Aku Bukan Rahim Pengganti

Aku Bukan Rahim Pengganti
67. Aku Bukan Rahim Pengganti


__ADS_3

Akhir Minggu ini Calista sudah sibuk di dapur memasak makanan kesukaan Wildan dan Edzard. Yang pasti Bibi Sumi membantunya.


Calista merasa bahagia telah mengetahui bahwa ayah kandungnya masih ada. Bahkan berasal dari keluarga baik. Hanya saja, kakek dan nenek nya telah tiada.


"Sayang. Kenapa hanya mereka yang dimasakin?" tanya Carlos cemberut.


Calista mengelap tangan di apron kemudian membuka nya. Ia telah selesai memasak. "Aku tahu kalau Om suka makan segalanya," sahut Calista.


Mendengar jawaban Calista membuat Carlos menarik istrinya itu hingga merapat pada tubuhnya. "Termasuk memakanmu, kan?" tanya Carlos menggoda.


"Hish.. Gak bosan?" tanya Calista.


Carlos menggeleng sembari mengecup perut Calista berulang kali. "Mana mungkin aku bosan, sayang. Kamu bikin nagih," jawaban Carlos membuat Calista cekikikan.


"Baiklah. Nanti malam aku yang kerja. Sekarang tolong panggilkan kedua mertua Om itu agar makan siang bersama."


Carlos mendongak dan menggeleng. "Enggak mau. Biar Bi Sumi saja," tolak Carlos tetapi Calista melotot.


"Baiklah Nyonya. Hamba akan memanggil kedua mertua hamba," Carlos pasrah kemudian bangkit.


Calista menggeleng melihat tingkah Carlos yg terkesan manja bila kedua ayah nya berkunjung.


Mami Ivy tidak ikut karena sedang berlibur bersama Malya ke Paris dimana keluarga Leon Rodriguez tinggal.

__ADS_1


Senyuman nya mengembang mengingat Leon akan menjadi saudara ipar beberapa tahun lagi. Calista berharap, semoga tidak ada masalah kedepan nya yang akan sangkut pautkan dirinya.


...----------------...


Carlos masuk ke ruang kerja nya melihat apakah Edzard dan Wildan berada disana. Dan ternyata benar, kedua mertuanya itu berada disana dan juga ada William.


"Istriku memanggil kalian agar makan siang," ucap Carlos seraya duduk di sofa tunggal.


Ketiga pria dewasa lain nya bangkit dan menemui Calista agar makan siang bersama.


...----------------...


Esok hari. Carlos baru saja menyelesaikan rapat penting dengan perwakilan Perusahaan properti. Saat ini Carlos hendak membangun beberapa homestay di sekitar salah satu wisata di Bali.


Carlos mengerutkan dahi. Mengapa ayah Meta datang kembali?


Ya, sehari sesudah meta ditahan polisi, ayah Meta mendatanginya meminta perdamaian. Tetapi Carlos menolak karena baginya kejahatan harus dihukum dengan adil.


Bila kejahatan dan berakhir dengan damai atau pun ditukar menjadi uang maka akan banyak kejahatan selanjutnya.


"Ada apa?" tanya Carlos dingin ketika ayah Meta telah masuk dan duduk di ruang kerjanya.


"Tujuan saya masih sama, Tuan. Saya minta Anda membebaskan putri saya."

__ADS_1


"Apa kamu lupa? korban itu adalah istri saya? Kamu pasti tahu jawaban saya tetap sama," ucap Carlos dingin.


Ayah Meta berna Antoni itu mengepalkan tangan. Tanpa permisi, ia meninggal Kantor Carlos.


...----------------...


Saat jam makan siang, Carlos sengaja menjemput Calista agar ikut ke Kantor. Sudah lama Calista tidak mendampingi Carlos bekerja dan ia rindu akan momen itu.


"Kamu sudah makan?" tanya Carlos ketika berada di dalam mobil.


Calista mengangguk seraya mengelus perut nya yang semakin membuncit. "Seharusnya pertanyaan itu diubah."


"Diubah gimana?"


"Sudah makan apa saja, sayang."


Carlos melirik kemudian tersenyum. "Baiklah. Sudah makan apa saja?"


"Soto, ketoprak, sama susu strawberry."


Carlos terkekeh seraya mengacak rambut Calista. "Makan apa saja yang kamu ingin. Jangan dibatasi dan jangan takut gemuk."


Calista mengangguk patuh.

__ADS_1


__ADS_2