Aku, Kamu Dan Kontrak Pernikahan

Aku, Kamu Dan Kontrak Pernikahan
Siapakah Kau Sebenarnya?


__ADS_3

🌹🌹🌹


“Kau tahu, penyebab adikmu diberhentikan secara sepihak dari magangnya itu atas permintaan seseorang?” Sadewa tampak serius.


“Siapa kau ini sebenarnya dokter Kayana?”


“Saya, saya hanya seorang wanita biasa tuan. Saya berasal dari keluarga biasa dan hidup biasa. Hanya itu tuan.” Jujur.


Sadewa memperhatikan Kayana, menilai semua yang diucapkan Kayana.


Sepertinya dia jujur, aku bisa melihat dari raut wajahnya. Lantas, kenapa ada seseorang yang mengusik adiknya? Apa adiknyakah yang bermasalah? Batin Sadewa.


“Berarti adikmu yang bermasalah? Diakah yang sedang menyinggung seseorang di sana?”


“Tidak..tidak..” bicara cepat. “Rayana, Ayah dan Ibu, mereka tidak tahu apa-apa. Tetapi, mereka terkena imbasnya tanpa tahu ada apa.” Penuh penyesalan.


“Kau membahayakan keluargamu rupanya.” Menyipitkan mata.


“Dan saya membayar mahal untuk itu”. Makin menyesal. “Saya, saya sudah melakukan semua yang dia mau, saya patuh. Tapi, dia tetap menyakiti keluarga saya.” Sangat mengiba, sangat merasa bersalah.


Aneh.


Sadewa belum bisa menebak ada apa sebenarnya. Tetapi betapa merasa bersalahnya sosok wanita yang sedang duduk dihadapannya saat ini membuat Sadewa tahu ada masalah yang tidak sederhana yang sedang ditanggung Kayana.


“Waktu itu, Ayah di tuduh menggelapkan uang di sekolah yang dipimpinnya”. Kayana menautkan jemarinya dalam. Sadewa melihat Kayana sedikit emosi. “Saya pun menuruti kemauannya. Saya pergi jauh untuk mengikuti pertukaran mahasiswa, dan ayah lepas dari segala tuduhan yang memang tidak benar itu. Ayah, saya tidak pernah melakukan semua itu tuan!”


“Lalu, saya kembali lagi ke Kota Y. dan usaha catering Ibu tiba-tiba tidak mendapatkan pesanan. Lebih kurang dua bulan, tidak ada pemesanan sama sekali.”


“Tuan tahu? usaha katering Ibu memang bukanlah usaha yang sangat besar. Hanya usaha skala rumah tangga saja tetapi, selama Ibu memulai usahanya tidak pernah sepi pesanan, apa lagi sampai tidak ada pesanan dalam waktu lama.”


“Hingga akhirnya, saya tahu orang itu lagi merupakan sumber penyebab Ibu kehilangan pelanggan kateringnya.”


“Lagi, saya menuruti kemauannya tuan. Saya pun harus pergi lagi meninggalkan keluarga saya, ke kota yang sangat jauh untuk magang di Rumah Sakit, di sebuah rumah sakit yang ada di sana.”

__ADS_1


“Dan saat saya telah menyelesaikan kuliah saya, bahkan saya sudah menjalankan praktek dokter di salah satu klinik di Kota Y. tuan bisa tebak? Dia terus mempersulit hidup saya. Alhasil, saya berada di sini sekarang.”


“Dan kelanjutan ceritanya tuan pasti sudah tahu.” Ada gurat kesedihan dimata cokelat Kayana. Entah kenapa, Sadewa tidak suka. Hatinya tidak terima, dia emosi.


“Kenapa orang yang kau sebut dengan dia, melakukan semua hal itu padamu, pada keluargamu?” Sadewa butuh kejelasan. Sangat penasaran.


“Itu….”, mengenggam erat jemarinya. “Karena saya mencintai anak semata wayangnya, karena saya dan anak tunggalnya adalah sepasang kekasih, karena saya tulus mencintai dan sangat mencintainya.” Tertunduk dengan hati berkecamuk.


Sayang, itu dulu. Sekarang semua sudah berganti sakit tuan. Lelaki yang saya cintai begitu kejam menghina saya, tiada beda dengan ibunya. Sekian lama kami bersama, tidak bisa membuat dia berpikir baik tentang saya, dia terlalu merendahkan saya.


Dan hati kecil Kayana terluka.


“Kau bodoh sekali!” membentak Kayana tidak suka.


“Ya, saya memang bodoh tuan.” Sadar akan kelemahannya pada cinta. “Padahal menurut ibunya, kami bukanlah keluarga yang setara, kami tidak sederajat.”


Kenapa kau jatuh cinta pada lelaki dengan keluarga yang sekejam itu, bodoh! Dan lebih bodohnya kau menyadari pula hal itu. Membuat aku emosi saja. Sadewa berargumen di dalam hatinya, kesal dan tidak tahu apa sebabnya. Yang jelas Sadewa tidak suka dengan kisah percintaan Kayana.


Bodoh..masih merutuki kesal dalam hati.


“Aku akan melindungimu, aku akan melindungi keluargamu, aku sanggup menjanjikan semua itu padamu. Tetapi, seperti permintaanku diawal tadi, kau harus mau memenuhi permintaanku!”


Melindungi aku dan keluargaku?


Sepertinya sangat mudah bagi tuan untuk berbicara seperti itu. Tuan tidak tahu seperti apa nyonya  Ratna. Meragu di dalam hati.


Yang ada malah nanti tuan yang ikut dipersulit oleh dia.


“Kau ragu padaku?” Sadewa membaca keterdiaman Kayana.


“Aku memang tidak mengenal kau secara utuh tetapi, aku merasa kau sangat bodoh karena terjebak dengan cinta pada lelaki seperti itu. Itu pasti sudah bertahun-tahun, dan kau selalu menjadi korban atas cintamu sendiri.” Sadewa memperbaiki posisi duduknya, lebih santai.


“Tidak hanya kau sendiri bahkan, keluargamu juga. Cinta yang kau jalani itu salah!” menatap pada Kayana.

__ADS_1


“Aku akan melindingimu dan keluargamu, kau dan mereka semua aku pastikan aman. Jangankan mempersulit hidupmu dan keluargamu bahkan, untuk berdiri radius seratus meter saja dari keluargamu, orang tersebut tidak akan bisa tanpa seizinku!”


“Be..benarkah tuan?” Kayana menegakkan wajahnya, menatap Sadewa. Menatap langsung pada bola mata biru, biru seperti langit indah.


“Aku berjanji.” Mengangkat jari telunjuk dan jari tengah sebelah kanan kedepan Kayana, memperlihatkan keseriusan hati bersumpah.


Bagaimana ini? Membatin masih ragu. Apa iya manusia yang selalu gemar memarahiku ini kali ini serius?


Tapi, kalau dia hanya sekedar bercanda, tadi itu dia beneran menelepon pemilik perusahaan tempat Rayana magang loh, dan dia benar-benar membuat orang yang bernama Peter itu mendengarkan kemauanya. Siapakah lelaki ini? Apa yang harus aku jawab untuk permintaannya?


“Permintaanku tidak banyak, hanya satu hal saja!” Sadewa masih bersabar menunggu Kayana dengan segala pemikirannya.


Benar, ada harga yang harus aku bayar untuk pertolongannya.


Jelas dia bukan lelaki sembarangan, aku…aku sepertinya bisa mempercayai kalau dia akan melindungi Ayah, Ibu dan Rayana di sana. Tetapi, apa yang dia mau dari aku? Uang? Kok aku gak percaya dia mau itu. Lantas?


“Tuan berjanji akan menjaga keluarga saya? Akan melindungi Ayah, Ibu dan adik saya?” masih merasa perlu meminta kepastian.


“Atas nama Tuhan, aku bersumpah padamu!” Sadewa serius.


“Lantas, apa yang tuan mau dari saya sebagai imbalannya?” Tanya Kayana kemudian.


“Aku mau kau menikah denganku!” ucap Sadewa tenang.


“Hah?” merasa salah dengar. “Tuan mau saya gimana?” tidak percaya


“Kau tidak salah dengar.” Mata biru Sadewa menatap lurus pada Kayana.


“Itu, itu bukan hal mudah tuan. Itu bukan hal sederhana. Apa tuan mau membuat lelucon pada saya atas masalah saya?” tidak senang.


“Yang bilang lelucon siapa? Aku serius!” menjawab cepat.


“Aku ingin kau menikah denganku! Setelah itu, aku akan menjaga keluargamu dengan sangat baik. Hanya itu saja, tidak lebih!”

__ADS_1


“Pernikahan tuan, menikah loh yang sedang kita bicarakan ini.” Heran dengan kemauan Sadewa. Heran dengan sikap tenang Sadewa.


“Dengar! Kau punya masalah dengan keluargamu, aku juga punya.” Meminta Kayana mendengarkanya. “Quinsha akan dibawa Tomi, papanya. Tomi marah padaku karena sakit yang menyerang Quinsha kemaren itu. Dia sangat kecewa hingga, berencana membawa Quinsha bersamanya.”


__ADS_2