
Carlos mengulang kembali rekaman CCTV hanya sampai di depan pagar rumah Edzard dan Ivy. Tetapi nyatanya Calista tidak berada disana.
Carlos tidak menyangka bila Calista bisa mengelabuinya sehingga tidak dapat terdeteksi oleh CCTV.
Ponsel dan nomor telepon Calista sudah tak bisa di hubungi. Mencari keberadaan ponsel Calista terakhir hanya sampai di depan pagar Edzard saja.
Carlos menggeleng ketika pikiran nya melayang ke delapan belas tahun lalu dimana Anabella dapat melakukan apapun demi keinginan menjadi nyata.
Apakah sifat Anabella menurun kepada Calista?
Sudah hampir tengah malam, Calista tak kunjung di temukan. Carlos sudah mencari kesana-kemari termasuk rumah desa yang hendak mereka tempati setelah Calista melahirkan.
Dan Carlos baru saja tiba di rumah setengah jam yang lalu dan langsung bergegas masuk ke dalam ruang kerjanya agar segera melihat dengan seksama rekaman CCTV yang diberikan oleh Bimo.
Carling menelungkup kan kepala di atas meja dengan kedua tangan terlipat sebagai alas kepala sebelum meja kerjanya.
Cukup lama Carlos dalam posisi tersebut hingga punggung nya terlihat bergetar.
Ya, Carlos menangis merasa kehilangan Calista. Padahal, istrinya pergi baru saja beberapa jam lalu, belum ada sehari.
Carlos membayangkan bagaimana Calista pergi sendiri membawa barang yang tidak sedikit dengan perut yang sudah membesar.
Bayangan dimana dahulu Carlos membantu Ivy kabur dari rumah dan mengetahui kehancuran Edzard.
Dan sekarang Carlos mengalami posisi itu. Masih dengan posisi yang sama, Carlos menggeleng tidak sanggup berada di posisi tersebut.
Tetapi melihat bagaimana lancar nya Calista pergi sehingga tak terdeteksi oleh mereka, pasti ada seseorang dibalik kepergian Calista.
Carlos yakin jika Edzard dan Wildan tidak ada hubungan nya dengan ini. Jika saja benar, pasti mereka sekarang sudah membunuhnya.
Leon?
Carlos juga menggeleng karena selama ini ia juga memantau kegiatan pemuda tersebut, untuk berjaga-jaga jika akan mengganggu Calista.
"Kamu dimana, sayang?" gumam nya di tengah isak tangis yang tertahan.
Sebenarnya yang terjadi di dalam ruang kerja nya pagi tadi adalah seperti biasa, Selly selalu mencoba memberi perhatian kepada Carlos.
Pagi tadi, Selly melangkah masuk dengan berlenggak-lenggok mendekati meja Carlos.
__ADS_1
Semakin hari, pakaian kerja Selly semakin terbuka saja. Dan itu semakin membuat risih Carlos.
Carlos pria normal. Sebelum menikah dengan Calista ataupun Nadia, ia adalah pria menjaja wanita. Hingga pada akhirnya pensiun dan menjadi pria yang setia.
Apalagi semenjak menikah, bentuk tubuh Calista semakin sek*si dan selalu membuatnya puas di atas ranjang, tidak ada wanita mana pun yang bisa menandingi istrinya itu.
Carlos juga mengakui jika postur tubuh Selly termasuk idaman para pria. Tetapi, ia tidak menyukai wanita yang memamerkan aset berharga dalam diri wanita tersebut.
Seperti Selly, wanita itu selalu memakai pakaian yang sangat mengundang hasrat pria, terutama pada bagian dada yang seperti akan tumpah dari perlindungan.
Tetapi percayalah. Dengan penampilan seperti itu justru membuat Carlos muak. Andai kinerja Selly yang bagus dan sulitnya mencari sekretaris pengganti, pasti wanita itu sudah di tendang oleh Carlos.
Selly membawakan segelas kopi tanpa diminta oleh Carlos.
Carlos yang sedang fokus bekerja menjadi terganggu. Ia bangkit dari duduk dan menyuruh Selly membawa kopi itu keluar.
Tetapi, tanpa sengaja Carlos menyenggel kopi yang berada di tangan Selly sehingga tumpah mengenai kemeja yang dikenakan nya.
Carlos mengumpat ditambah tangan Selly sibuk membersihkan kemeja nya yang basah.
Setiba Calista membuka pintu ruangan Carlos, yang nampak dari pandangan Calista adalah Selly seperti sedang meraba dan menikmati dada bidang Carlos.
*
*
Bimo dan Carlos mencari Calista secara diam-diam karena sudah memastikan bahwa Edzard dan Wildan belum mengetahui kepergian Calista.
Waktu nya tidak banyak, Bimo harus menemukan dan menjemput Calista sebelum acara amal yang di selenggarakan para pengusaha terkenal.
"Mas. Kenapa Calista kabur?" tanya istri Bimo.
"Ini salahku. Tuan Carlos sudah lama meminta Selly diganti dengan sekretaris baru. Tetapi, aku selalu menahannya karena kinerja Selly sangat bagus," sahut Bimo lesu.
Putri - istri Bimo menautkan alis merasa bingung atas jawaban suaminya. "Maksud kamu apa?"
Bimo menghela nafas kemudian menyerahkan ponselnya kepada Putri. Ia langsung menyalakan hasil rekaman CCTV ruang kerja Carlos.
Putri mengamati setiap gerak-gerik Selly yang sangat kontras bila menunjukkan ketertarikan pada Carlos.
__ADS_1
"Pantas saja Calista salah paham karena posisi tuan Carlos menyamping bila dari arah pintu masuk. Apalagi posisi Selly memang terlihat intim bila dari dilihat dari posisi menyamping," gumam Putri.
Bimo menghela nafas. "Begitulah," kata Bimo.
"Aku rasa mas sanggup mengerjakan tugas sekretaris dan asisten, Tuan. Kenapa hanya menyingkirkan Selly gak bisa? apa mas yang gak sanggup kalau Selly gak kerja disana?" selidik Putri karena merasa kesal setiap hari sang suami bertemu Selly dengan berpakaian seksi begitu.
Mata Bimo melebar mendengar ucapan Putri. Bahkan terpikir hingga kesana saja tidak pernah ada dalam pemikiran nya.
"Sayang, mana berani mas begitu."
Putri mencebik. "Halah. Kamu pasti senang setiap hari melihat wanita seksi begitu," kata Putri sewot.
Bimo mencebik. "Enggak. Biasa saja," kata Bimo.
"Hanya tinggal pecat saja atau di pindahkan ke Kantor cabang juga urusan beres. Memang kamu nya yang gak mau bantu Tuan Carlos. Istri di rumah di suruh pakai pakaian tertutup. Eh, di Kantor yang di lihat seksi begitu. Aku juga kalau jadi Calista bakal kabur," Putri menjadi kesal sendiri, ia bangun dari duduknya langsung meninggalkan Bimo yang melongo setelah mendengar cerocosan nya.
Bimo hanya menggeleng melihat tingkah istrinya. Pikiran nya bukan ke Selly. Melainkan Carlos yang pasti tengah khawatir memikirkan Calista.
Ia takut bila Calista benar-benar pergi, Carlos akan menggila seperti dulu.
Bimo khawatir bila Carlos akan kembali merokok dan mabuk-mabukan atau akan menjadi pemarah karena kehilangan Calista dan anak mereka.
*
*
Waktu sudah menunjukkan pukul empat dini hari, tetapi Carlos masih berada di dalam mobil yang melaju.
Matanya menatap kesana kemari dengan jeli, berharap Calista di temukan hari itu juga. Namun, belu ada tanda-tanda dimana Calista berada.
Penampilan Carlos sangat berantakan walau sudah membersihkan diri juga berganti pakaian.
Carlos juga belum ada memasukkan makanan ke dalam perut karena pikiran nya hanya ada pada istri dan calon anaknya.
Carlos juga sudah menyelidiki orang-orang yang selama ini tidak suka padanya. Ternyata masih belum ada tanda-tanda mencurigakan.
"Aku bisa mati jika kalian pergi dari hidupku, sayang."
Mata Carlos memerah seperti hendak menangis lagi. Baru kali ini ia begitu lemah dibuat wanita dan itu adalah istrinya sendiri.
__ADS_1
"Apa jadinya aku tanpa kalian, sayang? kenapa kamu pergi?"