
Yuni sudah di jemput dengan mobil oleh Farid, dan pria itu heran melihat Yuni yang membawa satu kresek besar itu.
"apa itu?"
"ini kripik untuk orang rumah mas ya, tadi mama dari tempat PKK, untuk memberikan pengajaran untuk wirausaha mandiri," kata Yuni.
"baiklah nanti tolong ucapkan terima kasih, dan sekarang kita pergi yuk," ajak Farid.
"iya mas ku sayang, memang mau kemana? bukankah kamu msih marah dengan ku?" tanya Yuni penasaran.
"aku harap kamu bisa melihatnya nnti, dan nilai sendiri apa yang akan kamu dengar nantinya, dan tolong jangan buat kesalahan dengan membenci orang yang salah," kata Farid yang makin membuat Yuni bingung
mobil mereka sampai ke kota yang semalam menjadi sumber masalah, dan Farid harus mengakhiri semuanya.
Farid menahan Yuni saat gadis itu ingin masuk, dia meminta Yuni duduk dan memperhatikan rumah itu.
tiba-tiba Yuni kaget saat melihat ibunya yang keluar dengan seorang pria dan mereka begitu mesra, "kamu lihat, apa seperti itu orang sakit, kamu melukai ayah mertua dan mana Sari demi membela mereka, sekarang lihatlah sendiri Yuni," kata Farid.
dia masih tak percaya dengan kelakuan dari ibu Wiwit, pasalnya wanita itu sedang memeluk mesra dan mencium seorang pria muda.
dan setelah itu pria itu pergi dari rumah Nanang, dan yang mengejutkan adalah mobil Nanang datang dengan azila dan seorang pembantu.
tapi anehnya nanang seperti cuek pada wanita itu, "Nanang kamu jangan keterlaluan, aku ini istrimu meski dia bukan anak mu tapi ingatlah semuanya adalah milikku, jadi kamu jangan bertingkah laku seperti ini, atau kamu bisa pergi dari sini tanpa membawa apapun," marah Azila.
mendengar itu Bu Wiwit langsung menjambak rambut Azila dengn kasar, "ingat ini wanita buruk, aku bisa tega membunuh siapapun, dan untuk membunuh mu itu hal yang mudah," kata Bu Wiwit tanpa ampun.
Yuni kaget mendengarnya, "bawa aku pulang, aku tak mau mendengarnya lagi, cukup mas," kata Yuni yang merasa bodoh karena bisa di bodohi oleh kedua orang itu.
Farid pun berterima kasih pada pembantu yang ada di rumah itu, beruntung wanita itu adalah ibu dari teman lamanya.
jadi mereka bisa melakukan ini dan menyadarkan Yuni jika semuanya itu salah karena marah pada ayahnya dan Sari.
pukul tujuh malam mereka sampai di rumah Farid, Yuni di tenangkan oleh calon mertuanya itu.
__ADS_1
wanita itu sangat menyayangi Yuni, dan sering membela menantunya itu di banding Farid.
"sekarang kamu bisa lihat kan Yuni, jika Sari dan ibuku itu sama, mereka sangat menyayangi mu, buktinya mama mertua memberi kripik untuk keluarga baru mu," kata Farid.
"hei dasar anak ini, kamu ngomong apa, dasar bocah nakal," kata ibu Farid melempar bantal karena kesal mendengar ucapan putranya.
"iya mas aku tau, dan terima kasih atas semuanya sekarang aku tau apa maksud ayah," jawab Yuni.
"itu baru gadis pintar,tapi apa sekarang ayah tak panik mencari mu dek,kan tadi kamu bilang kamu hanya bilang mbok Jum," kata Farid.
"coba lihat ponsel yuk," kata Yuni yang penasaran.
benar saja saat mereka berdua menyalakan ponsel itu, langsung masuk panggilan telpon dari keduanya.
"iya ma.." kata Yuni yang menerima panggilan telpon dari Sari.
"kamu dimana, kenapa pergi tanpa pesan, mbok Jum cuma bilang jamu pergi dengan Farid, ini juga sudah malam,kenapa telpon kalian berdua mati," kata Sari.
"ah itu baterai ku habis, dan baru selesai di cas, maaf kami cuma ada di rumah dari tadi, mau bicara dengan ibu mas Farid ma," kata Yuni tak sanggup bicara dengan Sari saat ini.
Farid juga sudah menghela nafas karena dia jantungan mendengar Omelan dari juragan Wawan.
"ada apa mas?" tanya Yuni yang melihat calon suaminya itu.
"panas kupingku mendengar Omelan ayah, untuk sepertinya mama menenangkannya, Takut amat putrinya tak emek-emek," kata Farid.
"jika kamu berani melakukannya,ibu akan memukul mu karena itu tak baik, bagaimana jika menikah saja, bulan depan ada hari baik, resepsi bisa kapan saja," usul ibu Farid.
"kalau itu harus bertanya pada ayah dulu," kata Farid.
sedang di rumah, juragan Wawan sedang duduk dan bermesraan dengan istrinya itu.
"hentikan mas, nanti kamu kepingin lagi, itu lutut udah gemetar kok ya gak kapok sih," goda Sari.
__ADS_1
"kan bisa ganti posisi," banyak juragan Wawan.
"tidak mau, kalau keseringan gak bagus dong sayang ku, jadi kita atur sehari sekali," kata sari.
"terserah, sekarang ambilkan keripik tadi yang kamu buat?" tanya juragan Wawan.
"ini mas," jawab Sari yang memberikan satu toples besar berisi campuran kripik singkong dan mbote.
pukul sembilan malam Yuni baru di antar pulang oleh Farid, dan juragan Wawan sedang menunggu mereka di teras rumah.
"assalamualaikum ayah," sapa keduanya dengan wajah tanpa dosa.
"ku kira kalian tak pulang, sekalian saja kalian ayah nikahkan biar ayah tak khawatir bagaimana," Jats juragan Wawan
"boleh ayah, ibu juga bilang sebaiknya bulan depan kami menikah kebetulan ada hari baik," kata Farid.
"baiklah kalau begitu aku akan main ke rumah mu dan membicarakan semuanya, takutnya juga jika di undur makin lama terus mama kalian hamil,maka kalian harus menunggu sampai dia melahirkan," kata juragan Wawan.
"memang mama bisa hamil? bukankah dia mandul ayah?" tanya Yuni.
"Yuni jaga bicaramu, yang mandul itu kakak mu, bahkan dari hasil pemeriksaan medis dia sudah di pastikan tapi karena dia merasa hebat, itulah kenapa dia bisa di bodohi oleh wanita itu," kata juragan Wawan.
"baiklah saya ayah, lagi pula saya ingin bebas membawa Yuni kemana pun," jawabnya dengan senang hati.
"baiklah putra yang baik, lebih baik kamu pulang sebelum ayah mengusir mu, dan besok sore kami akan ke tempat mu untuk menanyakan seharusnya bagaimana," kata juragan Wawan
"baik ayah saya pulang," pamit Farid.
akhirnya mereka pun masuk dan Yuni di suruh tidur, dan juragan Wawan juga.
tapi dia malah melihat pemandangan indah di depan matanya.
dengan kesal juragan Wawan menggulung Sari di dalam selimut. "dasar wanita penggoda,kamu tidak boleh banyak-banyak tapi jika kamu memakai baju begini, bikin orang pingin," kata pria itu kesal.
__ADS_1
sedang Sari hanya tertawa, dan dia bersyukur jika Semuanya sudah berakhir, pasalnya tadi besannya itu bilang jika Yuni sudah tau semuanya.