aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
tak suka


__ADS_3

semua pun duduk di sebuah warung lesehan, Nanang, Fendi, Ripin dan juga Arip memilih memesan kopi.


sedang Sari, mbak Wati dan mbak Lulu, sedang bingung memilih ingin minum apa.


"kalian belum pesen loh, itu kasihan mbaknya nungguin dari tadi?" tanya Nanang yang duduk di dekat istrinya.


Fendi merasa ada yang aneh, terlebih Sari seperti menahan sesuatu, "pesen jus juga boleh kok," kata Fendi.


"baiklah aku jus strawberry," jawab mbak Wati.


"aduh nih mbak bakul jamu kemenyek sekali minumnya jus strawberry," ledek Ripin pada istrinya itu.


"biarin napa sih, sibuk banget sampean mas ngurusin aku," jawab mbak Wati.


"aku jus jambu merah satu ya mbak," kata mbak Lulu yang tersenyum saat memesan


"halah-halah ... awas kalau tak di habiskan nanti ya, tak jejelin nanti," kata Arip.


"kalau mbak Sari mau minum apa? kok diam saja dari tadi" tanya Fendi.


"ah itu mas, bisa tolong pesankan es susu saja," jawabnya sambil matanya berkaca-kaca.


di bawah meja, Sari menahan rasa sakit akibat dari cengkraman tangan dari suaminya.


pasalnya tangan Nanang yang besar mencengkram erat di paha Sari hingga terasa perih dan sakit.


dia pun tau jika Nanang tak suka dengan Fendi, bukan tak suka pada arti yang sesungguhnya, tapi pria itu tak suka jika Sari lebih dekat dengan temannya itu.

__ADS_1


"hei bos, pinjem korek dong, Mau ngerokok nih," kata Arip


mereka pun berbincang, Nanang beberapa kali memukul paha dari Sari agar gadis itu tak lupa jika suaminya sedang marah saat ini.


sedang wanita itu hanya tersenyum saja, menutupi semua kesakitannya, dia sadar jika suaminya itu sedang marah atau mungkin cemburu.


terlebih tadi sebelum pulang dari resepsi, Sari kaget saat mendengar apa yang di bisikkan oleh suaminya.


"ingat aku ini suamimu, jangan pernah tersenyum, berdekatan dan keganjenan seperti itu dengan pria lain, meski itu teman baikku karena aku tak menyukainya, atau kamu tau apa yang bisa aku lakukan," bisik Nanang.


"loh mbak Sari capek ya, kok diam saja sih dari tadi, atau masih ngambek nih karena tadi mas Nanang nyanyi ya," tanya mbak Wati.


"iya mbak, ya maklum belum di servis ini badannya," jawab Sari tersenyum kerah wanita itu.


meski dia paling muda di antara dua wanita itu, dia tetap bisa berkumpul dan berbincang dengan baik.


"bagaimana mas, boleh aku melakukan perawatan bareng mbak Lulu," tanya Sari melihat suaminya.


"tentu saja, silahkan lakukan apa yang ingin kamu lakukan dek, tapi harus di lakukan di rumah ya, mengerti dek," jawab Nanang yang tak keberatan.


pria itu menunjukkan bahwa dia sangat mencintai sari, bahkan mengusap kepala gadis itu lembut di depan semua orang.


setelah puas ngopi dan becanda, mereka semua pun pulang, setelah mengantar mereka berlima.


Nanang langsung menuju ke rumah dengan wajah dingin. dan Sari sadar jika suaminya itu marah.


padahal tadi suaminya biru sudah baikan, tapi kenapa sekarang dingin lagi seperti ini.

__ADS_1


"maaf... aku minta maaf mas, aku tak akan melakukannya lagi, aku akan menjaga sikap lagi saat di dalam sebuah acara, atau bahkan dirubah," mohon Sari.


Nanang berbalik dan langsung mencengkram dagu dari istrinya itu dengan erat, "sudah ku katakan jangan kegatelan, aku tak suka kamu tersenyum pada pria lain seperti tadi, terlebih itu Fendi!!" teriak Nanang.


"maaf...." jawab Sari menangis.


melihat kondisi istrinya Nanang pun melepaskan cengkeramannya, dan langsung masuk kedalam kamar untuk berganti baju.


Sari juga masuk kedalam kamar, tapi Nanang malah keluar dan memilih untuk merokok di luar rumah.


sedang Sari hanya bisa menangis, dia tak mengira jika Suaminya itu memiliki sikap yang begitu kasar, bahkan begitu buruk seperti ini.


"tidak boleh manja Sari, kamu bisa menghadapi suamimu, jadi kamu harus kuat karena ini adalah hidupmu sekarang, jadi kamu pasti bisa," kata Sari menguatkan dirinya sendiri.


dia pun menghapus riasannya, dan segera mengganti bajunya dengan daster tanpa lengan.


bahkan bekas merah yang ada di tubuhnya bahkan begitu terlihat, dan sekarang di pahanya juga ada bekas merah akibat pukulan dan cengkraman dari Nanang.


tapi Sari pun hanya menghela nafas panjang dan memilih menonton tv saja untuk mengalihkan perhatiannya.


Nanang masuk kedalam rumah, dan melihat istrinya itu sudah tertidur di karpet di depan tv tapi tv masih menyala.


dia pun bergegas mengendongnya menuju ke ranjang, dan melihat ada bekas tangannya tadi dia pun mencium bekas merah itu.


Sari pun sebenarnya terbangun tapi dia memilih untuk tidak membuka matanya.


dia ingin tau apa yang di lakukan oleh suaminya itu saat dia dalam kondisi saat ini.

__ADS_1


tapi tak terduga, Nanang malah menggagahi istrinya, sedangkan dari hanya bisa diam dan melayani suaminya saja.


__ADS_2