
mbak Jum dan mbak Tunah sedang memasak untuk brokohan, dan setelah selesai mereka pun mengundang semua tetangga di sekitar rumah.
"wah ini ada apa kok ada undangan lagi?" tanya Bu Wiwik dengan nada menyindir.
"bukan apa-apa kok Bu, ini hanya undangan brokohan untuk bayi juragan yang lahir semalam," jawab mbak Jum.
"loh katanya masih tujuh bulan, kok udah lahir, jangan-jangan bobol duluan ya, kan Sari itu wanita yang gatal," kata Bu Wiwin dengan nada pedas.
"aduh ibu Wiwik ini kalau mau menghina mbok ya lihat-lihat dulu, anak ibu juga hamil duluan bahkan baru dua bulan menikah malah sudah lahiran, ini ibu juragan harus melahirkan secara prematur karena ada masalah kesehatan, memang semua orang itu kayak keluarga ibuk," kata mbak Tunah yang membungkam wanita itu.
"alah kalau hamil dulu saja tak usah malu, sekarang siapa sih yang tau kalau mereka selingkuh saat masih jadi mertua dan menantu," kata Bu Wiwik tak ingin kalah.
"aduh ternyata yang buta dan bodoh itu anda yak, semua orang juga tau siapa yang selingkuh,jadi jangan membuat saya mengatakan keburukan anda, dan sekarang kita berada di sini untuk mendoakan anak juragan Wawan," kata mbak Tunah.
"alah kamu pembantu saja sombong," sakit wanita itu sambil mencep ke arah mbak Tunah.
"Bu Wiwin bisa diam atau aku perlu bilang pada juragan untuk membuat suamimu tak di terima bekerja lagi," ancam mbak Jum.
wanita itu pun berhasil si bungkam dengan begitu, pasalnya dari tadi wanita itu begitu menyebalkan.
akhirnya acara pun di mulai di pimpin ketua yasinan di desa acara berjalan lancar, dan ada beberapa berkat uang di bagikan pada janda tua dan anak yatim juga sekitar rumah.
siang itu juragan Wawan bisa mengenggam tangan dari istrinya itu, pasalnya Sari sudah di pindahkan ke ruang rawat.
dia pun tak bisa menyusui bayinya karena bayi mereka masih berada di ruang steril.
juragan Wawan melihat Sari dengan tatapan penuh cinta, "ada apa mas, kenapa melihat ku seperti itu?"
"aku hanya mau pintar kita saja, tak mau ada yang lain, karena aku takut, aku sangat takut kamu meninggalkan aku sendirian, jika itu terjadi apa yang akan terjadi padaku," kata juragan Wawan dengan terisak.
"aduh juragan Wawan,kenapa menangis seperti itu, tenang aku tak akan selemah itu, jadi tolong jangan seperti ini ya sayang," kata Sari memohon.
"bagaimana bisa, aku bisa gila juga jika harus kehilangan lagi," mohon juragan Wawan.
"iya mas iya.." kawan Sari tersenyum manis.
__ADS_1
juragan Wawan terus mengusap pelan wajah istrinya itu, seseorang mengetuk pintu kamar.
"assalamualaikum... apa aku menganggu kalian?" tanya seorang pria dengan sopan.
"waalaikum salam, tentu saja tidak Monggo silahkan masuk juragan tahu mas Japar, ya Allah tak ku sangka kalian akan datang," kata juragan Wawan menyapa keduanya.
"halo Sari, bagaimana rasanya jadi ibu?" tanya Dian.
"sakit, tapi aku bersyukur meski putra kami lahir belum waktunya, tapi dia sangat sehat," kata sari.
"Alhamdulillah, siapa yang bilang jika melahirkan anak tidak dengan ngeden belum jadi ibu, itu wanita aneh,dia gak tau saja rasanya melahirkan operasi sesar, rasa sakitnya bahkan mungkin terasa terus menerus," kata Dian dengan wajah kesal.
Sari sedikit terkekeh melihat temannya itu, pasalnya Dian melahirkan normal tapi kenapa ikut kesal sendiri.
"hei kamu itu lahiran normal loh dek," tegur Japar pada istrinya.
"aku tau kok, dan Gimbul ku, ya tuhan lahir tiga kilo untung gak di jahit, jadi kamu harus sehat dan berikan ASI yang berkualitas dan jangan stres, lihat suamimu itu bahagia jadi ibu juragan gak boleh sedih ya, oh ya aku bawa sedikit vitamin untuk melancarkan ASI,"
"aduh terima kasih ya Dian, si kecil gak di ajak?" tanya Sari.
"sepertinya kalian harus menambah momongan untuk di rumah deh," kata juragan Wawan.
"sudah mas, aku gak sanggup, kehilangan yang pertama membuatku trauma, terlebih saat Dian melahirkan aku seperti mau mati melihat perjuangannya," kata Japar yang gemetar.
Dian pun tak mengira jika suaminya itu begitu mencintainya, sari tak mengira jika dia dan Dian akan memiliki nasib yang hampir mirip, bahagia di pernikahan kedua.
dan mereka berdua memiliki kisah mirip, di cerai karena perselingkuhan dengan alasan tak bisa memiliki anak.
"dek kamu sama Dian dulu ya. ngobrolnya, aku mau ajak juragan tahu ini membicarakan bisnis," kata juragan Wawan.
"siap mas," jawab Sari.
"bagaimana mas, apa yang akan kamu lakukan, Nanang benar-benar merajalela membuat banyak orang menjadi terlilit hutang dan kehilangan harta bendanya," kata Japar.
"aku tak punya kewajiban lagi Japar, dia hanya anak tiriku, terlebih setelah semuanya aku sudah memutuskan untuk tak menganggapnya, terlebih dia sempat sangat menghina Sari saat dia tak mengakui jika sari hamil dan tetap kekeh jika istriku itu mandul,"
__ADS_1
"masalah kita sama, tapi bedanya,Nanang ini nekat mas, aku takut mas dan mbak Sari di apa-apain bagaimana,ingat putra kalian loh, dan untuk menantu mu,suami Yuni sepertinya dia juga mulai berulah," kata Japar menunjukkan sesuatu.
"sudahlah mereka susah besar dan sudah bisa memilih jalan sendiri-sendiri,kini aku harus fokus pada anak dan istriku,untuk Kebahagiaan kami sendiri tak perlu mengandalkan orang lain," jawab juragan Wawan.
"iya mas benar, meski aku tak pernah berdiri di tempat mas, aku tau bagaimana rasanya kenangan orang yang kita cintai, jadi aku akan mengorbankan nyawa jika perlu demi senyum mereka," kata Japar.
"aduh kamu sekarang sangat melankolis ya, suami cinta istri ya, jadi kamu jadi beli tanah milikku?" tanya juragan Wawan mengalihkan pembicaraan.
"ya Allah tak pikir apa, ya jadi karena istriku juga sudah setuju dan insyaallah jika ada dana akan kami bangun mushola dan tempat ngaji anak-anak kecil," jawab Japar.
"Alhamdulillah kalau begitu, bagaimana harga yang kemarin?"
"aduh mas bisa di kurangin dikit ya, atau boleh kurangnya nyusul ya, soalnya kemarin uangnya kepakai buat memberangkatkan orang tua kami umrah," jawab Japar tertawa.
"ya Allah Japar, kamu kayak sama siapa saja, aku mengenalmu dari kecil jadi tak masalah, kamu bisa melunasinya saat uangnya sudah terkumpul," kata juragan Wawan.
mereka pun terus berbincang dengan hangat,sambil menuju ke kantin.
Bu Menuk dan pak Wasis datang dengan membawa alat yang di gunakan untuk pompa ASI.
dan Dian membantu temannya itu dan mengajarkan bagaimana caranya.
πππππππ
**halo semuanya....
maaf author baru bisa up malam karena tadi siang main ke tempat mbak Sari sama si kecil lihat pisang untuk acara beberapa bulan lagi...
ada yang mengenal bocah lucu ini, kalau ada yang tau komen ya dan kenal di mana dan namanya siapa...
pasti ada sesuatu kok, dan kalau sampai tau kalian pasti pengikut dan pembaca setia author....
maaf tadi gak ngeh jika si kecil gak pakek sandalπ€π€π€, maklum maknya udah rempong duluan karena melihat pisang**....
__ADS_1