
🌹🌹🌹
“Okeh..sudah sampe Mbak “. Motor Diandra telah berhenti diparkiran Rumah Sakit, tidak berapa jauh dari keberadaan mobil dinas Kayana.
“Kamu mau sekalian makan malam di rumah aku gak ?” Turun dari motor Diandra, berdiri di sebelah setang kiri motor.
“Wah....”, ada binar senang. “Serius nih Mbak ?”
“Iya..aku seneng banget punya rekan kerja seperti kamu. Aku serasa punya teman sekarang, secara aku kan baru di sini. Masih belum punya teman “. Merapatkan kedua bibir.
“Aku sudah tahu kalau tentang hal itu Mbak “. Bicara penuh percaya diri.
“Apa, tentang apa ?” Memasang wajah tidak mengerti.
“Aku tahu Mbak kalau pesona aku ini bisa membuat para atasan-atasan aku luluh “. Membusungkan dada. “Mbak bukan orang pertama kok “.
“Astaga...kamu pedenya kelewatan ya !” Menggeleng heran.
“Hahahaha...itu bukan pede Mbak, tapi realita “. Tertawa melihat ekspresi heran Kayana.
“Terserah kamu deh Di “. Melambaikan tangan kanan malas. “Jadi mau apa enggak ?”
“Ya diundang makan malam sama cewek cantik, mana mungkin aku nolak Mbak. Rezeki itu gak ada doa penolaknya “. Menjawab dengan tampang lucu.
“Ahhh, nyesel aku bilang kamu itu serasa teman buat aku “. Menunduk lesu.
__ADS_1
“Ya sudah, biar gak nyeselnya hilang aku beliin bunga nanti sebelum ke rumah Mbak, gimana ?” Mengerakkan kedua alisnya naik turun. Berusaha membuat tampang lucunya berlanjut.
“Hahahahahaha......kamu tuh Di “. Kayana berhasil tertawa melihat wajah Diandra yang nampak lucu di matanya.
“Mbak berangkat deh sekarang, daripada kelamaan di sisi aku, ntar terpesona lagi sama aku !” Sengaja jemawa.
“Ihhh, gak akan lah ya “. Melangkah meninggalkan Diandra yang tersenyum lucu melihat Kayana berlalu dari hadapannya.
Astaga, kok aku deg-degan sih. Ah, Kayana....
“Mbak......!” Berteriak. “Kamu mau aku bawaain bunga apa ?”
“Husssssss !” Meletakkan telunjuk kanan di bibir. “Kamu itu “. Membesarkan bola mata.
Ya ampun salah tebak aku, kirain tipe orang supel, ternyata tipe manusia jahil. Menggelengkan kepala menyesal.
***************
“Ayah......”, suara senang gadis kecil nan cantik jelita menyambung kedatangan Sadewa di pintu istana megah keluarga Britania.
“Kesayangan Ayah “. Membentangkan tangan selebarnya, bersiap menerima pelukan si gadis kecil.
“Jadi kerumah nenekkan ?” Langsung bertanya setelah mencium pipi kanan dan kiri Sadewa.
“Sudah kanget banget sama nenek ya ?” Sadewa mengendong gadis kecil itu dan membawanya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
“Huuh “. Menangguk cepat. “Habis nenek lama banget perginya “. Merengek.
“Nenekkan ada pekerjaan sayang “. Mencoel hidung si gadis kecil.
“Iya Shasa tahu Yah, tapi kenapa setelah selesai pekerjaannya, nenek malah pulang ke rumah sana ? Bukan ke sini ?” Protes dengan bibir maju beberapa centi.
“Karena nenek masih ada yang mau diurusi. Jadi setelah selesai baru balik ke sini “. Mencoba menyakinkan.
“Nenek selalu saja urus itu ini, tapi lupa sama Shasa “. Protes dengan bibir maju beberapa senti masih berlanjut.
“Sayang, gak boleh gituh dong. Kan Shasa sudah besar “. Mencium sayang pipi gadis kecil itu.
“Jadi gimana ini “, melihat mata kecil yang sesaat mendadak kecewa. “Kita ke rumah nenek apa enggak ?”
“Ya jadi dong Yah “. Mendadak kembali bersemangat. “Tapi kita mampir dulu tempat jajan ya Yah, beli oleh-oleh buat nenek “.
“Okehhhhh “. Memeluk erat. “Ayah ganti baju dulu ya “.
*******************
Terima kasih kepada kaka-kaka readers budiman untuk support luar biasa kepada author atas novel baru author ini. Terima kasih dari hati yang terdalam🙏Semoga kaka-kaka selalu setia mengikuti perjalanan kisah novel ini ya kak, selalu setia sama like dan komentnya, dan perkenan votenya.
Untuk sabtu dan minggu, author off dulu kak. Senen baru author up episode barunya🙏
Happy weakend kaka-kaka readers budiman🤗
__ADS_1
Sehat selalu ya kak dan jangan lupa berbahagia🌹