aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
kemalangan Yuni


__ADS_3

setelah mendengar ucapan dari ayahnya, Yuni merasa malu, pasalnya pria itu sudah mendukungnya selama ini.


tapi dia dengan berani mengunakan dan menjual nama juragan Wawan untuk membantu usaha milik suaminya.


Farid merasa heran melihat Yuni yang nampak tak fokus, dia pun berdiri dan mengejutkan istrinya itu dengan menjentikkan jari di depan wajah Yuni.


"hei kamu kenapa kok bengong begitu?" tanya Farid.


"tidak mas, maaf aku sedikit kurang fokus karena memikirkan putra kita," jawab Yuni yang tak mau menambah beban pikiran dari suaminya itu.


Yuni sebisa mungkin menutupi semuanya dari Farid, terlebih suaminya itu kini sedang dalam kondisi sulit.


ibu Farid baru datang untuk bertukar dengan Farid, karena pria itu harus ke tempat kerjanya.


"sekarang ini sudah datang, aku akan pergi, tolong hubungi aku terus menerus tentang perkembangan kondisi dari El ya," pesan pria itu.


"baik mas, aku mengerti," jawab Yuni.


mereka sekarang duduk lesehan di sekitar ruang tunggu di ICU itu, dan ternyata Farid dapat telpon dari seseorang yang membuatnya bergegas pergi dari rumah sakit.


Yuni pun jadi tak fokus setelah semuanya, sedang ibu Farid juga perlahan-lahan menunjukkan sisi sebenarnya.


"Yuni, sepertinya ayah mu tak pernah menjengguk cucunya ini ya, padahal bagaimana pun dia itu tetap kakek dari anak mu," kata wanita itu.


"ibu kan tau siapa aku, apalagi sekarang ayah belum memaafkan aku, dan sepertinya ayah juga telah memutuskan tak ingin berhubungan lagi dengan ku," jawab Yuni.


"apa... sayang sekali,kamu bodoh sepertinya karena kehilangan sumber uang seperti juragan Wawan, padahal jika tidak anak mu pasti mewarisi atau setidaknya memiliki sawah satu hektar saja dari kakeknya," kata ibu Farid.


Yuni terkejut, bagaimana bisa mertuanya itu mengatakan hal semenjijikkan seperti ini.

__ADS_1


wanita yang mengerti agama kenapa sekarang mengukir semuanya dengan uang.


"atau kamu so buang karena juragan Wawan sudah punya istri yang sangat cantik, kamu kamu yang bukan Sarah dagingnya di sepak, kasihan sekali...."


Yuni tak bisa menjawab atau mengatakan apapun pada mertuanya itu.


sedang di rumah juragan Wawan, semua orang sedang berkunjung untuk melihat bayi sang juragan.


tapi mereka tak di izinkan oleh pria itu untuk melihat bayinya dengan alasan kesehatan.


jadi para tamu sedikit merasa sedih karena tak bisa melihat wajah tampan dari bayi Satria.


awalnya para warga merasa sangat aneh, tapi dengan penjelasan yang baik oleh sari mereka pun mengerti, terlebih ini adalah anak kandung pertama juragan Wawan setelah semua yang terjadi.


pak Kasyo dan Bu Khuswatun datang untuk mengantarkan hadiah yang sudah di persiapkan dari awal untuk bayi itu.


ternyata mereka tak hanya datang berdua, so gembul di ajak dan ternyata sudah bisa jalan meski belum bisa bicara.


"waalaikum salam,bulek, dan paklek kok datang tak mengabari Wawan,apa perjalanan jauhnya melelahkan," goda pria itu.


"lambemu le, orang rumah beda desa saja kok koyok nyebrang laut, ini cuma mau antar bulek mu lihat bayi, dan si bocah ganteng ju ini minta jalan-jalan jadi sekalian saja," kata pak Kasyo memukul juragan Wawan.


sebenarnya mereka adalah kerabat dari orang tua juragan Wawan, tapi sudah sangat jauh, tanpa di duga kini malah jadi sambung karena juragan Wawan dan Japar melakukan kerja sama.


"gembul ... mama kemana?" tanya Sari melihat bocah itu.


"ja... wek..." jawab bocah itu.


"kerja, golek Duwek.."kata Bu Khuswatun.

__ADS_1


"aduh lucunya, pantas mamamu selalu membuat mu jadi status di media sosialnya."


"Gimbul tak mau punya adek lagi gak," tanya juragan Wawan.


"dak..."


mereka semua pun tertawa, bagaimana ada bocah semengemaskan itu, pantas saja jika Japar sering mengajak putranya itu ke pabrik tahu.


"baiklah juragan tahu kecil, mau es krim? kalau mau ikut om ganteng ya,"


"dak..." jawab bocah itu dan otomatis itu menjadi penolakan untuk juragan Wawan.


Sari pun tertawa, "aduh kasihan baru kali ini juragan Wawan di tolak loh, itupun sama bayi kecil begini," ledeknya.


saat Yuni sedang sholat, dia kaget melihat ibu mertuanya yang datang menghampiri dirinya dengan cemas, " ada apa Bu?"


"cepat Yuni, anak mu kritis," panik ibu Farid.


Yuni pun langsung berlari ke arah ruang NICU tempat putranya di rawat.


dokter dan perawat sedang berjuang di dalam,tak lama dokter keluar dengan wajah yang sedih.


"maaf Bu, kami sudah berusaha sebaik mungkin tapi Tuhan berkehendak lain, kami tak bisa menyelamatkan putra anda," kata dokter itu sebelum pergi.


"tidak!!! el!!!"teriak Yuni yang bergegas masuk dan melihat tubuh putranya itu sudah di tutupi dengan selimut.


bayi sepuluh hari itu akhirnya menyerah setelah berjuang untuk sembuh.


"tidak ... putraku..." tangis Yuni yang syok.

__ADS_1


bahkan tubuhnya pun limbung karena harus melihat dan mendengar semua kenyataan ini di depan matanya.


__ADS_2