
tak terasa acara sudah berjalan kemarin dengan sangat meriah, acara pengajian dan santunan anak yatim-piatu dan janda.
bahkan juragan Wawan dan sari sangat sibuk kesana sini, dan pagi ini Sari sudah memasak di bantu Bu Kokom.
"anu neng, itu juragan Wawan tidak di bangunin ya," tanya Bu Kokom
"tidak dulu Bu,ayah sudah biasa bangun siang, terlebih semalam mungkin ayah kelelahan karena banyak banget yang perlu di kerjakan," jawab Sari.
ya karena mendahulukan kepentingan pak Wasis dan keluarga,jadilah juragan Wawan yang menginap, dan beruntung rumah yang di tempati sari cukup banyak kamar.
dia sedang memasak ayam goreng dan sambal kesukaan pria itu, bahkan tak lupa berbagai jenis lalapan termasuk daun pepaya muda.
setelah semuanya siap, Sari mengetuk pintu kamar, "ayah ayo bangun, ini sudah siang."
pintu pun terbuka dan nampaklah pria itu baru baru selesai mandi dengan rambut yang basah,tapi Sari kaget melihat wajah juragan Wawan.
"ayah kenapa? sakit?" tanya Sari yang langsung menyentuh dahi juragan Wawan.
"sepertinya..." jawabnya dengan senyum.
"ayah tidur saja, biar sari ambilkan makan dan juga wedang jahe untuk ayah," kata Sari.
"tidak perlu, tolong kerokin ayah ya nduk, itu akan sangat membantu," jawab juragan Wawan.
Sari diam, dia harus melihat tubuh dari pria yang bukan mahramnya, tapi ini darurat.
"baiklah ayah, tapi di ruang tamu ya, aku tak enak kalau di kamar," jawab Sari.
"baiklah, tapi kamu punya kasur lipat atau alas yang tebal, karena aku sangat sensitif dingin," jawab juragan Wawan.
"aduh manja juga ya ternyata ayah ini," kata Sari tersenyum.
akhirnya Sari melipat dua tikar dan mengalasinya dengan bed cover miliknya.
jadi sekarang sudah cukup tebal, dan juragan Wawan datang dengan bertelanjang dada dan hanya memakai sarung.
pria itu pun tengkurap dan Sari mulai mengerok punggung mantan ayah mertuanya itu.
tapi tak terduga, saat Sari sedang melakukan hal itu, tiba-tiba Yuni datang bersama Farid untuk menyusul Sari dan juragan Wawan.
"apa yang sedang kalian lakukan, kenapa kalian bisa melakukan hal seperti ini," kata Yuni penuh drama.
__ADS_1
"wes mulai, kamu gak lihat ayah sedang masuk angin, jadi jangan ganggu deh," kesal juragan Wawan.
"sudah ayah, Yuni dan mas Farid bisa makan dulu, sepertinya Bu Kokom sudah selesai, dari pada disini nungguin kamu selesai," kata Sari.
"padahal aku kesini di minta pakde Wasis untuk menjemput kalian, terlebih lusa itu acara ku dan mas Farid,dak ayah serta calon ibuku ini harus datang, jika tidak aku akan marah," kata Yuni.
"apa calon ibu, apa maksudnya?" tanya Sari heran.
"jangan bohong, kalian bukankah sudah siap menikah, ini buktinya, dan sudah malam pertama juga, jadi gak usah malu ya, ayo mas," kata Yuni menarik tangan Farid.
"permisi ayah, dan ibu mertua," kata Farid menggoda keduanya.
"dasar kedua bocah ini," kata juragan Wawan yang kembali menikmati keluwesan tangan sari yang mengerok punggungnya.
dan akhirnya selesai, dan juragan Wawan merasa mendingan, tapi saat berbalik dan bangkit tang sengaja mereka berdua duduk sangat dekat bahkan wajah mereka sangat dekat.
"apa kamu menerima lamaran ku," tanya juragan Wawan lirih.
"kenapa begitu buru-buru," kata Sari yang merasa kaget.
"ini tidak buru-buru sari,ini waktu yang jamu minta, jadi ini sudah harus di jawab," kata juragan Wawan.
Sari pun mengalihkan pandangannya, "tapi kita mau bagaimana, Yuni dan mas Farid akan menikah,apa kita tak sebaiknya menundanya?"
"kalau begitu kamu menerima ku?" tanya juragan Wawan.
Sari mengangguk, "Alhamdulillah," kata juragan Wawan yang langsung di bekap dengan Sari.
dia lupa jika tangannya habis menyentuh balsam, "ayah maaf..."
"pedes dong sari..." kata juragan Wawan buru-buru ke kamar untuk membasuh wajahnya.
"jadi sekarang kita akan jadi ibu dan anak,wah... tak ku sangka," kata Yuni yang langsung memeluk sari.
"eh ya, ngomong-ngomong ini kenapa dada mu kok kayaknya makin besar ya,"
"Yuni..." kesal Sari yang di balas tawa oleh temannya itu.
Sari pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya, terlebih sudah dua bulan ini dia meninggalkan semuanya.
dia dan Yuni menyiapkan semuanya untuk acara pertunangan besok, tak ambil pusing dia dan Yuni memesan kue dari tempat Fendi.
__ADS_1
beruntung mereka hanya betemu Bu Sumi, dan setelah dari sana mereka menuju ke pasar untuk membeli mangkok buah untuk sovenir untuk para tamu.
bahkan lamaran kali ini mungkin bisa di katakan sebagai lamaran paling mewah, belum lagi ada dekorasi dan juga tenda juga.
juragan Wawan tetap sibuk dengan pekerjaannya, tak lupa dia mengundang keluarga sari juga.
"jadi itu mangkuk buah mau di isi apa saya, pisang, jeruk, apel, pir, belimbing, nangis, salak dan apa?" tanya Sari yang kaget melihat belanjaan mereka.
"udah dong mama, itu sudah cukup, dan nanti ada empat kue yang masuk juga bukan," kata Yuni memeluk Sari.
"baiklah anak baik," kata sari tertawa
dia juga sudah membeli daging sapi Ima kilo dan ada juga ayam yang akan di antar nanti ke rumah.
dan kali ini memang benar-benar sari yang mengatur semuanya, setelah selesai, kini mereka membeli bumbu halus jadi karena sari tak mau repot.
setelah semuanya, mereka pulang ke rumah dan para warga kaget melihat Sari.
"loh mbak Sari membantu si sini sebagai mantan kakak ipar ya," tanya Bu seh.
"bukan dong, sebagai calon mama Yuni yang baru, hahaha," kata Yuni sambil tertawa.
para warga mengira jika itu hanya candaan jadi tak terlalu di gubris, tapi beruntung karena jadi lebih mudah karena Sari.
karena gadis itu sangat pintar jika di minta mengatur hal sebesar ini, juragan Wawan pulang dari pekerjaannya.
dan terkejut saat Sari datang dengan kopi di tangannya, "kopi ayah,"
"bisakah mengantikan panggilan itu," kata juragan Wawan memegang tangan sari.
"maaf aku sudah nyaman," jawab Sari yang tersenyum dan kembali bersama yang lain tengah sibuk.
dia sedang mengiris daging untuk prasmanan besok, dan beberapa orang sedang menyiapkan bahan yang lain.
"ini besok mau di masak apa mbak Sari?" tanya Bu Tatik.
"daging lapis dan sate daging,kalau ayam di bakar dan di goreng dengan bumbu ukep gula merah," jawab Sari.
"wah... itu semua masakan terbaik mbak Sari, terus untuk sayurnya mbak?"
"ada bobot bayam, capcay, urap-urap dan mie bihun goreng," jawab Sari.
__ADS_1
semua orang punyak mengira akan melihat prasmanan pertama kali dengan menu sebanyak ini, mereka tau jika keluarga Farid itu terpandang.
itulah kenapa juragan Wawan sangat menghargai mereka, itulah kenapa di pilih semua yang istimewa.