
ibu Farid dan Farid nya sediri kaget mendengar ucapan dari juragan Wawan yang ternyata masih sangat peduli pada Yuni.
mereka tak menyangka jika pria yang selama ini terlihat cuek dan tak peduli bisa bicara seperti itu.
sedang Sari yang mendengar suara keras suaminya pun tau jika pria itu benar-benar marah saat ini.
"anda tadi bilang apa, Yuni menjual semua harta yang saya berikan saat dia belum menikah dengan Farid, dan dia menjualnya tanpa membicarakan pada Farid kemudian berfoya-foya dengan uang itu, begitukan? memang apa salahnya, toh itu harta miliknya jadi bebas Yuni mau apa, mau di bakar, di robohkan atau di biarkan saja, memang kenapa harus izin pada Farid yang bahkan belum bisa memberikan Yuni apapun," kata juragan Wawan.
"apa besan, kenapa anda bilang begitu, dulu kalian begitu baik kenapa sekarang kalian bisa sejahat ini pada kami," kata ibu Farid.
"jahat, apa yang anda bilang, jika bukan karena kalian yang gila itu bayi Yuni tak akan meninggal, dan bagaimana bisa kalian hanya menyalahkan Yuni untuk itu, jangan di pikir hanya karena aku dan suamiku tak pernah berkunjung ke sana, aku tak tau apapun,siapa yang membuat Yuni harus minum semua hal aneh itu, dan siapa yang melarang Yuni makan karena terus menakuti jika kamu gemuk Farid akan meninggalkan mu, bahkan Farid tak pernah pulang saat Yuni baru melahirkan dan meninggalkan dia seorang diri, dan kalian pikir aku tak tau hah!!" marah Sari dari dalam ruang tengah.
Yuni kaget mendengarnya, bagaimana bisa Sari tau semuanya, perbuatan dari kedua orang itu padanya.
"apa maksudmu ibu mertua," tanya Farid tak terima.
"aku meminta dua istri dari pegawai suamiku untuk mengawasi Yuni,dan juga dua pembantu yang bekerja di rumah Yuni adalah orang ku, jadi aku tau semuanya, kau pikir hanya karena ayahnya tak pernah menelpon Yuni dan mengunjunginya, kami akan lepas tangan, jawabannya tidak, kami tetap mengawasi semua kegiatannya, dan kamu sebagai suami lebih memilih berjudi di tempat janda penjaga warung di ujung desa itu dari pada menemani istrimu yang baru saja melahirkan, apa aku salah Farid," kata Sari yang tersenyum.
Yuni kini mengerti, kenapa mbak Vivi dan mbak Wati sering datang ke rumahnya dan kadang hanya sekedar ngerumpi.
dan mbok ji yang bekerja di rumahnya itu juga sangat baik padanya, dan sering membuatkan apapun yang Yuni inginkan saat ngidam.
"mama..."
"sayang tenanglah, ingat kondisimu, kami sudah tau Semuanya Farid, bagaimana bisa putra kalian bisa mengalami infeksi saluran pernafasan, dan juga bagaimana perlakuan mu pada Yuni, jadi sekarang aku akan menyerahkan pada Yuni mau seperti apa, dan untuk harta Yuni,itu haknya dan kamu tak berhak mengaturnya," kata juragan Wawan.
"jadi kalian membuang ku begitu saja, dasar keluarga setan," kata Farid yang masih tak terima.
"kenapa kamu tak mau meninggalkan aku karena kamu takut bukan, untuk mengembalikan rumah yang di tinggali oleh selingkuhan mu, karena itu rumah yang kamu beli dari uang ku, dari kamu menjual sawah milik ku bukan," kata Yuni yang akhirnya mengungkapkan semuanya.
__ADS_1
"Farid!!!" teriak juragan Wawan marah mengebrak meja.
dia bahkan langsung memukul menantunya itu karena begitu buruk memperlakukan Yuni.
melihat hal itu, Yuni dan Sari buru-buru melerai mereka,"ya Allah mas tenanglah,"
"tidak aku merasa buruk karena tidak bisa melihat pria brengsek ini dan menyerahkan putriku begitu saja," marah juragan Wawan.
"sudah ayah, sekarang mungkin mas Nanang sudah membereskan wanita itu dan membuangnya jauh," kata Yuni.
Farid kaget mendengarnya, "tidak mungkin, dasar pria sialan itu," kata pria itu yang langsung lari meninggalkan rumah juragan Wawan.
sedang ibu Farid juga ikut pergi, dia tak mengira jika mendatangi rumah juragan Wawan tak membawakan hasil.
Yuni kini hanya bisa menangis melihat rumah tangganya yang hancur meski belum satu tahun berjalan.
Sari memeluk Yuni, "sudah jangan menangis pria seperti itu tak pantas untuk kamu tangisi," kata Sari.
"maafkan ayah Yuni, seharusnya ayah terus menjagamu, hanya karena kebenaran itu terungkap ayah menjauh, tapi sebenarnya ayah tak bisa melepaskan pengawasan dari kalian," kata juragan Wawan.
"itu bukan salah ayah, Yuni tau rasa kecewa itu di hianati terus menerus bahkan di buat membesarkan anak yang tak tau anak siapa," kata Yuni.
"sudahlah mas, sebaiknya kita kumpul dan duduk bersama, bagaimana pun semua hanya masalalu, Yuni dan mas Nanang tetap anak-anak mas yang kamu besarkan selama ini, dan kita hanya bisa melupakannya dan maju bersama untuk menjalani hidup yang lebih baik," kata Sari.
"aku belum bisa berhadapan dengan Nanang," kata juragan Wawan.
"jangan melihat mas Nanang sebagai mantan suamiku, lihatlah dia sebagai putra kebanggaan mas dulu, bagaimana dulu mas memujinya dan membelanya meski pria itu salah," kata Sari.
"baiklah aku akan mencoba memikirkannya," kata juragan Wawan.
__ADS_1
Yuni merasa sedih dan senang, kini keluarganya yang berantakan mungkin bisa bersama, berkat Sari.
Farid sampai di sebuah rumah yang terbilang cukup sederhana, dan terlihat semua orang sedang berkerumun disana.
"minggir!!" teriak pria itu memecah kumpulan orang itu.
ternyata dia kaget apa yang di lakukan oleh Nanang, pria itu menyuruh semua anak buah premannya untuk membuang semua barang kekasih gelapnya itu.
"lihatlah, suamimu bodoh mu itu sudah datang, kamu bilang kalian sudah menikah siri kan, sekarang minta dia untuk menghidupi mu, dasar wanita murahan," kata Nanang.
"tutup mulut mu Nanang!!"
"hei siapa dirimu berani membentak diriku, aku berhak mengambil milik adikku, kamu memberikan rumah, uang yang kamu ambil dari adikku untuk menghidupi wanita mu itu bukan, jadi sebentar lagi ku buat kamu mengembalikan semuanya, ingat jika ini uang milik Yuni, bukan milik mu," kata Nanang yang dengan santai merokok.
"tidak itu bohong kan mas, kamu bilang kamu sudah menguasai harta wanita itu," kata wanita idaman lain dari Farid.
"apa, kamu mengigau ya, bagaimana bisa dia memiliki harta dari Yuni saat semua sertifikat ada di tangan pengacara juragan Wawan, jadi jangan mengatakan omong kosong," kata Nanang.
semua orang tak mengira jika Yuni kini mengalami hal yang begitu buruk dari Suaminya.
"jadi sekarang kalian bertiga pergi dari sini," usir Nanang.
Farid pun mengajak kekasihnya itu dan ibunya pergi dari tempat itu, tapi saat akan naik kedalam mobil.
Nanang berteriak, "hei jangan gunakan mobil itu, itu mobil pemberian ayah untuk Yuni, bukankah kamu mengunakan motor butut,jadi lebih baik kalian pulang jalan kaki, itu lebih sehat bukan," kata Nanang yang memberi kode pada anak buahnya untuk merampas kunci mobil.
mendapatkan perlakuan seperti itu membuat Farid marah dan merasa sangat di permalukan.
"owalah.... berarti selama ini dia itu kaya cuma pamer harta istrinya yang di berikan juragan Wawan, orang miskin saja sok kaya," kata salah satu warga.
__ADS_1
Farid pun merasa malu, dan dia tak mengira sepak terjangnya akan berakhir saat dia akan segera menjadi orang kaya sudah terlihat di di depan mata, tapi kini semua sudah ketahuan dan berakhir.