aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
kamu datang untukku


__ADS_3

Sari membawa pulang satu kardus di belakang dan besok dia akan membereskan rumah Adelia yang mungkin akan sangat berdebu.


terlebih sudah satu Minggu dia tak mengunjunginya, tapi ternyata rencana tinggal rencana.


karena dia terlalu sibuk untuk kesana, karena tokonya sedang sangat laris dan berkembang pesat.


tapi pagi ini Sari sedang duduk di depan meja rias dan melihat kardus milik Adelia.


"ah akhirnya aku lupa jika aku harus mengembalikan itu je rumah kak Adelia, sepertinya aku bawa saja sekalian senam," gumamnya mengambil kotak kardus yang hampir berdebu itu.


"ibu, Sari pamit ke tempat senam dulu ya," pamit Sari mencium tangan Bu Menuk.


"iya nduk, tapi kamu bawa apa?" tanya Bu Menuk heran membawa kardus.


"ah ini barang milik mbak Adelia, aku lupa saat ingin mengembalikannya pada ayah,jadi mungkin aku akan kesana," kata Sari.


"kamu ini terlalu baik ya sari, masak sudah di sakiti keluarga itu," kata seorang ibu.


"yang jahat itu bukan mereka Bu, lagi pula ayah Wawan sangat baik pada ku dan keluarga ini, jadi kami tak mungkin membencinya," kata sari yang tersenyum.


Sari pun pamit pergi, "aduh Bu Menuk, itu anaknya setelah bercerai makin cantik,apa tak ingin menikahkan sari lagi, pasti banyak yang mau terlebih orang kaya pastinya," kata seorang ibu.


"tidak dulu Bu, karena melupakan apa yang menjadi masa lalunya mungkin akan sulit, jadi mau sari menikah atau tidak, itu pilihan dia Bu, kami tak berhak memaksa, setelah apa yang terjadi pada kehidupannya," kata Bu Menuk.


"ibu benar, siapa yang tak akan trauma jika harus menghadapi apa yang pernah di lewati sari, pria itu terlihat baik tapi nyatanya dia begitu busuk," saut ibu RT.


Sari sampai di tempat senam, ternyata Yuni juga sudah datang, "tumben kok duluan, biasanya datang mepet?"


"ah iya, aku sedang tak ada kegiatan kampus, dan ayah sudah berangkat kerja, jadi aku memilih duluan kesini untuk melakukan kardio, oh ya lekas ganti baju karena kita harus mulai senam," kata Yuni.


"baiklah," jawab Sari yang hanya tinggal melepaskan kemejanya saja.


Yuni dan Sari memang sempat bertengkar karena perpisahan sari dan Nanang, tapi setelah semua yang terjadi, mereka kini kembali bersama.


terlebih Yuni juga sudah move on dan memiliki seorang kekasih yang menerima dirinya dan keluarganya yang sedang berantakan.

__ADS_1


terlebih juragan Wawan juga sudah setuju dengan hubungan Yuni dan kekasihnya yang bernama Farid.


"jadi bagaimana ini calon ibu kepala dusun, wah... aku tak mengira jika akhirnya sahabatku ini akan menikahi seorang kasun loh," kata Sari memeluk Yuni.


"ha-ha-ha kamu berlebihan, tapi ya aku merasa beruntung bertemu mas Farid, bahkan pria itu bisa meyakinkan ayah yang seperti tak percaya pada pria manapun saat memintaku," kata Yuni tersenyum.


"baiklah, semoga kamu bahagia di dalam pernikahan mu, semoga kalian juga hidup langgeng selamanya ya,"


"amiin ya, ayo kita masuk jelas," kata Yuni.


mereka berdua pun mulai mengikuti senam untuk kebugaran, bahkan sari dan Yuni terus tertawa.


setelah melakukan senam bersama, mereka memilih belanja di sebuah minimarket berdua.


"jadi sekarang mantan adik iparku, kamu ingin di ajari membuat kue apa?" tanya Sari yang juga penasaran.


pasalnya semua yang mereka ambil itu adalah bahan untuk membuat kue.


"sebenarnya mas Farid hari ini ulang tahun,jadi aku ingin memberikan sedikit suprise untuknya, tapi kan kamu tau aku tidak bisa membuat kue, jadi maukah kamu mengajariku?" tanya Yuni memeluk Sari.


"baiklah semua bahan sudah, sekarang ayo kita buat kue itu," kata Yuni yang mengajak sari pulang.


sesampainya di rumah juragan Wawan, Sari seakan kembali ingat Bagaimana dia yang baru datang pertama kali kerumah itu sebagai menantu.


tapi semua berbeda sekarang, semuanya sudah diatur ulang bahkan rumah di cat juga.


"siapa yang menata rumah? apa ini kamu?" tanya Sari yang melihat rumah ini memiliki aura yang berbeda.


"ah ini semua ayah yang mengaturnya, ayah bilang jika kita butuh suasana baru, itulah kenapa semua di tata ulang," jawab Yuni


"ah tapi ini bagus, semuanya jadi terlihat bersih dan luas, dan adem juga," jawab Sari.


mereka pun membuat kue, Yuni benar-benar belajar segalanya dari temannya itu.


bahkan tak hanya kue berukuran besar, mereka juga membuat kue berukuran kecil beberapa.

__ADS_1


setelah selesai, sari sempat numpang mandi karena tubuhnya yang lengket dan kotor, setelah itu dia mengunakan baju kemeja yang di padukan dengan rok yang panjangnya di bawah lutut.


"aduh cantiknya, kamu seperti orang kota kalau pakai baju begini," puji Yuni.


"ah bisa saja, kalau begitu aku pamit ya, karena aku harus pergi ke suatu tempat karena ada masalah."


"baiklah sahabatku, terima kasih kamu mau ku repot kan seperti ini," kata Yuni memeluknya.


mereka pun berpisah, Yuni mengantar temannya sampai di depan rumah, dia baru masuk rumah setelah mobil Sari pergi meninggalkan wanita itu sendiri.


di tempat lain seorang pria sedang meringkuk di atas ranjang, dan memandangi foto yang baru dia temukan di lemari.


dia pun mencium foto itu, ternyata Adelia menyembunyikan semuanya karena tak ingin merusak rumah tangganya.


karena jika Adelia mengatakan pada juragan Wawan jika dia punya anak, pasti pria itu akan menceraikan istrinya dan memilih dirinya untuk hidup bersama.


tapi Adelia tak ingin itu terjadi, sampai Yuni menikah dan bahagia, jadi dia memutuskan untuk menyembunyikannya.


jadi sekarang juragan Wawan hanya bisa meratapi semuanya, "ya tuhan... seharusnya aku sadar saat dia bilang ingin pergi liburan dan merawat orang tuanya selama lima bulan," gumam juragan Wawan.


saat tengah dalam kesedihannya, juragan Wawan mendengar suara pintu kamar terbuka.


dia langsung bangun dan melihat Adelia di depan pintu kamar dan dia langsung saja berlari.


"apa kamu mabuk?" tanya wanita itu.


"aku hanya bisa melakukan ini untuk bisa melihatmu, dan lihatlah setelah sebulan aku bisa melihatmu sangat nyata," kata juragan Wawan yang langsung menarik dan melemparkannya ke ranjang.


"apa yang akan kamu lakukan, tolong hentikan, hei... kamu mabuk..." kata wanita itu berontak.


tapi juragan Wawan tak menggubris Adelia, dan langsung menikmati waktu mereka.


bahkan pria itu sangat lembut saat berhubungan suami istri,meski Adelia yang ada di matanya itu beberapa kali menolaknya.


tapi akhirnya mereka pun melakukannya hingga beberapa kali, "sekarang kita harus memiliki anak lagi.

__ADS_1


__ADS_2