Aku, Kamu Dan Kontrak Pernikahan

Aku, Kamu Dan Kontrak Pernikahan
Keinginan Semua Orang


__ADS_3

🌹🌹🌹


“Shasa mau itu sama itu tante “. Suara keras Quinsha membuat Melani kesulitan mendengar secara jelas apa yang sedang dijelaskan oleh manajernya di ujung telepon sana. Sampai di lantai dua, persis di depan gerai penjual es krim keinginan Quinsha, Melani menerima panggilan masuk di handphone berwarna hitam, dari si manajer modelingnya.


Melani melihat ke arah Quinsha sekilas, gadis kecil itu berdiri dengan tatapan penuh bintang ke arah foto-foto aneka es krim yang di jamin segar, lumer, dan manis di mulut.


“Sebentar Ty, nih bocah ganggu aja, aku sampe gak jelas kamu gomong apa “. Melani menatap kesal pada Quinsha.


“Pak, kasih saja semua yang dia mau !” Perintah Melani pada si penjaga gerai es krim. Pada lelaki yang sebenarnya masih sangat muda, yang memakai topi berwarna kuning terang di kepalanya. “Nanti saya yang bayar “.


Si pemuda bertopi kuning terang pun tersenyum dengan anggukan kepala tanda mengerti.


“Quinsha di sini sebentar ya. Maem es krimnya nanti sambil duduk di situ !” Tunjuk Melani pada meja dan kursi kuning, persis seperti warna topi si pemuda penjaga gerai es krim. “Jangan kemana-mana, tunggu tante sebentar ! Tante mau terima telepon dulu “.


“Nanti kalau Shasa mau tambah es krimnya gimana ?” Quinsha memasang bibir cemberut, rasa tidak senangnya.


“Ya tinggal bilang bapak yang jual, mau tambah berapa banyak !”


Sampe tuh perut gembung juga gak masalah, makan deh tuh es krim semua sama kamu. Melani membatin dengan keinginan buruknya. Kesal.


“Horeeee... “. Hilang sudah bibir cemberut Quinsha. Sekarang anak kecil ini malah bergerak kekanan dan kekiri kesenangan.

__ADS_1


“Titip bentar ya pak, trus kasih aja deh rasa apa saja yang dia minta ! Saya gak lama kok, Cuma ke situ bentar “. Melani menunjuk pojokkan di sisi ujung aneka gerai makanan.


“Baik bu, baik “. Senyum si penjual ramah. Senang dengan calon pembeli yang nampak royal.


***************


“Masih jauhkah Bay ?” Syania, si nenek Quinsha ini masih juga belum bisa berhenti dari rasa cemasnya. Tiap sebentar bertanya, tiap sebentar bertanya lagi pertanyaan yang sama.


“Tidak nyonya, tiga puluh menitan lagi kok “. Dengan kecepatan terbaiknya, Bayu berusaha memastikan laju mobil.


“Syukurlah “. Dan hanya itu kata yang mampu diucapkan Syania.


Tuhan, kenapa perasaanku gak enak ? Ada apa ini ? Sha, baik-baik ya sayang di sana.


**************


“Bibi lanjut deh nikmatin pempeknya, Ana mau ke syawalan bentar y bi “. Kayana berdiri. “Ada yang mau Ana cari “.


“Cari apa non ?” si Bibi ikut berdiri.


“Ana lagi pengen cari cemilan bi, nanti malam kita nyemil yuk bi di teras belakang ?” Kayana tersenyum, sepertinya sedang berkhayal.

__ADS_1


“Wah, bibi mau non “. Bibi langsung setuju.


“Bibi doyan camilan apa ? Biar Ana cari nanti “. Kayana sudah berada di atas motor metik yang biasa di pakai bi Mar.


“Apa ya non ?” bibi sibuk mikir.


“Ayooo, apa kira-kira “. Kayana sabsr menunggu.


“Non, itu loh. Apa ya namanya, bibi gak ngerti. Tapi kayak kerupuk gituh, rasanya seperti tempe. Tapi, bukan keripik tempe “. Bibi mencoba menggambarkan camilan yang diinginkannya.


“Mungkin kerupuk tempe maksud bibi, warna agak kuning gituhkan bi, trus ada bintik-bintik kecokelatan di kerupuk itu “. Tanya Kayana kemudian.


“Iya, iya benar non. Persis kayak itu “. Bibi bertepuk cepat.


“Siip, nanti Ana carikan “. Mengedipkan sebelah mata.


“Ana pergi bentar ya bi “.


“Hati-hati ya non “. Bibi melepas Kayana, tersenyum senang dengan ide cemerlang si majikan.


“Si non ada-ada saja idenya “. Bergumam sendiri. “Apa mungkin dia bosen kali ya gara-gara di rumah terus, gak ada aktivitas ?”

__ADS_1


“Kasihan si non “. Menggeleng sambil masuk kembali ke dalam rumah.


__ADS_2