aku istrimu, bukan pembantumu

aku istrimu, bukan pembantumu
apa maksudnya?


__ADS_3

"apa yang kamu katakan Sari? anak apa? Adelia kenapa?" tanya juragan Wawan yang makin panik.


ternyata empat mobil jenazah datang mengantarkan keempat orang itu.


"ah itu mbak mungkin itu mobil jenazah yang mengantarkan mbak Adelia dan keluarga," kata ibu penjaga warung itu.


mendengar itu, juragan Wawan pun berdiri bersama Sari, pria itu pun ingin lari tapi Sari menahannya.


dia meminta juragan Wawan naik ke mobil dan dia yang mengemudikan mobil itu menuju ke rumah itu mengikuti keempat mobil pengantar jenazah itu.


Sari memarkirkan mobil di sebuah rumah yang halamannya sangat luas.


keempat peti jenazah itu pun di turunkan, dan semua orang diam karena tak ada Keluarga mereka yang ingin membantu untuk pemakaman.


di say kebingungan itu, juragan Wawan berlari ke arah rumah dan langsung terduduk lemas melihat peti mati itu.


"apa yang terjadi, dia izin padaku hanya ingin menjenguk orang tuanya, tapi kenapa dia bisa sampai seperti ini?" kata juragan Wawan yang begitu rapuh.


Sari pun memeluk mantan mertuanya itu, bahkan juragan Wawan hanya terus meraung menangis.


"maaf mbak, kalian ini siapa? kami sedang berusaha menunggu suaminya," kata pak RT.


"maaf pak,saya adalah teman sekaligus anak dari mbak Adelia, ini adalah ayah saya," kata Sari berbohong untuk menghindari pertanyaan pra warga.


pak RT pun kaget, karena tak mengira jika juragan Wawan punya anak gadis sebesar ini.


akhirnya Sari pun mengurus semua pemakaman, dan sebelum keempatnya di makamkan dia dan juragan Wawan sempat melihat kondisi mereka berempat.


bahkan juragan Wawan tak mengira jika wajah putranya itu sangat mirip dengan dirinya.


tapi belum sempat memeluknya tapi dia malah kehilangan anak dan istrinya,padahal juragan Wawan ingin meresmikan hubungan mereka.


"ya Allah apa ini hukuman untuk ku, kenapa Semuanya di ambil dariku," kata juragan Wawan dengan sesenggukan.


"ayah, sudah kasihan mereka jika ayah seperti ini, mereka bisa tak tenang melihat kondisi ayah," kata Sari membujuk.


"aku tak sanggup melepaskan mereka, bahkan putra kandungku sari..." kata juragan Wawan.

__ADS_1


akhirnya setelah dua jam, akhirnya juragan Wawan ikut mengizinkan semuanya untuk melanjutkan acara pemakaman.


sedang Sari merasa aneh saja, karena kecelakaan ini terlalu tiba-tiba, terlebih Sari tau gebar jika Adelia sangat taat peraturan saat di jalan.


jadi tak mungkin jika mobil wanita itu ugal-ugalan dan menabrak truk, atau ada yang sengaja melakukan ini semua.


akhirnya keempatnya sudah di makamkan, sari menelpon keluarganya dan meminta bantuan sang bapak untuk melakukan tahlilan.


sedang Sari memberikan kepercayaan pada orang yang selama ini di percaya oleh Adelia.


dan dia yang akan mengurus pengajian di bawah pengawasan sari.


karena dia dan juragan Wawan harus pulang, tapi sebelum itu sari mampir ke kantor polisi.


terlihat ayah mertuanya itu masih terlalu syok dengan apa yang terjadi pada istri serta keluarga.


"kenapa kita kesini sari, seharusnya kita pulang!"bentak juragan Wawan.


"ayah sadarlah, karena aku yakin jika ini bukan kecelakaan biasa, terlihat mbak Adia selama ini sangat baik dalam mengemudi," kata Sari.


"tapi kita mau apa, semuanya yang ku sayang dan cintai sudah pergi," kata juragan Wawan yang masih kalut.


mendengar ucapan Sari,juragan Wawan khawatir, dia tak ingin seseorang melecehkan mantan menantunya itu.


mereka berdua pun menghampiri polisi dan juragan Wawan menunjukkan surat yang mereka tanda tangani saat menikah dulu.


"mereka berdua adalah supir dan kernet dari truk yang menabrak mobil istri anda, apa anda mengenalnya?" kata polisi.


Sari langsung menampar kedua orang itu, sedang juragan Wawan tertawa melihatnya, "dasar kalian tak tau malu,kenapa kalian bisa melukai istri dari juragan yang sudah membantu keluarga kalian, dari yang miskin tak punya apapun, hingga jadi seperti ini, dasar pria-pria busuk!!" marah Sari.


seorang polwan menahan Sari, "kenapa aku bodoh, sekarang aku tau siapa yang menyuruh kalian," gumam juragan Wawan.


"tidak pak, dari apa yang terjadi di tempat kejadian perkara adalah murni truk mengalami rem blong, bahkan korban meninggal dunia bukan hanya keluarga anda, melainkan ada lima yang lain, yang juga tewas," jawab polisi.


"ayo Sari, kita pulang dan terserah apapun yang anda katakan pak polisi, tapi yang aku kenal mereka, mereka bukan pria baik, dan aku ingatkan pada kalian,siapapun yang ada di belakang kalian, tak akan membantu kalian sedikitpun karena aku akan pastikan jika dia tak bisa mengambil uang sepeser pun."


"apa juragan..." kaget mereka berdua.

__ADS_1


juragan Wawan pun menarik tangan Sari,dan kini dia sadar jika wajah dari mertuanya itu sedang sangat marah.


Sari pun duduk di samping kursi supir, karena juragan Wawan yang memilih menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi.


dan sesampainya di desa mereka sudah pukul sembilan malam, sari juga sudah menghubungi bapaknya untuk menjemputnya di rumah Juragan Wawan.


mobil pun berhenti di rumah keluarga juragan Wawan, pak Wasis langsung ikut datang takut jika Sari terluka.


tapi fokus utamanya adalah mantan besannya yang terlihat sangat murka, juragan Wawan masuk dengan wajah penuh amarah.


dia pun menendang pintu kamar dan langsung bertepuk tangan, "mau kau apakan uang itu,mau kau gunakan untuk menutup kedua mulut pria yang kau suruh untuk membunuh Adelia dan keluarganya, apa kau tau karena ulah mu itu kau juga membunuh putraku," kata juragan Wawan yang mencengkeram erat leher ibu Wiwit.


"kamu itu ngomong apa sih mas, aku tak mengerti," kata Bu Wiwit.


Sari yang melihat pun panik, "ayah hentikan, jika ayah membunuh ibu, apa bedanya ayah dengan ibu,"


"jangan menahan ku Sari, biar aku menunjukkan siapa aku, kau kira aku akan terus diam, ternyata kebungkaman ku kau acuhkan ya," kata juragan Wawan.


"ayah anda bisa membunuhnya," kata Sari.


melihat keributan yang ada di rumahnya, Yuni langsung masuk dan melihat jika Sari seperti sedang membantu ayahnya melukai ibunya.


"dasar wanita ******, sekarang kamu ingin menggaet ayahku setelah di ceraikan mas Nanang, dasar wanita murahan," kata Yuni yang menjambak Sari dan mendorongnya hingga terbentur pinggiran meja.


Yuni pun mendorong tubuh ayahnya itu, "ayah demi bisa bersama dua wanita ****** mu itu, ayah melukai ibu, apa selama ini tak cukup!!!" teriak Yuni.


"kamu tak mengerti apa-apa Yuni, lebih baik minggir," kata juragan Wawan yang marah.


"tidak ayah, aku akan melindungi ibu," kata Yuni yang memeluk Bu Wiwit.


"baiklah, kalau begitu nyawa di balas nyawa, kamu telah membunuh putra ku, aku akan membunuh putra kesayangan mu, biar dia menyusul ayahnya ke neraka!!" teriak juragan Wawan.


Nanang yang dapat telpon dari tetangga rumah pun sampai di rumah itu. tapi dia tak bisa masuk karena pak Wasis menghalanginya.


"minggir brengsek!!" bentak pria itu.


juragan Wawan keluar membawa golok untuk menghabisi Nanang, karena dia ingin lihat apa yang akan di lakukan Bu Wiwit.

__ADS_1


mendengar ancaman dari juragan Wawan Bu Wiwit pun mendorong Yuni hingga tersungkur, "jangan lukai putraku!!" teriak wanita


itu.


__ADS_2