aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
duduk bersama lagi


__ADS_3

yuni menghubungi Nanang setelah lebih baik, "halo Yuni, ada apa kamu menghubungi ku, semua sudah beres, pria itu sudah jadi gembel sekarang," kata Nanang tanpa tau siapa yang menelpon.


"ini ayah Nanang, datang ke rumah sekarang, jika tidak ingin orang ku menyeret mu datang," kata juragan Wawan yang langsung mematikan telponnya.


Nanang pun melihat ponselnya dan merasa heran setelah mendengar ucapan ayahnya, "dasar pria tua ini tak berubah,"


tanpa sadar senyum mengembang dari bibir Nanang saat mendengar suara juragan Wawan.


sedang Sari menatap tajam kearah suaminya itu, "itu yang mas bilang untuk memintanya secara baik-baik?"


"sudahlah sayang, yang terpenting aku sudah memintanya datang," jawab juragan Wawan.


benar saja tak lama Nanang datang dengan Azila dan putranya, bocah kecil itu bernama Randi.


Azila juga terlihat sangat cantik dengan jilbab yang di kenakan, sam sari kini tersenyum dan langsung menyambut kedua orang itu bersama dengan juragan Wawan.


"lihatlah Randi, itu kakek dan nenek mu," kata Nanang pada putranya itu.


"tak ku kira akhirnya kamu bisa menerimanya," kata juragan Wawan dengan nada suara serius.


Sari tersenyum melihat mereka datang, "maafkan perlakuan ku selama ini ya Sari, aku juga sudah tau jadi dirimu itu tak mudah, terutama saat harus menghadapi Nanang, dan itulah kenapa dulu Adelia bersikeras membantu mu lepas, tapi beruntung aku bisa bertahan dengannya," kata Azila dengan suara yang rendah karena malu.


"sudahlah itu masa lalu, mungkin aku saja yang memang bukan jodohnya, jadi aku memilih untuk pergi, dan semoga pernikahan kalian tetap langgeng dan sakinah, mawadah warahmah," kata Sari.


"terima kasih," jawab Azila yang sudah berpelukan dengan Sari.


Nanang menurunkan putranya itu, tanpa di duga juragan Wawan memeluknya dengan erat.


"maafkan ayah yang selama ini sangat keras padamu, dan mungkin semua juga salah ku karena aku yang bersikap terlalu tegas," kata juragan Wawan.


"tidak ayah, aku yang juga tak tau diri, padahal ayah begitu menyayangiku dan Yuni, seharusnya aku berterima kasih telah menjadi ayah yang begitu hebat dalam membesarkan kami," kata Nanang yang sangat merindukan pelukan dari sosok ayahnya itu.


"baiklah Nanang, tapi ayah harap kamu tak melakukan pekerjaan yang salah, karena Japar sudah mengawasi mu," kata juragan Wawan.


"ah pria itu, dia sudah tau ayah, karena aku sudah menjelaskannya kemarin saat dia hampir membunuhku karena salah paham," kata Nanang.

__ADS_1


Yuni dan Sari kaget, "apa dia sekasar itu ayah?" tanya Yuni.


juragan Wawan hanya tersenyum saja, karena tak pantas baginya mengatakan masa lalu seseorang.


"sudah sekarang ayo masuk kedalam rumah, kita ngobrol, dan Randi mau ketemu om kecil?" tanya juragan Wawan.


"jadi anak ayah sudah lahir, memang ayah tak malu?" kata Nanang meledek ayahnya.


"kenapa harus malu, orang aku masih muda, lagi pula aku juga masih kuat kok," kata juragan Wawan dengan sombong.


Sari mengambil Putranya yang terlihat begitu tampan dan gemuk, Azila tak mengira akan melihat Sari yang sangat bahagia sekarang.


Yuni hanya melihat saja, "sekarang baby Satria ikut kakak Yuni dulu ya," kata Sari.


tapi Yuni mengeleng pelan, "kenapa, apa kamu tak mau mengendong adik mu?" tanya Sari.


"bukan, aku hanya takut jika dia akan terluka seperti anakku," kata Yuni takut.


"sudah gendong saja, kami yakin jika kamu tak akan mencelakai satria bukan," kata juragan Wawan yang berdiri berdampingan dengan Nanang.


"hei baby... kenapa mukanya persis ayah,"kata Yuni yang memancing tawa.


sore itu mereka berkumpul dengan keluarga yang kini sudah membaik, dan mereka juga membereskan semua hal selama ini menjadi masalah.


sedang di sebuah panti jompo, Bu Wiwit sedang di ikat karena terus melukai petugas yang berjaga di tempat itu.


wanita itu semakin lama semakin berulah, karena kegilaannya yang tak bisa di obati lagi.


dia terus berontak meski sudah berada di kamar sendiri, "Nanang dasar anak sialan, bagaimana bisa kamu membuat ibumu ini masuk ke tempat menjijikkan ini!!"


"hei tenang jangan membuat kami marah, dan tak memberimu makan, meski kamu berteriak disini, putra mu tak akan dengar," kata penjaga panti jompo itu


"lepaskan aku bodoh, atau aku akan membuat mu menyesal," kata Bu Wiwik yang terus berteriak-teriak tak jelas.


tapi para petugas pun tak mempedulikannya, dan besok wanita itu akan di pindahkan ke rumah sakit jiwa.

__ADS_1


pasalnya itu sudah kesepakatan dengan anak wanita itu jika pihak panti bisa memindahkan jika wanita itu sudah sangat menganggu penghuni yang lain.


malam hari setelah Yuni dan Nanang pulang, Sari dan juragan Wawan baru bisa datang ke tempat resepsi dari Tata.


dan malam ini lagi-lagi satria di jaga oleh dua orang yang membantu di rumah,


bahkan malam ini juragan Wawan menambah pengamanan karena tau jika pasti akan ada yang bergerak untuk melakukan sesuatu.


sedang Nanang menaruh dua penjaga di rumah Yuni untuk melindungi adiknya itu.


juragan Wawan langsung bergabung menyalami semua tamu, dan Sari juga melakukan hal yang sama.


bahkan banyak yang tak menyangka karena juragan Wawan makin terlihat muda setelah menikah dengan Sari.


di rumah Farid, pria itu berada begitu buruk, tiba-tiba adik dari Farid pulang dengan menangis.


"kamu kenapa dek?"


"kamu tanya kenapa, kamu yang kenapa bodoh hingga membuat Yuni dan seluruh keluarganya marah, kamu tidak buta dan tuli bukan, kamu telah menyinggung orang yang paling berkuasa di desa ini tau!!"marah gadis itu.


"tapi apa memang imbasnya padamu, itu kesalahan ku?"kata Farid yang merasa tak ada hubungan dengan adiknya seharusnya.


"kamu bodoh, aku akan di ceraikan oleh suamiku karena dia tak ingin nama baiknya di depan juragan Wawan ternoda karena memiliki istri adik dari menantu busuknya!!" teriak adik perempuan Farid.


Farid tak mengira jika semua akan berimbas seperti ini, terlebih adiknya itu tak salah apapun, tapi kenapa dia ikut jadi korban.


dia pun merasa frustasi, karena penagih utang itu juga terus menerornya.


dia pun marah dan membalikkan meja ruang tamu di rumahnya, "Farid kamu jangan gila, kamu tak bisa merubah segalanya hanya dengan marah disini," kata ibunya.


"awas kalian semua!!!" teriaknya tak terima.


sedang wanita simpanan Farid tadi sudah di antar pergi ke rumah lamanya.


karena ibu Farid malu dan tak mau menerima wanita itu, yang ternyata seorang wanita panggilan yang cukup terkenal.

__ADS_1


Farid tak boleh seperti ini,dia harus membuat ketiga orang itu merasakan balasan yang pantas darinya.


__ADS_2