
🌹🌹🌹
“Kayana, bagaimana bisa ?” Martin menghentikan langkah Kayana. Roan tidak percaya tergambar di wajah Martin.
“Kayana, kamu seorang dokter ternyata ?”
“Kayana ?” dokter Hadi mendekati Kayana. Kayana hanya diam, baik dirinya dan Martin, Kayana tidak bersuara sedikitpun terhadap mereka.
“Apa yang telah dilakukan Sadewa ?”
Dokter Hadi segera menyadari, penyebab diam Kayana pasti karena Sadewa, dokter Hadi yakin kalau Sadewa telah menyakiti perasaan Kayana.
“Lelaki sombong itu telah memecat saya dok “. Suara Kayana sedikit pelan. “Maafkan saya dok, baru hari pertama bekerja sudah buat keributan, bahkan berakhir pemecatan “.
“Benarkah itu, kak Dewa memecatmu, Kayana ?” Martin terlihat sangat kecewa.
“Dokter Kayana, saya mohon bersabarlah dengan temperamennya Sadewa. Tolong jangan ambil hati “. Dokter Hadi menepuk pelan bahu Kayana.
__ADS_1
“Sekarang kembalilah ke lantai atas, kembalilah ke ruang praktek anda ! Pasien-pasien anda masih menunggu di sana “. Dokter Hadi berbicara dengan setenang mungkin pada Kayana. “Tentang Sadewa serahkan saja pada saya “. Berusaha meyakinkan Kayana.
“Kayana, banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu. Dan jujur aku sangat senang bisa berjumpa lagi denganmu. Tetapi, untuk saat ini tolong lapangkan hatimu terhadap kakakku. Aku tahu, dia telah membuatmu tersinggung. Tetapi, dengarkanlah kak Hadi, cobalah jangan hiraukan masalah kak Dewa ya “. Martin tersenyum pada Kayana. Senyum tulus dan penuh simpati, senyum indah dari wajah tampannya.
**************
“Dokter masih mau melamunkah ?” Kayana sedikit kaget, suara perawat Diandra yang merupakan asisten pribadinya telah mengembalikan jiwa Kayana kembali kedua nyata.
“Apakah peristiwa di ruangan gawat darurat masih mengganggu dokter ?” Diandra menarik kursi di depan meja kerja Kayana.
Bagaimana tidak aku terus memikirkan peristiwa tadi. Lelaki super angkuh itu tidak hanya sombong dengan kekayaannya, tetapi dia jelas sangat arogan. Aku yakin, jauh di dalam hatinya dia sangat ingin menghajarku habis-habisan.
Kayana menarik nafas dalam.
“Cobalah untuk mengesampingkan itu semua mbak, aku tahu tidak mudah bagimu. Hari pertama kerja dan kamu sudah mendapat pengalaman seburuk itu. Tapi, untuk saat ini masih ada tujuh orang lagi pasien yang memerlukan dirimu “. Diandra lagi, lagi membuat Kayana sedikit terkejut. Sepertinya Kayana masih tenggelam, larut dalam pertengkaran hebatnya dengan sosok Sadewa. Lelaki yang mengakui diri sebagai pemilik Rumah Sakit ini, lelaki yang dengan penuh kobaran api amarah baru saja memecat dirinya.
Kalau aku sampai di pecat, apa yang harus aku lakukan, apakah mungkin aku kembali ke Kotaku, apakah nyonya Ratna tidak akan mempermasalahkan hal ini? Atau nyonya Ratna malah akan semakin mempersulit kehidupan keluargaku ?
__ADS_1
Tuhan, tolonglah aku, aku mohon tolong aku dari amukan si tuan arogan itu dan tolong aku dari kekejaman nyonya Ratna. Aamiin.
***************
Selamat malam Kaka-kaka readers yang budiman, apakah sedang istirahat santai semua saat ini ?
Apapun itu, semoga kaka-kaka readers yang budiman selalu sehat, selalu dalam lindungan Allah SWT, dan selalu dimudahkan pintu rezekinya dari arah manapun🤗Aamiin🤲
Untuk minggu ini, beberapa episode dulu ya kak, insyaallah dalam minggu depan aka upload lagi😉
Semoga suka kak, semoga menghibur, dan semoga selalu di nanti uoloadnya🤩
Di tolong LIKE dan Koment y kak, terima kasih🙏
Salam,
Author🌹
__ADS_1