
Sari dan juragan Wawan sudah berangkat ke rumah besannya, mereka di sambut dengan baik disana.
terlihat ibu satu Farid juga menyiapkan beberapa camilan padahal dia hanya datang bersama sari istrinya.
"kenapa harus repot menyiapkan seperti ini segala Bu, kamu gabya datang berdua saja Lo padahal," kata juragan Wawan.
"anda juga sangat repot juragan sampai membawa oleh-oleh untuk kami, kita ini sudah jadi saudara jadi tak perlu sampai seperti ini," kata ibu Farid.
"iya Bu," jawab pria itu.
"jadi kita langsung ke inti masalah ini saja, kemarin Farid bilang jika dia ingin meminta Yuni segera bisa dia nikahi karena dia ingin bisa bebas membawa istrinya itu kemana pun, dan untuk biaya kuliah dia juga sanggup menanggung semuanya, jadi bagaimana menurut pak besan, karena kebetulan tanggal dua bulan depan itu adalah hari baik, jadi bagaimana apa bisa bapak setuju?"
"jika saya menyetujuinya, bagaimana dengan persiapannya, tak mungkin bisa secepat itu," kata juragan Wawan bingung.
"sebenarnya kalau usulan dari saudara saya, lebih baik pernikahan di lakukan di tempat kami karena anda berdua baru saja menikah, jadi mencegah supaya tak terjadi hal yang tak di inginkan," kata ibu Farid.
"baiklah saya akan menyumbang saja kalau begitu, tapi saya harus bertanya dulu pada putri saya," jawab juragan Wawan.
"saya setuju ayah, toh tak baik terus menunda pernikahan, dan untuk masalah pernikahan yang jadi satu aku setuju," jawab Yuni.
juragan Wawan pun mengiyakan saja karena ini keputusan Yuni. "baiklah jika itu keinginan mu, ayah akan turuti," jawab pria itu.
"tapi Yuni, bagaimana pun ayah mu mungkin ingin mengadakan pesta yang terbaik untuk mu, jadi apa kita tak bisa membicarakan lagi ini?" tanya Sari.
"sudah tak apa-apa, kemarin tunangan sudah pesta besar, jadi pernikahan ini cukup sederhana saja, yang penting aku bisa melihat putriku bahagia," kata juragan Wawan.
"terima kasih ayah sudah setuju," jawab Yuni.
akhirnya mereka pun pulang tapi Yuni tetap tinggal untuk membahas Semuanya.
__ADS_1
sesampainya di rumah, juragan Wawan nampak sangat sedih, "mas,kalau begitu bukankah kita seharusnya mulai pindah," kata Sari.
"ya kamu benar, pernikahan mereka sudah kurang dari tiga Minggu," kata juragan Wawan.
akhirnya mereka pun memilih duduk berdua di ruang keluarga sambil menikmati menonton tv.
tapi pikiran mereka sudah tak ada di sana dan sudah berkelana kemana pun
sebenarnya Yuni juga tak ingin ini terjadi, tapi kata dari paklek dari Farid jika juragan Wawan memilih mantu sendiri.
takutnya akan ada bencana yang menimpa mereka, mulai dari sakit atau bahkan kematian.
itulah kenapa Yuni memilih mengikuti keinginan dari paklek calon suaminya.
"mas ayo tidur, sudah jam sembilan," ajak Sari.
beruntung Farid mengantarkan gadis itu pulang ke rumah dengan selamat.
"maaf ayah, tadi kami harus bertemu dengan bagian dekorasi pesta dan tim sound sistem," kata Farid
"baiklah tak masalah, nanti jika butuh apa-apa kamu bilang, karena ayah akan membantu sebisa ayah dan ingin menjadikan pesta pernikahan ini menjadi yang terbaik untuk putriku," kata juragan Wawan.
"siap ayah, kalau begitu saya pamit ya," kata Farid.
Yuni pun memeluk juragan Wawan, "maaf... seharusnya kami lebih sabar, tapi kami tak ingin ayah yang akan dapat bama buruk karena kami terus kemana-mana berdua," lirih Yuni.
"iya nak, ayah paham, jadi kamu harus bahagia," kata juragan Wawan.
Yuni pun sudah mandi dan bersiap tidur,setelah memastikan putrinya itu tidur.
__ADS_1
juragan Wawan pun menghela nafas panjang, seharusnya dia lebih sabar sebelum menikahi Sari dulu, mungkin tak akan jadi seperti ini.
"apa mas merasa menyesal menikahi ku?" tanya Sari yang bisa membaca pikiran suaminya.
"bukan begitu, seandainya aku lebih sabar menunggu sampai Yuni menikah, itu saja," jawab juragan Wawan.
"ya seharusnya kita lebih sabar, mungkin tak akan jadi seperti ini, kalau sudah puas berpikirnya, mas tidur ya," kata Sari yang memilih masuk kamar.
hingga mereka pun larut dalam pikiran masing-masing, dan tanpa terasa hari terus berganti.
persiapan pesta pernikahan sangat lancar karena juragan Wawan ikut membantu.
tapi semua Irang mulai bergunjing terlebih pernikahan di lakuin di rumah Farid.
dan Sari tak tau gosip dari mana, hingga saat ini dia adalah sudut yang paling terluka atas tersebarnya gosip itu.
"mbak Sari apa bener, mbak yang tak ingin juragan Wawan mengadakan pesta pernikahan untuk mbak Yuni, hingga harus memindahkan pesta itu ke rumah calon pengantin pria, padahal saya kira mbak Sari itu orang baik loh," kata mbak Vivi.
"mbak Vivi kenapa bisa percaya hal seperti itu, mbak kenal aku dari lama, aku tak bisa membungkam mulut setiap orang dan aku punya batas kesabaran untuk menjawab itu semua, jika memang aku tak menyukai pernikahan Yuni putri sambung ku, aku tak akan membiarkan suamiku mengelontorkan uang yang begitu besar, belum lagi aku juga akan menyumbang catering selama tiga hari, hanya karena kami baru menikah dan mbak tau sendiri adat kita sangat merepotkan dan Yuni serta Farid ingin mempercepat pernikahan, jadi ini jalan satu-satunya, kenapa kalian semua tak mau berpikir dari sudut itu, hanya mengatakan apa yang di inginkan, saya lelah mbak, karena terus di anggap sebagai penyebab semuanya," kata sari yang menjelaskan.
bahkan penjelasan kali ini membuat membuat semua orang terdiam, dan tak ada yang berani bicara.
Sari pun hanya bisa menghela nafas panjang dan memilih untuk berada di dalam mengemas setiap pesanan yang masuk.
Yuni tak mengira jika Sari adalah orang yang akan jadi kambing hitam dari pilihan ini.
semua orang menyalahkannya karena dia adalah ibu tiri yang bahkan seusia Yuni.
"seharusnya aku lebih sabar untuk menunggu silih tahun, tapi aku tak bisa menunggu sampai kandungan ku besar dan semua orang akan curiga jika aku dan mas Farid sudah kebablasan," batin Yuni sedih.
__ADS_1