aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
kamu menyakiti ku


__ADS_3

"dia kenapa?tak mau di jemput?" tanya Sari yang mulai bangun.


tapi juragan Wawan menariknya masuk kedalam selimut dan memeluknya, "tebang sayang, dia sering seperti ini, tapi aku akan tetap menjemputnya karena aku takut dia kenapa-kenapa terlebih dia itu wanita,"


"baiklah kalau begitu," jawab Sari yang pasrah kembali.


pukul setengah tujuh malam, Yuni baru selesai kelas, dia melihat sosok yang familiar, itu adalah tunangannya Farid.


pria itu seperti sedang menunggu seseorang, saat Yuni ingin mendekatinya seorang wanita langsung memeluk Farid begitu saja.


Yuni kaget dan tak percaya, tubuhnya lemas bahkan buku yang dia bawa pun berjatuhan di tanah.


tapi di saat keterkejutannya itu, tanpa di duga juragan Wawan menarik pria itu turun dari motornya.


"ternyata Omo kelakuan buruk mu, kenapa bisa kamu bermesraan di depan umum,kamu tak memperdulikan bagaimana hati Lily," marahnya yang sudah tak terbendung lagi.


"ayah apa maksudmu, aku bisa menjelaskan," mohon Farid yang kebingungan.


"sayang ini kenapa?" tanya wanita itu.


juragan Wawan yang mendengar panggilan itu pun marah dan langsung menonjok Farid hingga tersungkur.


"dia saja memanggil mu sayang, dan kamu bilang bisa menjelaskan, menjelaskan apa?" tanya juragan Wawan.


Yuni langsung berlari menahan ayahnya, "aku mohon ayah jangan memukulnya lagi ..."


"Yuni, kami sudah selesai kelas, aku bisa menjelaskan, dia itu cuma teman masa kecilku, aku datang untuk menjemputmu dan mengantarkan mu pulang, aku tau kamu ada kelas sampai malam," kata Farid.


"tapi kenapa kalian begitu mesra, dia bahkan memeluk mu sangat erat tadi," lirih Yuni dengan air mata yang menetes deras.


"itu salah paham, dia memang seperti itu, kami itu teman dari kecil,aku mohon Yuni, aku tak bisa jika kamu marah seperti ini padaku, kamu bisa memukulku dan menyiksaku, tapi jangan seperti ini," kata Farid memohon.


"teman,apa kamu bodoh Farid, kamu bilang kamu menikahinya karena terpaksa," kata wanita itu.


tanpa di duga Farid menampar wajah cantik itu di depan Yuni dsn juragan Wawan.

__ADS_1


"aku cukup bersabar selama ini,bukan karena kamu sepupuku, kamu bisa terus membuatku putus dengan kekasihku, tapi kali ini tidak, aku mencintai Yuni dan kamu tak akan ku biarkan merusak itu."


"kamu demi tunangan mu yang tak seberapa itu berani pada ku, aku akan melaporkan mu pada Tante," kata wanita itu mengancam.


"tak usah, aku sudah menghubungi calon besan melalui sambungan video, dan ingin membuktikan jika putranya sangat bajingan, ah ternyata wanita itu yang tak tau malu, jadi ibu besan tolong ketegasannya, meski saya ini sambung Yuni, tapi saya tak ingin putri saya terluka lagi, terlebih dengan gadis tidak tau malu seperti ini," kata Sari.


"baik Bu besan, Lena pulang dan jangan ganggu hubungan mas mu lagi, cukup besok aku akan meminta ayah mu datang membawa mu pergi," kata ibu dari Farid.


"tidak mau, aku tak mau ikut pria bajingan itu, karna dia hanya sayang istrinya," kata gadis itu yang pergi.


Yuni masih bingung, "aku pernah mengatakan semuanya padamu, jika aku terus gagal menikah, dan alasannya adalah gadis itu yang terus mengaku jadi kekasih ku yang hamil, dan membuat semua wanita meninggalkan aku, tapi untuk mu aku tidak mau itu terjadi karena aku mencintaimu, aku tak bisa berbuat banyak karena dia memiliki penyakit emosi Karena ayahnya menikah lagi," kata Farid.


"aku juga mencintaimu," kata Yuni memeluk Farid.


"sudahlah lebih baik sekarang kita pulang," ajak juragan Wawan.


dia pun tenang karena memang sudah menyelidiki semuanya terlebih dahulu sebelum mengadakan acara lamaran.


"tapi kita ada tiga kendaraan, motor Farid, mobil Yuni dan tadi kita kesini juga membawa mobil mas?" kata Sari.


Sari pun terpaksa membawa mobil suaminya dan juragan Wawan membawa mobil sedan Yuni.


Sari merasa beruntung Yuni mendapatkan calon suami yang baik dan calon mertua juga sangat baik.


sesampainya di rumah, Yuni langsung mandi, dan Farid mengobati lukanya, juragan Wawan tadi terlalu emosi.


"maaf ya Farid, gara-gara ayah main pukul saja tanpa minta penjelasan,"


"iya tak apa-apa ayah, itu normal sebagai orang tua, dan mungkin jika aku di posisi ayah, aku juga pasti akan melakukannya," kata Farid yang tersenyum.


Sari membawakan bakso untuk semua orang, karena tadi dia meminta bakso langganannya datang ke rumah.


mereka pun makan bersama, tak lupa satu memborong pentol bakso dan gorengan pangsit.


setelah itu, dari membantu juragan Wawan bekerja,sedang Yuni menemani Farid di teras untuk berbincang.

__ADS_1


juragan Wawan tak mengira jika satu sangat pintar dalam hitungan, bahkan semuanya kini tertata rapi dan juga semua upah sudah di Staples sesuai nama


"besok mas tinggal membagikannya, itu sudah ada keterangan mereka masuk berapa hati, di kali berapa, dapat bonus berapa dan jumlah uang lembur,"


"wah kalau seperti ini aku bisa tak pusing lagi sayang, terima kasih ya, kamu memang sangat pintar dan membantu," kata juragan Wawan


"iya mas, memang semua itu jika tertata dengan baik pasti sangat mudah di bukan," kata sari memeluk suaminya itu.


"terima kasih," kata juragan Wawan mengecup pipi istrinya itu.


akhirnya Yuni masuk kedalam rumah saat Farid sudah pulang, "ayah aku ingin bicara sesuatu," kata Yuni yang duduk di ruang tengah.


juragan Wawan bangkit dan melihat Yuni duduk di ruang tengah, "ada apa? kamu ingin bicara apa?"


"aku ingin sekali bertemu ibu, dan memperkenalkan calon suamiku dengan resmi, apa ayah mengizinkan," tanya Yuni


"tentu, lusa ayah dan mama mu rencana akan ke Nganjuk menemui mas mu, dan jika kamu mau ikut juga boleh untuk bertemu ibumu, dan ayah sudah memberitahukan itu padanya," kata juragan wawan.


"baiklah kalau begitu, aku dan mas Farid akan ikut ayah, apa mama juga ikut?" tanya Yuni penasaran.


"tentu, ayah tak mau jadi obat nyamuk kalian, terlebih kita bisa jalan-jalan bersama bukan setelah pulang," usul juragan Wawan.


"baiklah, ayo kita pergi ke rumah mas Nanang," kata Yuni begitu senang.


juragan Wawan memastikan bahwa semua rumah sudah terkunci dengan benar.


ia juga melihat Yuni yang ternyata sedang menonton video tapi gadis itu mrngunakan headphone pun memilih tidur.


juragan Wawan pun memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya dan ternyata dia melihat sari sedang menonton tv.


"ayo tidur sayang," kata juragan Wawan.


"aku belum mengantuk," jawab Sari yang sudah merasakan tangan suaminya.


pria itu tak percaya dengan apa yang dia rasakan, ternyata istrinya itu sudah siap melakukan ibadah.

__ADS_1


__ADS_2