aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
si kecil yang di tunggu


__ADS_3

Sari begitu senang mendengar jika putranya bisa pulang sekarang, dia bahkan tak bisa menahan air matanya lagi.


bagaimana tidak putra yang di idamkan akhirnya bisa di peluk, Bu Menuk juga sangat bahagia mendengarnya.


"sebentar ibu, aku akan menelpon suamiku, dan aku jamin Semuanya akan sangat senang," kata sari yang langsung mencari kontak suaminya


juragan Wawan yang sedang rapat di salah satu restoran untuk membahas beberapa masalah yang di hadapi, tapi bukan juragan Wawan jika tidak bisa membuat diam semua orang yang menentangnya.


pria itu bahkan menenangkan beberapa perdebatan yang sulit, "jika anda tak bisa menerima persyaratan ku, anda bisa mencari supplier yang lain, tapi itu harga dari ku," kata juragan Wawan.


"kamu memang orang keras kepala tuan Wawan, tapi ingatlah tak ada yang bisa menerima syarat darimu karena itu sangat mahal," kata salah satu pembeli yang berasal dari pabrik.


"apa anda kira saya bodoh, saya memang hanya lulusan SMP, tapi jangan lupa saya sudah lama bergelut di dunia ini dari muda, jika kalian mau silahkan, jika tidak juga tak masalah karena harga itu juga sudah di bawah harga pasar," kata juragan Wawan.


"baiklah juragan Wawan anda menang, saya akan tetap bekerja sama dengan anda, karena saya tau kwalitas yang selalu jadi jaminan," kata pria itu.


"baiklah terima kasih tuan Andreas, saya senang menjadi supplier untuk perusahaan anda," kata juragan Wawan.


mereka pun saling menandatangani perjanjian kerja sama, dan itu memicu semua orang untuk ikut bergabung.


tapi hanya satu orang yang menolak, tapi juragan Wawan tak masalah kehilangan satu rekan kerja jika mereka tak mau mengikuti harga yang di tawarkan.


"baiklah, sebelumnya saya akan mengundang anda semua untuk pesta kelahiran putra ku," kata juragan Wawan.


"loh ibu juragan melahirkan, wah selamat," kata pria yang lain.


juragan Wawan hanya tertawa saja, tapi sebuah telpon merubah raut wajahnya, "permisi saya angkat telpon dulu."


dia pun sedikit menjauh, dan menjawab telpon dari istrinya, "iya sayang, istriku tercinta ada apa, bukankah kamu sedang di rumah sakit?" tanya pria itu sedikit panik.


"tenang mas, tapi kita sudah boleh membawa Satria pulang, dan aku segera menyelesaikan administrasi dan tolong jemput kami ya," kata Sari dengan senang.


"baiklah aku akan menjemput mu dan anak kita, tunggu aku sayang," kata juragan Wawan dengan sangat senang.

__ADS_1


pria itu pun buru-buru berpamitan, pada seluruh rekanannya, "maaf saya harus pergi, karena putra saya sudah bisa di bawa pulang, jadi saya permisi para tuan, dan untuk semua makanan sudah saya bayar, saya permisi ayo pak Umar," ajak juragan Wawan.


"baiklah, semoga kalian tetap menjadi keluarga yang bahagia ya," kata rekan kerja itu.


saat juragan Wawan sudah pergi, salah satu dari mereka mulai melayangkan fitnah.


"lihatlah pria itu sangat sombong, dia tak mau menurunkan sedikit harganya, aku tak mau bekerja sama dengan pria seperti itu." kata salah satu orang.


pria itu ingin makan salah satu sajian yang ada di meja, tapi sebuah tangan menahan pria itu.


"aduh-aduh kalau memang Anda tak ingin bekerja sama dengan juragan Wawan, anda tak pantas dong makan makanan yang di bayar olehnya," kata Japar.


kebetulan itu adalah restoran milik Dian, "aduh untung kamu ikut juragan Wawan, jika tidak aku akan meracuni kamu," kata dian dengan marah.


"aduh nyonya, ucapan mu terlalu kejam," kata Japar pada istrinya itu.


"kenapa, dia menyebalkan, asal kamu tau ya, pengusaha seperti mu aku jamin tak akan pernah pernah bisa sukses, lihat saja, dasar pria menyebalkan," kata Dian yang kemudian pergi.


"wow... kau lihat itu tuan, jangan kira aku tak tau siapa kamu, tentu aku tau sepak terjang mu," kata Japar dengan dingin.


"memang tapi jika di butuhkan, aku bisa kembali untuk menyingkirkan pria yang berusaha untuk melukai keluargaku," kata Japar tersenyum.


di tempat lain, juragan Wawan datang dengan begitu banyak kue brownies kukus yang tadi di beli.


"pak Umar tolong bagikan semua kue pada pegawai ya, dan jika kurang tolong beli lagi," jawab juragan Wawan.


"baik juragan,"


dia sendiri mencari sosok istrinya itu, dan saat melihat sari yang baru menyelesaikan administrasi, dia pun berlari dan langsung memeluknya erat.


"akhirnya aku menemukan mu, mama Satria sekarang kita bisa berkumpul dengan bahagia di rumah,"


"iya ayah, tapi tolong lepaskan ini malu dengan semua orang," bisik Sari.

__ADS_1


mereka pun akan pergi ke ruangan untuk mengajak putra mereka pulang, tapi tak sengaja mereka malah bertemu dengan Yuni.


"ayah dan mama disini? terus perut mama kenapa, apa kamu keguguran?" tanya Yuni.


"ucapan apa itu, kamu mendoakan putra ku dengan ucapan buruk itu, ayo sayang kita pergi," kata juragan Wawan.


"ayah kalau begitu,kenapa kalian disini terus jika tidak begitu kalian kenapa, apa ayah sakit," tanya Yuni.


"kenapa di otak mu itu terus memikirkan hal negatif, aku tak bisa lagi menahannya, aku tak mengerti apa yang kamu pikirkan tentang keluarga ku, tapi mulai sekarang tolong jangan menggangguku dan keluargaku, karena aku sudah tau semuanya," kata Juragan Wawan.


"apa maksudmu mas?"


"aku tak mengerti ayah, apa yang kau katakan?" tahta Yuni.


"hentikan Yuni, kamu pikir aku tak tau apa yang kalian lakukan, demi memiliki usaha yang baik, kamu menjual nama ku, dan membuatku rugi ratusan juta, cukup mulai sekarang aku memutuskan hubungan keluarga ini, dan jangan berani membawa namaku dalam usaha buruk kalian jika tidak ingin kamu bertemu dengan sepupu jauh mu, japar!!" ancam pria itu


mendengar nama pria itu di sebut, dia pun ketakutan dan memilih langsung pergi.


sedang Sari merasa heran, kenapa Yuni begitu ketakutan saat mendengar nama Japar yang begitu baik.


"jadi apa yang kamu sembunyikan suamiku, tolong bilang?"tanya Sari dengan senyum tapi dia mencubit perut suaminya.


"mereka menjalankan usaha dengan penipuan, mereka menjual barang dengan kwalitas buruk, dan menipu orang dengan membawa namaku," kata juragan Wawan.


"tapi aku yakin jika mereka tak akan semudah itu percaya karena aku yakin jika semua orang tau siap juragan Wawan, seperti aku mereka akan mempercayai suamiku ini," kata Sari.


"baiklah nyonya aku percaya padamu," kata juragan Wawan.


mereka pun sangat bahagia, bisa membawa bayi mungil mereka bisa pulang setelah sekian lama.


tak ada yang tau selain mereka berempat, dan sesampainya di rumah mbak Jum dan mbak Tunah sangat senang.


tapi juragan Wawan melarang siapapun ingin mengendong bayi itu karena demi menghindari sesuatu yang tak diinginkan.

__ADS_1


terlebih setelah semua yang mereka alami bersama, terlebih kesehatan bayi Satria sangat penting.


__ADS_2