
Nanang sampai di sawah,dan benar saja ayahnya sudah berdiri di sana dengan wajah marah, pria yang nampak muda di usianya yang menginjak empat puluh lima tahun itu terlihat sangat berwibawa.
"assalamualaikum ayah...." salam nanang dengan takut.
plak...
sebuah tamparan melayang di pipi pria itu, "berani kamu mengunakan uang yang ayah minta berikan pada istrimu, ayah juga memberimu gaji, tapi dengan kesombongan mu kamu menghancurkan usahanya,dan sekarang uang yang ayah berikan pun kamu tilep, katakan dimana uang itu?" tanya juragan Wawan dingin.
"maaf ayah..." kata Nanang takut karena tak bisa menjawab.
"aku tak butuh maaf mu,katakan dimana uang itu!" bentak Juragan Wawan
"uang itu habis untuk judi bola kemarin ayah, awalnya aku memang tapi aku malah kalah," terang Nanang.
"goblok, kamu jika belum bisa mencari uang sendiri tak usah judi, ayah memberikan penggilingan dan peternakan untuk mu dewasa, dan menjadi penerus yang baik, bukan jadi orang bodoh yang terjebak pada judi," marah juragan Wawan.
"maafkan Nanang ayah, aku awalnya ikut karena penasaran, tapi malah keterusan," kata pria itu.
"tidak hentikan, ayah sudah kecewa Nanang,belum lagi aku menerima kabar jika sari memiliki luka di sekujur tubuhnya akibat ulah mu," kata pria itu mulai memijat pangkal hidungnya.
"pasti itu fitnah, sari tak mungkin memiliki luka seperti itu, dia hanya mengada-ada ayah," kata Nanang membela dirinya.
juragan Wawan pun menelpon sari langsung didepan putranya itu,"iya siapa, maaf sari lagi berganti baju," kata Adelia yang menjawab telpon itu.
"oh ini siapa?" tanya juragan Wawan
"saya Adelia, teman senam dari menantu anda, aku juga teman suami sari, ada apa ya?" tanya Adelia lagi.
"tolong bilang pada sari untuk datang ke rumah sore ini, karena saya ingin mengatakan sesuatu yang penting," kata juragan Wawan.
"tentu bapak juragan," jawab Adelia tersenyum menyeringai.
Sari keluar dari kamar mandi, "ada apa ini? kenapa kakak memegang ponselku?" tanya gadis itu.
"itu tadi ada telpon dari mertua mu, ku kira penting jadi aku mengangkatnya karena kamu belum keluar, dia hanya pesan untuk mu datang ke rumahnya sore ini,boleh aku ikut?" tanya Adelia.
__ADS_1
"tentu, toh mbak juga teman mas Nanang, dan sekarang jadi temanku juga," kata Sari.
"baiklah, sekarang ayo kita mulai untuk melakukan senam demi hidup yang lebih baik, oh ya kamu bawa susu itu kan?" tanya Adelia.
"tentu, karena mbak bilang ini demi tubuh ideal," kata sari.
mereka pun masuk kedalam ruang senam,sedang Nanang masih di marahi habis-habisan.
"cukup Nanang, sekarang ayah akan lepas tangan, mau kamu bangkrut kareba judi ayah tak peduli dan jangan minta uang modal dari ayah, karena ayah sudah cukup menyokong mu, dan kamu sudah dewasa jadi sudah bisa mencari uang sendiri," kata juragan Wawan yang terlanjur marah dan kecewa.
Sari terlihat begitu bahagia, setelah selesai mereka pun menuju ke salon yang juga sudah jadi langganan dari Adelia.
sore hari Nanang pun sampai di rumah orang tuanya dengan sedih,dia masih belum bebas karena juragan Wawan ingin melihat bukti luka Sari.
"ada apa le, kok kamu lesu begini?" tanya Bu Wiwit melihat putranya itu.
"ayah berhenti mengirimkan uang padaku,saat aku ketahuan memakai uang yang dia berikan untuk modal usaha istriku," terang Nanang.
"ya Allah Nanang, memang kamu butuh buat apa sampai mengambil uang istrimu, jika kamu butuh bilang ibu, ibu pasti akan memberikannya," kata Bu Wiwit
"tutup mulut mu, kamu bisa di bunuh oleh ayah mu jika mendengarnya, ayah mu dan keluarga kita berhutang Budi pada kakek gadis itu, makanya ayah mu ngotot kamu harus menikahinya," terang Bu Wiwit.
Nanang pun diam,jadi dia di nikahkan dengan sari hanya hutang Budi, Nanang pun tak habis pikir lagi.
motor juragan Wawan sampai di rumah, pria itu langsung turun dan terlihat tak baik-baik saja.
tak lama mobil Sari datang, dan dia pun turun sambil mengenakan kemeja putih cukup longgar dan juga celana kulot hitam.
"assalamualaikum..."salam sari menyapa semua orang.
Bu Wiwit bangkit dari duduknya saat melihat menantunya itu datang bersama Adelia.
"Sari .. ini pertemuan Keluarga, kenapa kamu membawa orang asing ikut dalam pertemuan ini," kata Bu Wiwit tak suka
"apa? Sari kira cuma main saja, toh mbak Adelia juga teman dari mas Nanang juga," kata Sari polos.
__ADS_1
"maaf menganggu ya, karena sekarang Sari juga teman ku,beber gak dek?" tanya Adelia yang sengaja merangkul bahu sari.
"aww... sakit mbak," kata sari reflek.
"ah maaf aku lupa jika tubuhmu sedang terluka," kata Adelia memanasi.
"Sari jawab jujur,apa benar tubuhmu terluka karena Nanang, karena banyak orang yang bilang jika di tangan dan lehermu biru-biru lebam," kata juragan Wawan pada menantunya itu.
"itu bohong ayah, kan Nanang sudah bilang jika itu paling efek kelelahan,benar kan dek, cepat jawab," kata Nanang ingin menyentuh sari tapi di tahan Adelia.
"aduh berarti luka tadi itu bukan karena kamu jatuh," kata Adelia yang langsung merobek lengan kemeja putih itu
dan langsung terlihat begitu banyak lebam dan bekas gigitan. "luka ini kan yang anda maksud juragan?" tanya Adelia.
"Nanang!!!" bentak pria itu marah.
"tunggu juragan, ini masih sedikit,mau luka paling parah dari putra mu," kata Adelia yang memang tau.
"tidak mbak," kata Sari memohon.
"jangan bodoh sari,kamu beberapa kali minta cerai,tapi karena ibu mertua mu kamu mengurungkannya, cukup karena Nanang pria busuk, jadi biarkan ayahnya tau yang sesungguhnya," kata Adelia merobek baju Sari dengan mudah.
ternyata sari mengenakan kemben di balik kemeja, dan juragan Wawan tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
pria itu bahkan sampai tak mengeluarkan kata-kata saking kaget melihat kondisi menantunya itu.
"kamu juga diam Bu saat tau kondisi menantumu seperti ini, bahkan membuatnya bertahan dengan putra mu yang bejat ini," marah juragan Wawan
"putra ku bejat, kamu lebih bejat, kamu juga memiliki wanita simpanan di luaran sana, susah berapa tahun, mungkin sudah lima tahun ini kamu juga menduakan ku," marah Bu Wiwit.
"oh maaf menganggu nyonya Wawan, ada sebuah video yang lebih yahut,dimana putra mu juga bercinta dengan wanita lain dan menghianati istrinya, selamat putra anda ternyata lebih busuk, dan kami bisa melakukan laporan polisi dan menjebloskan Nanang ke penjara atas dua tuduhan, kekerasan dalam rumah tangga dan juga perbuatan zina, jadi Nanang kamu akan membusuk di penjara," kata Adelia.
"kamu tidak akan melakukan itu ******," marah ibu Wiwit ingin menampar Adelia.
tapi tak terduga malah Juragan Wawan menampar pipi istriny di depan semua orang.
__ADS_1