.
''mas bisa menginap di sini malam ini? Aku merindukan mas.'' Arumi memberanikan diri meminta Rendi untuk tetap tinggal dia ingin memastikan bagaimana perasaan Rendi kepadanya.
''maaf pekerjaanku saat ini sedang sangat banyak'' Rendi melihat wajah kecewa Arumi tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia sudah berjanji akan membawa Sela berlibur akhir pekan ini dan itu adalah lusa.
Jadi Rendi hanya punya waktu satu hari untuk menyelesaikan semua pekerjaannya yang menumpuk.
''akhir pekan ini aku akan berlibur dengan bapak dan ibu, apa mas bisa ikut?''
Rendi menghela napas berat, lalu dia duduk di ranjang di sebelah Arumi. Rendi menggenggam tangan Arumi. ''aku minta maaf Arumi tapi untuk saat ini aku benar-benar tidak bisa. Aku janji lain kali kita akan berlibur berdua.''
Arumi hanya bisa pasrah dan tidak berusaha membujuk Rendi lagi, padahal saat ini Arumi sangat ingin Rendi ada di sampingnya. Entahlah mungkin karena bawaan bayi.
''Arumi apa Rendi sudah memberi tahu orang tuanya tentang kehamilanmu?'' tanya Erina karena merasa aneh, hingga saat ini monika sama sekali tidak ada menghubunginya atau Arumi untuk memberi selamat pada Arumi.
Padahal kalau di lihat dari betapa inginnya Bastian dan Monika untuk punya cucu, mendengar kabar ini pastilah mereka akan sangat bahagia dan bisa jadi langsung datang untuk menemui Arumi dan memberi selamat secara langsung.
Erina jadi ragu jangan-jangan Rendi belum mengabari kedua orang tuanya.
''aku tidak tau bu, aku tidak sempat bertanya sama mas Rendi.'' jawab Arumi apa adanya.
''lalu di mana Rendi?''
''mas Rendi sudah pergi bu, ada urusan yang sangat mendesak di kantor.'' Arumi menghela napas dia merasa Rendi berubah sejak dia mengungkap tentang masa lalunya dan Sela, namun Arumi tidak bisa berbuat apa-apa mungkin ini bagian dari hukuman yang harus dia jalani.
Erina yang melihat Arumi malah bengong, menepuk pelan pundaknya. '' sudah kamu jangan sedih, wajar kalau Rendi sangat sibuk dia itu seorang pemimpin perusaan besar, jadi kamu harus maklum ya sayang.''
Arumi hanya mengangguk lalu segera membaringkan tubuhnya lagi.
''ya sudah kamu istirahat, ibu keluar sebentar''
Erina keluar dari kamar Arumi menuju kamarnya sendiri, Erina segera mengambil henponnya dan menghubungi nomor monika.
Tak lama setelah menekan tombol panggil, terdengar jawaban dari seberang sana.
''halo jeng Erina ada apa?'' sapa monika dari seberang sana.
''begini jeng monika saya mau menyampaikan kabar baik, tapi apa Rendi sudah ada memberi tahu sesuatu?''
__ADS_1
''belum, kabar baik apa? Saya jadi penasaran.''
''Arumi positif hamil jeng!''
''apa, Arumi hamil? Alhamdulillah...terima kasih jeng atas kabar gembira ini aku akan segera mengabari suamiku.
Monika mengakhiri panggilan telpon dari Erina dan segera mencari ke beradaan suaminya.
''pa?...papa di mana? '' teriak monika mencari-cari keberadaan suaminya. ''bik, lihat tuan tidak?'' tanya monika kepada asisten rumah tangganya.
''blum sempat bik nur menjawab sudah terdegar suara Bastian yang baru masuk dari taman samping rumah. ''ada apa sih ma teriak-teriak?''
''itu tuan nyonya''
''iya bik, ya sudah bibik boleh pergi''
''papa dari mana sih mama cari'in dari tadi'' monika memasang wajah cemberut seolah sedang merajuk ke pada suaminya.
Bastian terkekeh melihat tingkah istrinya. ''papa tadi dari dari taman samping lagi memandikan si jago.'' kata Bastian sambil mendekat ke arah istrinya.
''huh, papa ini kalau sudah main sama burung ke sayangannya pasti lupa waktu.'' wajah monika makin cemberut.
''sudah jangan merajuk, kayak ABG aja'' Bastian mencubit dagu istrinya sambil berlalu kearah sofa.
Monika segera mendekat dan duduk di sebelah suaminya. ''sekarang katakan ada apa mama mencari papa sampai teriak-teriak begitu.''
Monika menepuk jidatnya sendiri. ''astaga, mama sampai lupa pa, mama mau menyampaikan kabar gembira sama papa, coba tebak apa?''
''mana papa tau ma, memangnya papa cenayang bisa tau apa yang mama pikirkan'' Bastian geleng kepala melihat kelakuan istrinya.
''huh, papa nggak asik, ya udah mama kasi tau ya, Arumi hamil"
Mata Bastian berbinar mendengar kabar dari istrinya. "Arumi hamil?'' Bastian mengulang ucapan istrinya untuk memastikan pendengarannya.
Monika segera mengangguk untuk menyakinkan suaminya. "kita akan punya cucu?" tanyanya lagi dan monika kembali mengangguk.
"alhamdulillah'' Bastian langsung memeluk tubuh istrinya untuk mengungkapkan ke bahagiaannya.
'' ma, aku akan jadi kakek''
Bastian sungguh terharu mendengar berita ini pasalnya sudah hampir enam tahun mereka menunggu untuk bisa memiliki cucu dari Sela namun kenyataannya mereka harus menerima kenyataan pahit karena sampai saat ini Sela belum juga bisa hamil.
__ADS_1
Namun sekarang mendengar Arumi hamil, mereka sungguh merasa doanya terjawab sudah.
''ma ayo kita ke sana untuk melihat Arumi dan memberi selamat secara langsung.''
Tanpa menunda waktu Bastian dan Monika langsung pergi menuju ke rumah Arumi.
Rendi yang sedang berada di kantor, berburu dengan waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar lusa dia bisa berlibur bersama Sela.
''tok..tok..tok''
Alex mengetuk pintu ruang kerja Rendi untuk mengantar berkas yang harus Rendi tanda tangani.
''Masuk'' terdengar suara Rendi dari dalam ruangan.
''tuan ini berkas yang harus anda tanda tangani''
Alex meletakkan berkas-berkas itu di atas meja kerja Rendi.
''Apa kamu sudah menyiapkan untuk keberangkatanku dengan Sela lusa.'' Rendi bertanya kepada Alex tanpa mengalihkan pandanganya dari berkas yang sedang dia tanda tangani.
''Lalu apa kamu sudah mengosongkan jadwal untuk lima hari kedepan?'' tanyanya lagi.
''sudah tuan, namun ada dua miting yang tidak bisa di tunda tapi saya sudah kompirmasi pada mereka bahwa anda tidak bisa datang dan mereka bersedia jika saya yang mewakili anda untuk miting nanti.''
''kerja bagus kamu memang selalu bisa di andalkan.'' puji Rendi yang merasa puas dangan Alex yang selalu bisa dia andalkan.
''setelah ini apa sudah selesai?''
''sudah tuan, besok anda hanya perlu menghadiri satu miting jam 10.00 pagi setelah itu anda sudah bisa pulang.''
Rendi mengangguk dan mempersilahkan Alex untuk pergi.
Bastian dan monika sampai di kediaman pak Yanto.
''tok..tok..tok..''
Bastian mengetuk pintu rumah sahabatnya itu.
''sebentar'' terdengar sahutan dari dalam rumah.
saat ini pak Yanto dan istrinya sedang duduk santai di ruang keluarga.
__ADS_1
''siapa ya pak yang bertamu, apa bapak ada janji dengan seseorang?'' Tanya Erina pada suaminya.