aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
usaha makin besar


__ADS_3

pagi ini Sari sedang malas untuk bangun dari ranjang, bahkan dia menutupi semua tubuhnya dengan selimut.


"sayang kamu ini gimana, ini sudah siang ayo bangun, katanya mau ke rumah orang tua mu?" tanya juragan Wawan menarik Sari.


"tidak jadi, aku tak mau aku hanya ingin tidur di rumah saja, hawa dingin ini enak untuk tidur mas, mas kerja gih,"


"hei nona, kamu mengusir suamimu ini heh," kata juragan Wawan yang menindih tubuh Sari yang masih di dalam selimut


"biarin mas, aku ingin tidur,"kata wanita itu yang tak bisa di ganggu.


akhirnya juragan Wawan memerintahkan salah seorang anak buahnya untuk membawa mobil dan mengantar orang tua Sari untuk belanja barang.


sedang juragan Wawan memilih ke peternakan bebek dan ayam miliknya.


dia melihat bagaimana dengan hasil unggas itu,karena dia sekarang juga merambah ke pembuatan telur asin karena di bawah pengawasan Sari.


setelah menikah dengan Sari, perlahan tapi pasti semua usaha juragan Wawan makin berkembang, jika awalnya hanya menjual begitu saja.


sekarang ada produk olahan juga, seperti pagi ini, setelah menamatkan suaminya pergi.


Sari langsung mencuci muka dan berangkat ke tempat pengolahan ayam dan bebek bumbu dan juga beberapa olahan lainnya.


terlihat ibu-ibu sudah pada sibuk di rumah produksi itu, "assalamualaikum ibu-ibu," sapa sari yang memakai jaket.


"loh mbak Sari sakit," tanya mbak Vivi yang kini bertugas sebagai orang kepercayaan Sari.


"tidak mbak, karena hujan jadi aku males keluar jadi inilah akibatnya," kata sari tertawa.


Sari langsung ikut membantu membumbui semua ayam dan bebek siap goreng itu.


bahkan jali ini mereka dapat pesenan cukup banyak, dan tak hanya itu ada juga telur asin.


"mbak Vivi ini belum ada yang nganter telur asin sampai jam segini?" tanya Sari yang tak melihat tumpukan telur dalam kotak.


"sepertinya panen sedikit telat jadi belum bisa kirim ke kita mbak," jawab Vivi.


"kalau begitu salah satu tolong lihat ke tempat juragan ya, kalau tak ada kalian bisa beli di peternakan lain, ada kan ya di sekitar sini?" tanya Sari yang tak ingin produksinya terganggu.


"tidak perlu, maaf deh kala sedikit telat, ini tadi ada sedikit masalah di kandang," kata juragan Wawan yang datang bersama dengan dua pekerjanya.

__ADS_1


melihat Sari, juragan Wawan ingin mendekat tapi Sari malah menghindar entahlah dia tak ingin berada di dekat suaminya itu.


"hei nyonya kamu kenapa sih, dari tadi pagi aneh," kesal juragan Wawan.


"aku tak tau, tapi aku sedang tak ingin mas mendekatiku," kata Sari yang berlarian.


"kamu kok aneh sih," protes pria itu.


sedang Sari hanya tertawa saja, juragan Wawan seakan ikut muda bersama istrinya itu.


terlebih Sari yang semakin ceria sering mengajak suaminya itu berlarian.


"sudahlah aku sudah mengantarkan telur asin, sekarang aku mau pergi karena harus ke kebun durian dulu," pamit juragan Wawan.


mendengar itu Sari langsung berlari ke arah suaminya, "jika mas pulang telat tidur di luar, karena aku tak ingin di ganggu waktu tidur," busuk Sari yang memeluk suaminya itu


"baik aku mengerti," jawab pria.


tapi juragan Wawan tak jadi pergi ke kebun duren dan memilih untuk melihat kebun salak yang ada di sekitar dekat desa.


terlebih kemarin dia dapat laporan jika ada beberapa pohon yang mati mendadak.


dia pun langsung berdandan secantik mungkin agar juragan Wawan melihatnya.


karena dia yakin jika dia tak akan kalah dari istri kecil juragan Wawan, "bagaimana pun aku harus bisa menggoda juragan Wawan, untuk mendapatkan uangnya," gumam wanita itu.


juragan Wawan berada di tempat itu cukup lama karena harus melihat dan memastikan jika kebun miliknya baik-baik saja.


terlebih beberapa Minggu ini memang banyak sayur dan buah yang gagal panen karena penyakit dan lalat buah.


setelah selesai membersihkan kebun salak, juragan Wawan pun melihat beberapa orang anak buahnya masih duduk di warung depan kebun.


"hei kenapa tidak pulang," tegurnya


"masih mau ngopi juragan, lebih baik anda juga, soalnya bosan di rumah," jawab salah seorang anak buahnya.


"hei apa maksudmu," kata juragan Wawan tak suka.


"mampir dulu atuh juragan, ngopi dulu bareng yang lain," kata Lela memanggil juragan Wawan.

__ADS_1


"ah tidak usah mbak, saya sudah di tunggu istri saya, permisi,"kata juragan Wawan.


"lah arep mandi to Yo, kita ngopi dulu, biar aku yang bayar," ajak pak lurah yang kebetulan juga baru datang.


juragan Wawan pun duduk di teras warung dan ngopi bersama yang lain, dia juga merokok jika seperti ini.


"wes ibu juragan baru ini Joss ya, produk yang di buat kemarin benar-benar laku di jual ya, aku hanya tak sangka akan selaris ini," kata pak lurah.


"itu karena dia mengunakan media sosial, jati itu normal dong pak lurah, jadi seharusnya kalian tau jika yang di ajarkan istriku itu bermanfaat untuk semua orang," kata juragan Wawan.


"iya itu menang benar, mbak lelah, mana ini gorengannya, masak kopi gak ada gorengannya," kata pak lurah.


"ini pak lurah dan juragan, Monggo..."


wanita itu sengaja menunduk agar juragan Wawan bisa melihat belahan dadanya.


tapi juragan Wawan tak peduli, toh dia juga punya istri yang sangat menjaga tubuhnya dan tidak memamerkannya begitu saja.


"matamu itu lihat apa, sampai netes gitu air liur mu," tegur juragan Wawan.


"habis liga Kela secantik ini, kamu gak kepingin tha?"


"kebetulan tidak, orang di rumah aku punya istri yang jauh lebih bahenol, sudah aku pulang dulu, soalnya nanti malam ada acara," kata juragan Wawan yang pamit pergi.


Sari sudah menyiapkan beberapa makanan yang nantinya akan


di bawa sebagai buah tangan untuk besannya itu.


dia baru sampai di rumah saat melihat motor Sari yang juga ada di rumah.


ternyata mbok Jum mau berpamitan pulang, "sudah mau pulang mbok? apa Yuni sudah pulang?"


"iya juragan, neng Yuni belum, hanya ada ibu saja di dalam, kalau begitu permisi ya," pamit wanita itu


juragan Wawan masuk dan langsung memeluk tubuh Sari, "aduh-aduh pulang-pulang gak ucap salam, malah nemplok seperti ini,"


"memang kenapa sih sayang, orang aku manja pada istriku sendiri ini," kata juragan Wawan.


"iya deh, sudah ayo lekas mandi setelah magrib kita ke rumah calon besan, inget kemarin mas udah janji," kata Sari.

__ADS_1


"iya aku mengerti," jawab pria itu yang langsung mengendong istrinya itu.


__ADS_2