
akhirnya acara tingkep pun selesai, semua keluarga pun pulang, kini juragan Wawan dan Sari kembali hanya berdua.
Sari sedikit kelelahan karena seharian ini dia membantu persiapan.
dia beberapa kali menyeka keringatnya yang mengucur terlalu banyak dan rasanya tubuhnya sedikit aneh.
"ada apa Sari? kenapa kamu berkeringat sebanyak ini, duduklah dulu,kamu pasti kelelahan," kata juragan Wawan.
"iya mas,"
dia pun perlahan berjalan tapi tiba-tiba dia terjatuh ke lantai karena rasa sakit itu.
"mas sakit!!!" teriak Sari yang memegangi perutnya.
juragan Wawan kaget melihat hal itu , "kura ke rumah sakit," kata juragan Wawan yang membantu istrinya itu bangun.
tapi juragan Wawan kaget saat melihat ada darah, dia pun langsung mengendong istrinya itu ke dalam mobil.
"pak Paiman buka gerbangnya," teriak juragan Wawan panik.
pria itu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit, Sari terus mengerang kesakitan di samping suaminya.
"mas sakit!! aku mohon cepat aku takut terjadi apapun pada bayiku," mohon wanita itu.
sesampainya di rumah sakit juragan Wawan langsung mengendong istrinya ke UGD.
"tolong panggil.dojtet, istriku pendarahan," kata juragan Wawan panik.
"iya pak anda tunggu di luar, dokter Teguh tolong pasien," kata seorang suster.
setelah dokter memeriksa kondisi Sari, seorang suster datang meminta persetujuan dari juragan Wawan.
"maaf pak, istri anda harus menjalani operasi untuk menyelamatkan ibu dan bayinya," kata suster itu.
tanpa membaca juragan Wawan langsung menandatangani surat persetujuan itu.
dia tak mengira jika satu harus melahirkan seperti ini, dan terlebih lagi ini masih tujuh bulan.
Sari mendapatkan transfusi darah karena tekanan darahnya turun, terlebih pendarahan yang cukup banyak membahayakan keselamatan ibu dan bayi.
bagi laki-laki itu pun akhirnya bisa di selamatkan dengan selamat meski lahir prematur.
bayi mungil itu memiliki berat yang cukup sekitar dua ribu seratus gram, dan dokter anak yang menanggani pun menyatakan jika bayi itu lahir dengan kondisi sehat.
tapi anehnya bayi itu tak mau menangis meski bernafas, dokter pun berusaha untuk membuat bayi itu menangis.
"dokter bagaimana ini?"
"tolong beritahu ayah bayi ini mungkin kehendak Tuhan, dan kita masih harus menyelamatkan ibunya," kata dokter yang membantu persalinan Sari.
__ADS_1
diluar ruang operasi untuk pertama kalinya juragan Wawan terlihat begitu sedih.
dia tak ingin kehilangan lagi, putranya dan istrinya, terlebih dia sudah susah payah menjaga Keduanya.
"suami ibu Sari," panggil perawat
"iya saya suster," jawab juragan Wawan dengan sangat khawatir.
"ah silahkan masuk pak, dokter ingin mengatakan sesuatu dan ini mengenai kondisi putra bapak,"
dia pun mengenakan pakaian steril, dan masuk kedalam ruang NICU, ternyata bayinya sudah bisa dia lihat sedang di tidurkan di inkubator.
"maaf pak, ini di luar dugaan kami, sepertinya bayi Anda mengalami kondisi yang spesial, karena saat lahir dia tak menangis meski kamu sudah melakukan semua tindakan. dan anda boleh mengadzani putra anda,"
juragan Wawan merasa sedih, dunianya hancur, putra yang begitu dia harapkan, kenapa harus seperti ini.
dengan suara gemetar pria itu mengumandangkan adzan dan Iqamah.
dan seperti keajaiban, tiba-tiba bayi kecil itu menangis dengan cukup keras.
"Allahuakbar!!!" kata juragan Wawan saat mendengar suara bayinya untuk pertama kalinya.
Sari juga sudah di bawa ke ICU untuk penangganan lebih lanjut,karna dia sudah tak dalam situasi kritis.
setelah melihat putranya menangis dia pun merasa begitu senang bukan main.
dan sekarang dia di ajak untuk menemui Sari yang baru sadar, wanita itu masih sangat lemah.
"maaf...."
"tidak, kamu tidak perlu minta maaf, aku berterima kasih telah memberikan aku seorang anak yang begitu kuat seperti mu," kata juragan Wawan.
"dia putra juragan Wawan," kata sari dengan lemah.
"pasti!!" jawab juragan Wawan.
setelah melihat kondisi Sari, juragan Wawan di minta keluar dan meminta bantuan seorang keluarga wanita untuk menemani sari di ruang ICU
dia pun bergegas keluar dan menelpon keluarga pak Wasis, "assalamualaikum mas Wasis,bisa ke rumah sakit ibu dan anak di kota,"
"waalaikum salam,ada apa mas Wawan,kok tiba-tiba? ini sudah jam satu malam loh," kata pria itu.
"Ani mas, sari melahirkan me dadak, dan dia baru saja operasi, kami juga tak tau kenapa bisa ini terjadi, jadi saya mohon mas dan istri bisa datang," kata juragan Wawan.
"baik kami akan ke rumah sakit sekarang."
pak Wasis panik mendengar berita itu, dia langsung menggoyang istrinya uang masih terlelap.
"aduh bapak ini kenapa sih, ibu masih ngantuk," kata Bu Menuk yang memang sangat lelah.
__ADS_1
"Sari sudah melahirkan Bu, dia operasi sesar,dan bayinya ada di inkubator, kita harus kesana karena yang bisa jaga cuma para wanita yang di izinkan masuk ICU," kata pak Wasis.
"kalau begitu ayo cepat, ibu tak mau dia kenapa-kenapa," panik Bu Menuk.
mereka pun berangkat ke rumah sakit dengan secepat mungkin, butuh setidaknya satu jam baru sampai.
juragan Wawan terlihat menunggu di depan ruang ICU, "bagaimana sari dan bayinya," tanya Bu Menuk.
"Alhamdulillah semuanya sehat Bu, cuma bayinya masih di inkubator karena lahir prematur,dan dokter bilang ini terjadi karena gangguan plasenta, dan bayi kami setidaknya harus dua Minggu di inkubator untuk evaluasi agar tak terjadi gangguan yang tak di inginkan," terang juragan Wawan.
"ya Allah, Muhammad ku.. kalau begitu ibu ke tempat sari ya, boleh kan,"
"Monggo Bu," kata juragan Wawan.
Bu Menuk masuk kedalam ICU di bantu salah satu suster agar bisa menemani Sari.
karena dia tau jika putrinya itu saat ini pasti down, dan dia butuh dukungan dari orang-orang terdekatnya.
Bu Menuk langsung memeluk Sari saat itu juga,"Alhamdulillah nduk,kamu baik-baik saja, sudah jangan menangis, ingat suamimu di luar sangat cemas, jika kamu begini terus dia harus bagaimana?"
"iya Bu, Sari memang ceroboh, seharusnya sari mendengarkan ucapan mas Wawan untuk istirahat, tapi Sari malah gak mau diam,"
"sudah tidak apa-apa, yang terpenting kamu dan bayimu itu selamat," Sari mengangguk.
sedang di rumah Tata kaget karena mbaknya itu mendadak melahirkan. pasalnya prediksi hpl masih satu bulan setelah pernikahannya.
tapi sepertinya keponakannya itu tak sabar lagi ingin betemu dan i gin menyaksikan tantenya menikah.
juragan Wawan menghubungi kedua mbak yang membantu di rumahnya untuk membuat brokohan dan dia sebentar lagi akan pulang demi menguburkan plasenta.atau ari-ari bayinya.
diapun menggendong ari-ari itu dengan hati-hati dan dengan di antar oleh pak Wasis mereka pun sampai di rumah.
ternyata keempat orang itu sudah kumpul, mbak Jum sudah meminta suaminya untuk membuat lubang dan pak Paiman membuatkan penerangan di penutup tombol itu nantinya.
juragan sendiri yang membersihkan ari-ari dari putranya itu, dan dia sedikit kaget karena ari-ari yang biasanya utuh tapi kali ini sedikit pecah dan berwarna biru seperti hitam lebam.
setelah bersih, juragan Wawan langsung menaruh ari-ari itu ke sebuah kendi kecil untuk ditanam.
kini giliran sang kakek yang mengumandangkan adzan dan tak lupa dia juga memukul kendi ari-ari itu dengan sapu lidi dan membisikkan kata nasihat sebelum menguburkan.
baru setelah itu mereka pun menutup lubang dan menaburkan bunga, tak lupa juga ada sedikit lampu penerangan selama sak selapan.
"mbak Jum dan mbak Tunah tolong belanja untuk acara brokohan ya, Joko tolong antar kamu bisa mengunakan mobil di garasi, dan ini uangnya," kata juragan Wawan
"inggeh juragan, tapi sebaiknya jika ingin kembali ke rumah sakit, juragan membawa baju ganti dan keperluan Aden kecil,"kata mbak Tunah mengingatkan.
"ah iya," juragan Wawan langsung kedalam rumah dan mengambil dua tas yang sudah di persiapkan dari awal,
satu tas perlengkapan dan kebutuhan bayi mereka, dan yang satu tas perlengkapan dan baju ganti milik Sari.
__ADS_1
kini mereka pun kembali ke rumah sakit untuk menunggui Sari dan Bu Menuk, takutnya mereka membutuhkan sesuatu.