Ada Dusta Diantara Kita

Ada Dusta Diantara Kita
episod 67


__ADS_3

Wisnu bergidik geri mengingat betapa bodohnya dia dulu. Dia berjalan pergi meninggalkan ruang rawat Arumi sebelum Hans keluar dari ruangan itu.


''Sela ternyata kamu di sini, aku pikir kamu sudah pulang.'' Rendi duduk di sebelah Sela yang sedang duduk di bangku taman.


''Aku sudah janji akan menunggu, pasti aku tunggu.''


''Terima kasih karena masih mau memberi aku kesempatan.''


Sela memutar tubuhnya menghadap Rendi, ''sepertinya kamu sudah salah paham, aku tidak bilang ingin memberi kesempatan.''


''Jadi untuk apa kamu menunggu aku, dan apa yang ingin kamu berikan?''


Sela mengeluarkan sebuah amplop dari dalam tasnya. 'Ini, aku harap kamu bisa bekerja sama agar perosesnya lebih mudah.''


''Amplop ini?'' Rendi memasang wajah tidak senang dia sudah bisa menebak amplop apa itu.


''Sela kenapa kamu lakukan ini? Apa ini semua demi Wisnu? Dia yang sudah membuat hidupmu menderita, jika bukan karena dia kita pasti sudah bahagia bersama anak-anak kita dan tidak perlu ada Arumi di antara kita. Tapi kenapa dengan mudahnya kamu bisa memaaf dia, sedangkan aku? Atau jangan-jangan selama ini kamu diam-diam sudah punya hubungan dengan dia?''


''Rendi jaga bicaramu. Aku tidak punya hubungan apapun dengan Wisnu kami hanya berteman bahkan sampai saat ini kami hanya berteman. Kenapa aku bisa memaafkan Wisnu itu karena aku tau dia sudah menyesal dan sadar akan kesalahannya. Sedangkan kamu tidak pernah menyesal dengan apa yang kamu lakukan malah terus berusaha membohongi aku.''


Sela bangkit dari duduknya, ''satu hal lagi cidera yang pernah aku alami karena Wisnu justru membantu aku menunjukan seperti apa kamu sebenarnya. Dan aku yakin kalaupun aku bisa punya anak akan ada hal lain yang akan membuatmu berpaling dari aku.''


Sela melangkah pergi meninggalkan Rendi.


''Kamu dengar baik-baik sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikanmu.'' teriak Rendi sambil mengoyak amplop yang di berikan Sela.


Sela tetap melangkah tanpa memperdulikan teriakan Rendi.


Dia terus melangkah keluar dari area rumah sakit untuk mencari taksi. '' Sudah selesai?''


''Wisnu kamu masih di sini, kenapa tidak pulang?''


''Marisa akan marah jika aku pulang tanpa membawa kamu.'' Katanya beralasan.


''Ayo masuk kita pulang sekarang.''


Mereka berdua masuk kedalam mobil ''Sela kamu harus lihat ini.'' Sebelum menjalankan mobil Wisnu memutuskan memberi tahu Sela tentang kejahatan Arumi. Bagaimanapun juga Sela adalah korbannya jadi dia harus tau agar bisa lebih waspada.

__ADS_1


Walaupun dia akan selalu berusaha melindungi Sela, tapi Sela sendiri juga harus tetap waspada. Begitulah yang di pikirkan Wisnu.


Wisnu menyerahkan henponnya kepada Sela.


''Putar vidio itu.'' Perintahnya.


Sela menurutinya dan menekan tombol play pada vidio di henpon Wisnu.


Sela mengepalkan tangannya menahan emosi '' Arumi teganya kamu, bahkan Anisa hampir kehilangan nyawa karena kamu.'' Air mata Sela langsung menetes dia kecewa, sedih bercampur marah mengetahui betapa kejamnya Arumi.


''Apa rencanamu sekarang?'' Tanya Wisnu sambil menjalankan mobilnya.


Sela menggeleng, ''aku tidak tau, aku bingung. Menurutmu bagaimana? Apa kita serahkan saja bukti vidio ini pada polisi?.''


''Jangan dulu, bukti vidio itu belum cukup kuat, kita kumpulkan dulu bukti lainnya. Lagi pula apa kamu tidak ingin Rendi melihat langsung betapa kejam istrinya itu. Dan kalian bisa bersama lagi.''


''Sudah bosan melihat aku di rumahmu? Aku akan pergi sekarang.'' Sela memasang wajah cemberut.


Wisnu terkekeh di buatnya. ''Aku hanya bercanda.''


''Aku tidak suka mendengarnya, aku dan Marisa nyata. Kami sunguh-sungguh menyayangimu.''


Sela menyipitkan matanya, membuat Wisnu sadar dia telah salah bicara. ''Maksudku aku sayang sebagai teman.'' Dia buru-buru meralat ucapannya.


''Wisnu aku harap kita selamanya seperti ini, aku tidak ingin ada hubungan lebih di antara kita, aku takut kecewa lagi.'' Sela mengalihkan pandangannya ke arah luar.


''aku mengerti.'' Wisnu tidak ingin memaksa Sela. Setelah di khianati oleh sahabat dan orang terkasih Sela pasti sulit untuk memulai hubungan baru. Wisnu sangat mengerti akan hal itu. ''Maafkan aku Sela karena sejujurnya aku sudah mulai mencintaimu.'' Batinnya.


Wisnu dan Sela tiba di rumah, mereka langsung di sambut oleh Marisa. ''Mama Sela Marisa merindukan mama Sela.''


Gadis kecil itu langsung menubruk tubuh Sela dan membenamkan tubuhnya di pelukan Sela. ''Lihat papamu merajuk'' bisik Sela saat sudah menggendong Marisa.


Marisa terkikik lalu kembali merosot dan berlari ke arah Wisnu. Dia memeluk kaki Wisnu dan tersenyum manis sambil mengedip-ngedipkan matanya.


Wisnu langsung tersenyum melihat wajah menggemaskan putrinya itu. ''Apa sekarang papa sudah tidak penting lagi.'' Rajuknya.


''Hm, sudah tidak terlalu penting!"

__ADS_1


"Marisa jangan menggoda papamu lagi nanti ubannya langsung tumbuh."


"Hah, kalian berdua sama saja." Kedua wanita beda usia itu tertawa terbahak-bahak.


''Alex aku bosan di apartemen terus'' rengek Anisa saat Alex baru saja datang.


''Anisa maafkan aku beberapa hari ini aku sangat sibuk, kondisi perusahaan sedang tidak baik saat ini.''


''Apa yang terjadi?'' Tanya Anisa penasaran pasalnya perusahaan Rendi merupakan salah satu perusahaan terbesar.


''Tuan Rendi tertipu oleh rekan bisnisnya mengakibatkan perusahaan rugi besar. Dan sekarang hal ini sudah terdengar sampai ke telinga tuan Bastian membuat beliau marah besar, sementara tuan Rendi aku tidak tau keberadaannya, henponnya juga tidak bisa di hubungi.'' keluh Alex.


''Wao, ternyata masih ada yang bisa mengalahkan tuan Rendi, hebat!" Komentarnya.


"Anisaaaa...''


''Kenapa ada yang salah?'' Anisa berlalu ke kamarnya seolah tidak mengatakan sesuatu yang salah.


Begitu memasuki kamar ponsel Anisa berdering. Dia meraihnya untuk melihat siapa yang menelponnya.


''Sela'' gumamnya sambil tersenyum. Anisa segera menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan dari Sela.


''Halo Sela, apa kabar? Tumben kamu nelpon aku.''


''Baik, Anisa kamu sedang berada di mana?'' Tanya Sela.


''Di apartemen Alex, kenapa? Eh tapi jangan salah paham Alex tidak tinggal di sini dia hanya berkunjung sesekali.''


''Anisa aku tidak sedang membahas tentang hal itu, kamu sudah dewasa sudah bisa membedakan baik dan buruk, aku hanya ingin tau apa Alex ada di sebelahmu?''


''Tidak aku sedang ada di dalam kamar dan dia aku tinggal di luar.''


''Baguslah, aku hanya ingin bilang apa yang kamu curigai ternyata benar. Memang Arumi dalang dari kecelakaan yang menimpamu. Wisnu tidak sengaja mendengar pembicaraanya dengan orang suruhannya saat di rumah sakit.''


''Kurang ajar, lihat saja aku pasti akan membuat perhitungan dengan ular betina ini.'' Geramnya.


''Anisa jangan gegabah, Wisnu ingin kita menjebak Arumi beserta orang suruhannya agar dia tidak bisa mengelak. Untuk sekarang aku hanya ingin memberi tau tentang ini, aku harap kamu selalu berhati-hati. Aku tutup dulu, bay'' Sela mengakhiri panggilan telponnya.

__ADS_1


__ADS_2